5 Bank Tertua yang Masih Beroperasi di Indonesia

15 Mei 2024

Berikut daftar bank tertua di Indonesia. Sebagai catatan, bank-bank ini meski usianya sudah tua, namun performa mereka masih diperhitungkan di dunia perbankan tanah air.

Aktivitas perbankan di Indonesia sudah dimulai sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, yaitu dengan berdirinya Bank Courant en Bank Van Leening yang merupakan bank pertama yang berdiri dan beroperasi di wilayah Nusantara.

Bank Courant en Bank Van Leening didirikan pada 1746. Tugas bank ini bertugas memberi pinjaman dengan jaminan emas, perak, perhiasan, dan barang-barang berharga lainnya.

Pada tahun 1752, Bank van Courant disempurnakan menjadi De Bank van Courant en Bank van Leening. Tugasnya diluaskan, yaitu dengan memberikan pinjaman kepada pegawai VOC agar mereka dapat menempatkan dan memutarkan uang mereka pada lembaga ini.

Namun pada tahun 1818 terjadi krisis finansial di Inggris yang meluas ke seluruh dunia. Krisis ini memaksa bank-bank mencari pinjaman dan membatasi pinjaman baru.

Rupanya, krisis keuangan 1818 ini turut mempengaruhi operasional Bank van Courant en Bank van Leening. Pada akhirnya, bank ini pun ditutup pada tahun tersebut.

Sepuluh tahun kemudian, didirikanlah De Javasche Bank (DJB) pada 24 Januari 1828 atas perintah Raja Willem I. Tujuan awal pendirian DJB adalah untuk mengatasi masalah keuangan dan perekonomian pemerintah kolonial Hindia Belanda setelah bangkrutnya VOC.

DJB didirikan dengan modal awal senilai ƒ1.009.500. Sejak pendiriannya, DJB memiliki hak istimewa (octrooi) untuk bertindak sebagai bank sirkulasi. Dengan demikian, DJB memiliki kewenangan untuk mencetak dan mengedarkan uang gulden di wilayah Hindia Belanda.

De Javasche Bank inilah yang merupakan cikal bakal berdirinya Bank Indonesia sebagai bank sentral di negara ini.

Baca juga: Bank Devisa Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Bank Tertua di Indonesia

Sejak sebelum proklamasi kemerdekaan, sudah beberapa bank umum yang berdiri dan melakukan aktivitas perbankan seperti menghimpun dana dan memberikan pinjaman kepada masyarakat.

Sebagian bank-bank tersebut bisa bertahan hingga saat ini, namun sebagian lain sudah tutup. Berikut adalah beberapa bank tertua di Indonesia yang masih beroperasi hingga saat ini.

1. OCBC

OCBC termasuk bank tertua ke-4 di Indonesia karena didirikan pada tanggal 4 April 1941 di Bandung dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank. Artinya bank ini sudah menjalankan aktivitas perbankan sebelum Indonesia merdeka pada 1945.

Kemudian pada tahun 1972, bank ini melakukan perubahan nama menjadi Nilai Inti Sari Penyimpanan (NISP). Namun mulai 1978, NISP ditetapkan sebagai nama resmi bank dan bukan merupakan singkatan.

Sejak saat itu, Bank NISP terus mengalami perkembangan di bawah komando Karmaka Surjaudaja yang awalnya menduduki jabatan sebagai Direktur Operasional hingga diangkat menjadi Presiden Direktur.

Dalam perjalanannya, Bank NISP fokus melayani usaha kecil dan menengah dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Setelah berhasil melewati berbagai gejolak ekonomi dan politik, Bank NISP berhasil menaikkan statusnya dari bank komersial menjadi bank devisa.

Persinggungan antara Bank NISP dengan OCBC Bank Singapura dimulai pada tahun 1997. Saat itu, Bank NISP ditunjuk sebagai partner lokal untuk pendirian OCBC di Indonesia.

Pada 2005, OCBC Bank Singapura menaikkan kepemilikan sahamnya atas Bank NISP dan menjadi pemegang saham mayoritas. Kemudian pada 2008 terjadi perubahan nama bank dari Bank NISP menjadi Bank OCBC NISP. Lalu pada 2023, bank resmi rebranding menjadi Bank OCBC.

OCBC juga berhasil mengatasi badai pandemi yang melanda pada tahun 2020-2022. Tak hanya bertahan, bank ini juga menunjukkan performa yang memukau dari segi laba dan keuntungan.

2. Bank Rakyat Indonesia (BRI)

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau biasa disingkat menjadi BRI, adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang menyediakan berbagai macam jasa keuangan.

BRI memiliki sejarah panjang yang dimulai dari Purwokerto. Tepatnya pada 16 Desember 1895, Raden Bei Aria Wirjaatmadja mendirikan De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden untuk mengelola dan menyalurkan dana masjid kepada masyarakat dengan skema yang sederhana.

Nama bank ini beberapa kali diubah, mulai dari Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuursambtenaren, De Poerwokertosche Hulp Spaar-en Landbouw Credietbank atau Volksbank, Centrale Kas Voor Volkscredietwezen Algemene, Algemene Volkscredietbank (AVB), hingga pada masa pendudukan Jepang diubah menjadi Syomin Ginko.

Setelah Indonesia merdeka, pada bulan Februari 1946, pemerintah menetapkan organisasi ini sebagai sebuah bank pemerintah dengan nama Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Meskipun, bank ini sempat berhenti beroperasi pada tahun 1948. Kemudian setelah Perjanjian Renville diteken, bank ini dapat kembali beroperasi dengan nama 'Bank Rakyat Indonesia Serikat'.

Baca juga: Pengertian Bank, Fungsi dan Jenis-Jenisnya di Indonesia

3. Bank Tabungan Negara (BTN)

Bank Tabungan Negara atau BTN bernaung di bawah PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bank kini juga dikenal sebagai salah satu penyedia Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

BTN memulai sejarahnya pada tahun 1897 dengan nama Bank Tabungan Pos atau dalam bahasa Belanda: Postspaarbank. Sesuai namanya, bank ini secara khusus berbisnis di bidang tabungan pos.

Pada tahun 1942, bank ini diambil alih oleh Jepang dan namanya diubah menjadi Kantor Tabungan Tjokin Kjokoe. Meski terjadi perubahan nama, aktivitas bank tetap yaitu menawarkan tabungan pos untuk mendanai Perang Asia Timur Raya.

Setelah Indonesia merdeka, bank ini diambil alih oleh pemerintah dan namanya diubah menjadi Kantor Taboengan Pos (KTP). Bank ini berperan penting dalam memfasilitasi penukaran uang Jepang dengan Oeang Republik Indonesia (ORI).

Namun pada bulan Desember 1946, seluruh kantor dari bank ini dikuasai oleh pasukan Belanda melalui agresi militer, sehingga semua kantor dari bank ini akhirnya berhenti beroperasi.

Pada 9 Februari 1950, pemerintah Indonesia merdeka membuka kembali bank ini dengan nama 'Bank Tabungan Pos Republik Indonesia' sebagai milik negara.

Setahun kemudian, pemerintah mengubah namanya menjadi Bank Tabungan Pos. Kemudian pada tahun 1963, pemerintah kembali mengubah nama bank ini menjadi Bank Tabungan Negara.

4. Bank QNB Indonesia

Berikutnya adalah Bank QNB Indonesia. Bank ini termasuk bank asing karena mayoritas sahamnya dimiliki oleh Qatar National Bank (QNB) sejak tahun 2014 silam.

Sejarah QNB Indonesia bermula dari NV Chunghwa Shangyeh yang didirikan oleh Khoe Tjin Tek dan Ouw Tjoei Eng pada tahun 1913 di Medan. Kemudian, perusahaan ini meraih predikat sebagai bank umum pada tahun 1958.

Dalam perjalannya, nama bank ini sempat mengalami beberapa perubahan. Pada 1962, namanya adalah PT Bank Chunghwa Shangyeh, lalu pada 1965 menjadi PT Bank Kesawan.

Pada tahun 1990, Bank Kesawan memindahkan kantor pusatnya dari Medan ke Jakarta. Lalu tahun 1995, bank ini mendapat izin sebagai money changer, serta izin sebagai bank devisa dan bank persepsi pada 1996.

Adapun Qatar National Bank melakukan akuisisi terhadap Bank Kesawan dengan menjadi pemegang saham mayoritas pada 2011. Pada tahun itu juga nama bank ini diubah menjadi PT Bank QNB Kesawan Tbk.

Lalu pada 2014, namanya diubah lagi menjadi PT Bank QNB Indonesia Tbk hingga saat ini.

5. Bank Woori Saudara

Nama resmi bank ini adalah PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk atau biasa disingkat menjadi BWS. Bank ini merupakan anak usaha Woori Bank asal Korea Selatan.

Bank Woori Saudara memulai memulai sejarahnya di Bandung pada tahun 1906. Saat itu, Organisasi Saudagar Passer Baroe yang diprakarsai oleh H. Basoeni, H. Damiri, dan H. Bajoen, bersama tujuh saudagar lainnya, mendirikan "Himpoenan Soedara" (HS) untuk menjalankan usaha simpan pinjam.

Pada tahun 1913, HS resmi terdaftar sebagai sebuah perkumpulan. Kemudian pada tahun 1955, HS mendapat izin untuk beroperasi sebagai bank tabungan.

Badan hukum HS diubah menjadi perseroan terbatas dengan nama “PT Bank Tabungan HS 1906” pada tahun 1974.

Pada tahun 1991, Arifin Panigoro dan PT Meta Epsi Intidinamika Corporation (kini PT Medco Intidinamika) resmi menjadi pemegang mayoritas saham bank ini. Nama bank ini kemudian diubah menjadi "PT Bank HS 1906".

Lalu pada 2014, sebanyak 33% saham bank ini dijual kepada PT Bank Woori Indonesia dan Woori Bank. PT Bank Woori Indonesia kemudian digabung ke dalam bank ini dan namanya diubah menjadi seperti sekarang.

Pada tahun 2018, bank ini memindahkan kantor pusatnya ke Jakarta, serta berekspansi ke Sumatera dan Sulawesi dengan membuka kantor cabang di Medan dan Makassar.

Itulah daftar bank tertua di Indonesia yang perlu kamu ketahui. Kamu bisa membuka halaman Article OCBC untuk mendapat informasi tentang keuangan dan perbankan seperti ini.

Baca juga: Pengertian dan Jenis-jenis Deposito, Ini Kelebihannya!


Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 12 Jun 2024

Panduan Lengkap Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji

Baca

Edukasi - 12 Jun 2024

Calon Jamaah Wajib Tahu, Ini 6 Rukun Haji yang Harus Dipenuhi!

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC
impor

impor

Solusi pembiayaan untuk keberlangsungan bisnis
obligasi

obligasi

OCBC mobile
ONe Mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.

Download OCBC mobile