Individu

Disposable Income: Pengertian, Fungsi dan Cara Menghitung

18 11月 2021 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Disposable income adalah istilah yang wajib diketahui oleh para wajib pajak karena berguna untuk mengatur keuangan pribadi. Bagi pebisnis, pengetahuan mengenai hal ini juga penting sebab bertalian erat dengan produksi dan tenaga kerja.

Nah, pada artikel kali ini, OCBC akan membahas mengenai apa itu disposable income, rumus, dan cara menghitungnya. Dengan demikian, pengaturan keuangan Anda pun dapat berjalan dengan baik. Yuk simak!


Pengertian Disposable Income

Disposable income adalah pendapatan pribadi yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari setelah dikurangi pajak langsung, seperti PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), PPh (Pajak Penghasilan), dan PBB (Pajak Bumi Bangunan).

Besar kecilnya disposable income adalah faktor penting penentu daya beli, kemampuan menabung, bahkan kesejahteraan hidup. Hal ini karena semakin besar pendapatan bebas pajak seseorang, semakin banyak pula kebutuhan dan keinginan yang dapat mereka penuhi.


Fungsi Disposable Income

Disposable income memiliki peran penting dalam perekonomian negara maupun perorangan. Berikut ini beberapa fungsinya.


Tolak Ukur Kebijakan Perusahaan

Sama seperti kita, perusahaan merupakan entitas yang wajib membayar pajak secara rutin. Apabila tingkat disposable income tinggi, maka bisnis tersebut dapat membeli lebih banyak peralatan dan bahan baku, menambah karyawan, dan melakukan ekspansi usaha.

Sebaliknya, jika tingkat disposable income-nya rendah, ditambah lagi terjadi penurunan daya beli, maka perusahaan akan mengurangi produksinya. Hal ini tentu berimbas pada nasib para pekerja.

Memperhitungkan Mekanisme Pasar

Sebagaimana telah disinggung di atas, disposable income adalah salah satu penentu daya beli. Jika mereka tidak mampu membeli lebih banyak produk, maka demand-nya pun berkurang. Imbasnya, perusahaan harus mengurangi produksi, merampingkan jumlah karyawan, dan sebagainya.

Oleh karena itu, disposable income rata-rata masyarakat juga menjadi pertimbangan penting dalam pengelolaan perusahaan karena berkaitan dengan kebijakan yang harus diambil.

Mengukur Kesehatan Finansial Pribadi

Finansial sehat ditandai dengan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, pengeluaran tak terduga, dan tabungan masa depan. Nah, tujuan menghitung disposable income adalah untuk mengetahui apakah kondisi keuangan Anda sedang sehat atau tidak.

Finansial sehat ditandai dengan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan, pengeluaran tak terduga, dan tabungan masa depan. Nah, tujuan menghitung disposable income adalah untuk mengetahui apakah kondisi keuangan Anda sedang sehat atau tidak.


Faktor yang Mempengaruhi Disposable Income

Disposable income adalah pendapatan bersih yang dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni sebagai berikut.

  1. Pajak Langsung
    Sebagaimana telah disinggung di atas, pajak langsung terdiri atas PPh, PKB, dan PBB. Karena merupakan pengurang penghasilan, maka jika tarif yang ditetapkan pemerintah turun, akibatnya disposable income akan meningkat. Dengan demikian, Anda dapat membeli lebih banyak barang maupun jasa.

  2. Total Penghasilan Kotor
    Faktor selanjutnya yang mempengaruhi disposable income adalah jumlah penghasilan. Semakin tinggi gaji bulanan, maka Anda berpeluang untuk memperoleh pendapatan bersih lebih banyak.

    Namun hal ini hanya terjadi apabila nominal jumlah pajak yang ditanggung tidak meningkat. Pada sebagian orang, kenaikan penghasilan juga membuat jumlah PPh meningkat. Dengan demikian, disposable income mereka pun stagnan.

  3. Kondisi Ekonomi dan Politik
    Faktor yang tak kalah menentukan besar kecilnya disposable income adalah kondisi ekonomi dan politik. Ketika terjadi resesi, umumnya pemerintah akan mengurangi tarif pajak. Pada fase ini, penghasilan bersih Anda tentu bisa lebih tinggi dibanding biasanya.

    Demikian pula ketika kondisi ekonomi makmur sehingga meningkatkan pendapatan dan daya beli rumah tangga. Dampaknya, kondisi perusahaan semakin membaik, harga saham meningkat, dan masyarakat bisa mendapat capital gain lebih besar.


Cara Menghitung Disposable Income

Setelah mengetahui pengertian dan fungsinya dalam dunia ekonomi, sebagian dari Anda mungkin tertarik untuk mempelajari cara perhitungannya. Nah, berikut ini .cara menghitung disposable income dengan benar.

Rumus disposable income:

Disposable income = Penghasilan Tahunan – (Pajak Langsung + pengurangan lain)

Penghasilan tahunan merupakan penghasilan kotor yang Anda peroleh selama 1 tahun. Sedangkan pengurangan lain meliputi iuran wajib seperti BPJS kesehatan. Adapun contoh cara menghitung disposable income adalah sebagai berikut.

Anda menerima gaji kotor sebesar Rp96 juta per tahun, dengan penghasilan bulanan Rp8 juta. Pada bulan ini, terdapat kewajiban pembayaran pajak kendaraan sebesar Rp2 juta. Selain itu, ada iuran BPJS sebesar Rp150 ribu.

Karena terdapat kewajiban pajak bulanan, maka gunakan penghasilan per bulan Anda ke dalam perhitungan. Dengan demikian, perhitungan disposable income adalah sebagai berikut.

Disposable income
= Penghasilan – (Pajak Langsung + pengurangan lain)
= Rp8 juta - (Rp2 juta + Rp150 ribu)
= Rp5.850.000


Cara Mengelola Disposable Income dengan Baik

Mengetahui cara mengelola disposable income sama dengan merencanakan kondisi finansial agar lebih sehat. Berikut ini beberapa tips pengelolaan yang dapat Anda terapkan.

Buat Prioritas Pengeluaran

Cara mengelola disposable income adalah dengan membuat daftar kebutuhan pokok tiap bulan. Masukkan apa saja barang yang harus Anda beli, seperti makanan, susu bayi, skincare, dan sebagainya.

Kemudian apabila masih terdapat uang sisa, gunakan untuk berinvestasi atau membeli barang yang benar-benar Anda inginkan. Dengan demikian, penggunaan disposable income akan lebih teratur.

Mengatur Budget Tiap Bulan

Langkah selanjutnya setelah menemukan disposable income adalah membuat alokasi keuangan untuk tiap kebutuhan. Pastikan membagi dana secara proporsional dan adil. Misalnya 40% untuk bahan makanan pokok, 20% sebagai jatah skincare, dan 10% dialokasikan sebagai tabungan.


Nah itu tadi pengertian serta rumus disposable income yang dapat Anda gunakan untuk mengelola bisnis maupun keuangan rumah tangga. Jangan lupa selalu membayar tagihan dan pajak tepat waktu ya, sobat!


Baca Juga:

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!
  • Individu

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!

9 6月 2025

Cicilan per bulan untuk ambil KPR Rp 200 Juta berapa sih? berikut syarat dan simulasi lengkap sesuai tenor yang dipilih