Dalam dunia perbankan, bukan hanya teller bank, namun verifikator perbankan adalah salah satu profesi penting dan tak bisa dipisahkan dalam kegiatan operasional. Bagian tersebut memiliki fungsi sebagai penanggung jawab bahwa tidak ada kesalahan dalam dokumen anggaran.
Selain itu, tugas verifikator bank adalah untuk memastikan bahwa cairnya pendanaan sudah dilaksanakan dengan benar. Hal tersebut dilakukan karena seperti yang diketahui, proses pencairan anggaran membutuhkan proses panjang. Lalu, apa saja job desk verifikator bank lainnya? Yuk, simak di sini!
Apa Itu Verifikator Bank?
Singkatnya, verifikator bank merupakan salah satu bagian penting di dalam perbankan yang bertanggung jawab untuk selalu memastikan tidak ada kesalahan dalam dokumen anggaran. Perlu diketahui bahwa sekali saja dokumen tersebut mengalami kesalahan, maka akan berakibat fatal.
Dokumen pencairan anggaran perlu selalu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan karena mengingat prosesnya begitu panjang, sehingga cenderung rawan untuk terjadi berbagai salah langkah.
Dalam hal ini, verifikator bank adalah salah satu pihak yang sangat berperan untuk mengurangi kesalahan tersebut. Perlu diketahui bahwa sebelum akhirnya anggaran dicairkan, maka harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu yang dilakukan oleh mereka.
Adapun kisaran gaji dari verifikator bank adalah mulai dari Rp2.8 juta – Rp6.3 juta per bulan. Besaran upah tadi belum termasuk tunjangan karyawan dan insentif tambahan lainnya, seperti tunjangan kesehatan (BPJS Ketenagakerjaan), tunjangan hari raya, hak cuti, bonus lemburan dan lain-lain.
Tugas Verifikator Bank
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya bahwa tugas verifikator bank adalah sebagai petugas yang ditunjuk untuk melakukan verifikasi atau pengecekan terhadap segala urusan dokumentasi keuangan.
Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 18 Tahun 2010 yang mengenai tugas verifikator bank adalah untuk memastikan ketersediaan anggaran hingga verifikasi dokumen.
Seorang verifikator bank wajib mengetahui terlebih dahulu ketersediaan dana untuk membiayai suatu kegiatan yang tercatat di dokumen. Apabila dana yang dicairkan tidak mencukupi atau tak tersedia, maka verifikator dapat mengembalikan dokumen agar diperbaiki lagi.
Menurut Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan, verifikator bank adalah sebuah profesi yang termasuk ke dalam Bagian Pelaksanaan Anggaran. Adapun beberapa fungsinya, antara lain:
- Menyediakan bahan perumusan kebijakan verifikasi, perbendaharaan, serta pengelolaan belanja.
- Melakukan proses verifikasi, perbendaharaan, dan pengelolaan belanja pegawai kantor pusat.
- Menyiapkan bahan pemantauan, evaluasi, serta pembinaan verifikasi dan pengelolaan pembelanjaan.
Tujuan Adanya Verifikator Bank Adalah
Profesi verifikator bank memiliki tujuan untuk mempermudah dan membuat proses pencairan anggaran menjadi lebih transparan. Adapun tujuan lain dari adanya verifikator bank adalah:
- Menghindari terjadinya penyimpangan yang bisa merugikan sebuah instansi.
- Selalu memastikan kelengkapan serta validitas dokumen keuangan.
- Meyakinkan kalau proses pembelian barang atau jasa telah sesuai dengan prosedur.
- Mengetahui apabila proses kegiatan yang diajukan sudah sesuai dengan jadwal atau belum.
Bisa diambil kesimpulan bahwa tujuan dari adanya verifikator bank adalah untuk mencegah terjadinya kesalahan, terutama dalam laporan dokumen sebelum melakukan pencairan dana.
Skill yang Wajib Dimiliki Verifikator Bank
Dalam menjalankan tugasnya, seorang verifikator bank harus memiliki beberapa skill wajib. Adapun di antaranya yaitu:
1. Akuntansi Dasar dan Laporan Keuangan
Verifikator bank adalah pekerjaan yang mewajibkan setiap orang memiliki kemampuan dasar terhadap akuntansi dasar dan laporan keuangan. Hal ini bisa Anda dapatkan dari pendidikan akademis dan juga pengalaman saat magang.
Perlu diketahui bahwa jika ingin memiliki karir di bidang keuangan, maka Anda bukan hanya membutuhkan CV yang menarik, namun juga dengan pengalaman kerja mumpuni.
2. Kemampuan Berkomunikasi
Skill wajib bagi seorang verifikator bank adalah kemampuan berkomunikasi. Hal ini sangat penting dikarenakan seorang verifikator bank akan bertemu dengan tim dari divisi lain yang ingin mencairkan anggaran.
Oleh karena itu, berkomunikasi dengan baik adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki agar terhindar dari kesalahpahaman.
3. Analytical Skill
Skill selanjutnya yang harus dimiliki oleh seorang verifikator keuangan adalah analytical skill. Kemampuan ini membutuhkan pemikiran logis untuk menganalisis data keuangan.
Tentunya, ini menjadi hal penting bagi setiap verifikator bank, mengingat mereka selalu berkutat dengan angka dan keuangan.
4. Teliti dan Detail
Verifikator bank adalah sebuah profesi yang selalu berhadapan dengan dokumen dan angka-angka. Oleh karena itu, ketelitian dan selalu fokus pada detail adalah kemampuan penting untuk pekerjaan ini dan sangat dibutuhkan.
5. Problem-Solving
Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang verifikator bank adalah problem solving. Kemampuan ini merupakan sebuah pengetahuan untuk memberikan solusi terhadap persoalan yang sedang terjadi. Misalnya yaitu seperti menawarkan langkah untuk menghindari defisit. keuangan.
6. Kemampuan Interpersonal
Terakhir yang tidak kalah penting yaitu interpersonal skill. Kemampuan ini harus dimiliki oleh seorang verifikator bank. Pasalnya, profesi ini tidak hanya berkutat dengan angka saja melainkan harus bisa membangun hubungan baik terhadap rekan kerja lainnya.
Itu tadi merupakan penjelasan singkat mengenai verifikator bank. Bagian ini memang menjadi salah satu aspek penting dan krusial dalam dunia perbankan karena harus teliti dalam proses pencairan anggaran. Untuk informasi tentang topik lainnya bisa dibaca di blog OCBC NISP!
Baca Juga: