Individu

Take Home Pay (THP): Pengertian, Cara Menghitung dan Contoh

13 10月 2022 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

THP atau singkatan dari Take Home Pay adalah keseluruhan gaji rutin yang diterima oleh karyawan berdasarkan pada beberapa perhitungan. Istilah tersebut sering ditemui di ruang lingkup perusahaan besar bahkan perusahaan unicorn.

Penghitungan THP sendiri melibatkan beberapa komponen penting yang telah diatur secara hukum di Indonesia. Lantas, bagaimana cara menghitung take home pay dan contoh kasusnya? Yuk simak penjelasannya di artikel berikut!

Apa Itu Take Home Pay?

Secara umum, take home pay adalah pendapatan bersih yang diterima karyawan setelah dikurangi dengan pajak, tunjangan, dan berbagai hal lainnya. Adapun secara keseluruhan, THP merupakan total dari seluruh pembayaran termasuk pendapatan rutin dan insidentil.

Dengan kata lain, take home pay artinya merupakan pendapatan yang dibawa ke rumah sesuai dengan hitungan dari perusahaan. Namun pada dasarnya THP tidak sama dengan gaji pokok. Take home pay sudah tidak termasuk tanggungan wajib yang perlu dibayar oleh karyawan.

Pendapatan rutin berupa take home pay didapatkan berdasarkan ketentuan yang sudah dibuat oleh perusahaan. Adapun untuk pengelolaan dan penghitungannya dilakukan oleh pihak personalia maupun staf HRD setiap bulannya.

Komponen dalam Penghitungan Take Home Pay

Secara umum, take home pay adalah gaji bersih karyawan yang bisa langsung dibawa pulang ke rumah. Setelah mendapatkan THP, maka karyawan tidak perlu membayarkan kebutuhan lainnya, seperti pajak, asuransi, dan tunjangan lainnya.

Adanya hitungan dan ketentuan tertentu itulah yang membedakan take home pay dengan gaji pokok. Penghitungan THP melibatkan beberapa hal. Adapun rincian dari komponen hitungan take home pay sendiri bisa dilihat di bawah ini:

1. Pendapatan Rutin

Komponen utama dalam take home pay adalah pendapatan rutin. Dalam penerapannya, pemberian upah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 mengenai Upah. Adapun pendapatan rutin terdiri dari gaji pokok, tunjangan tetap, dan tidak tetap.

Gaji pokok merupakan upah dasar yang dibayarkan kepada karyawan secara rutin. Adapun nominalnya disesuaikan dengan tingkatan atau jenis pekerjaannya. Ketentuan mengenai gaji pokok sendiri biasanya sudah tertulis di kontrak kerja.

Adapun tunjangan tetap dan tidak tetap dibayarkan sebagai tambahan dari gaji pokok karyawan. Untuk tunjangan tetap sendiri diberikan secara rutin. Sedangkan pemberian tunjangan tidak tetap dilakukan di waktu yang berbeda.

2. Penghasilan Insidental

Selain pendapatan rutin, komponen penting lainnya dalam take home pay adalah pendapatan insidental. Secara umum, jenis penghasilan tambahan yang didapat karyawan berupa bonus, THR, lembur, dan lain sebagainya.

3. Potongan Gaji

Take home pay adalah total pendapatan bersih yang sudah dikurangi dengan potongan atau tanggungan wajib karyawan. Adapun komponen pemotongan gaji dalam THP sendiri terdiri dari iuran pokok, pinjaman, pajak penghasilan, dan tanggungan lainnya.

Cara Menghitung Take Home Pay

Setelah mengenal apa itu take home pay, perlu diketahui juga cara menghitungnya. Pada umumnya, penghitungan THP melibatkan beberapa komponen yang disebutkan sebelumnya.

Adapun cara menghitung take home pay sendiri diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (30). Secara umum, take home pay adalah nominal upah bersih yang diberikan sesuai dengan kontrak kerja dan kesepakatan dengan perusahaan.

Cara menghitung take home pay sendiri meliputi total dari upah dan pendapatan insidental. Kemudian hasil dari penjumlahan tersebut dikurangi dengan potongan berupa tanggungan yang harus dibayarkan oleh karyawan secara rutin.

Mengingat komponen-komponen THP sendiri, penulisan rumus hitungnya tidak jauh berbeda dengan penjabaran yang telah disebutkan sebelumnya. Untuk rumus penghitungan take home pay sendiri bisa ditulis seperti di bawah ini:

Take home pay = (Pendapatan rutin + penghasilan insidental) - (potongan gaji)

Contoh Take Home Pay

Setelah mengetahui apa itu take home pay, maka Anda perlu tahu bagaimana menerapkan cara menghitungnya. Untuk itu, diperlukan contoh kasus dan nominal spesifik dari komponen-komponen THP sendiri. Berikut merupakan salah satu contoh take home pay.

Mike bekerja sebagai karyawan tetap di sebuah perusahaan dengan gaji bulanan sebesar Rp7.000.000. Setiap bulannya dia mendapatkan tunjangan tetap berupa uang makan senilai Rp500.000. Adapun bonus juga diberikan di bulan yang sama sebesar Rp2.500.000.

Di samping pendapatan dan bonus di atas, Mike juga memiliki beberapa tanggungan yang perlu dibayarkan. Adapun kredit sebesar Rp50.000 per bulannya, iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan senilai Rp200.000, serta PPh yaitu Rp375.000.

Setelah mendapatkan rincian upah di atas, maka saatnya menghitung berapa nilai THP Mike. Untuk mendapatkan nilai take home pay yang tepat dari kasus di atas, berikut adalah cara menghitungnya:

(Pendapatan rutin + penghasilan insidental) - (potongan gaji) = THP

(Rp7.000.000 + Rp500.000 + Rp2.500.000) - (Rp50.000 + Rp200.000 + Rp375.000) = THP

Rp10.000.000 - Rp625.000 = Rp9.375.000

Demikian penjelasan tentang pengertian take home pay serta cara menghitungnya. Pada dasarnya, komponen pendapatan ini memang berbeda dengan gaji pokok sehingga perlu dilakukan proses penghitungan yang spesifik dan menyeluruh.

Nah, apakah informasi di atas memberikan insight baru bagi sobat OCBC NISP? Tentunya masih banyak lagi pembahasan menarik seputar keuangan dan perbankan yang bisa disimak di OCBC NISP. Yuk, temukan informasi menarik di artikel OCBC NISP lainnya.

Baca Juga:

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

OCBC mobile

OCBC mobile

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!
  • Individu

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!

9 6月 2025

Cicilan per bulan untuk ambil KPR Rp 200 Juta berapa sih? berikut syarat dan simulasi lengkap sesuai tenor yang dipilih