Individu Syariah

Properti Syariah: Pengertian, Keuntungan dan Kekurangan

15 11月 2022 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Belakangan ini, properti syariah adalah salah satu aset investasi yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia, khususnya umat Muslim. Selain memberi keuntungan secara materi, properti syariah diyakini sesuai dengan syariat Islam sehingga mampu memberikan kepuasan spiritual.

Bagi Anda yang tertarik mengetahui cara bisnis properti syariah, yuk simak artikel berikut untuk menambah pemahaman mengenai seluruh aspek penting dalam transaksi jenis ini.

Apa Itu Properti Syariah?

Properti syariah adalah properti yang transaksinya dilakukan sesuai dengan akidah atau aturan dalam Islam. Selain itu, untuk skema pembayaran nantinya juga tidak akan menggunakan prinsip pinjaman seperti pada bank konvensional melainkan menerapkan ketentuan yang telah diatur sesuai syariat islam.

Konsep Properti Syariah

Penjelasan mengenai konsep properti syariah adalah sebagai berikut.

a. Menekankan Pada Kepemilikan

Maksud menekan kepemilikan dalam konsep investasi properti syariah adalah Anda sebagai pemilik seutuhnya. Artinya proses ini lebih fokus pada membeli, daripada menyewa. Sistem perumahan syariah juga memungkinkan nasabah membeli rumah langsung pada developer tanpa harus melalui pihak ketiga atau bank.

Namun, pihak developer juga tidak bekerja sama dengan bank dalam pengembangan proyek perbankan, baik dalam pembiayaan proyek maupun Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan nasabah.

b. Skema Properti Syariah yang Diterapkan

Pada hunian syariah, pihak developer biasa menerapkan akad "istishna" atau indent. Menurut Otoritas Jasa Keuangan atau OJK, istishna adalah akad jual beli berupa permintaan pembuatan komoditi tertentu dengan kriteria dan kondisi tertentu yang disepakati antara pembeli serta penjual rumah syariah.

Ketika ingin memiliki hunian di rumah syariah, Anda perlu melakukan pemesanan terlebih dahulu dan membayar baik secara tunai atau melalui cicilan. Saat menandatangani kontrak hunian syariah di awal, pihak developer akan memperlihatkan harga rumah syariah yang bersifat tetap atau tidak akan berubah nilainya.

c. Tidak Ada Pengurangan atau Penambahan dalam Jual Beli

Properti syariah yang dibeli secara tunai atau dicicil sama-sama akan dikenakan biaya sesuai dengan ketentuan nominal yang telah disepakati, tanpa ada biaya tambahan.

d. Properti Syariah Tanpa Riba dan Tanpa Sita

Berbeda dengan konsep kredit konvensional, transaksi hunian syariah tidak akan dikenakan bunga, denda, atau bahkan penyitaan.

Selain itu, jika pembeli properti syariah mengalami masalah keuangan dan gagal untuk membayar kembali kontrak, pihak developer dilarang untuk menyita, melainkan harus bekerja sama untuk menjual rumah tersebut. Kemudian, setelah penjualan selesai, kedua belah pihak dapat membagi jumlah pendapatan untuk membayar pelunasan kontrak.

e. Properti Syariah Tidak Menggunakan Jasa Asuransi

Hal lain yang membedakan investasi properti syariah adalah bahwa rumah yang dibeli berdasarkan kaidah islam tidak akan diasuransikan. Hal ini terkait dengan unsur lembaga asuransi yang tidak sesuai dengan syariat.

Dalam hukum Islam, asuransi mengandung komponen judi. Di mana, jika Anda tidak mengklaim dana tersebut, perusahaan asuransi memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari biaya tersebut.

Di sisi lain, ketika terjadi bencana, lembaga asuransi juga akan mengalami kerugian besar karena harus membayarkan biaya yang merupakan hak korban.

Perbedaan Properti Syariah dan Konvensional

Berikut ini adalah penjelasan mengenai perbedaan properti syariah dan konvensional.

1. Pihak yang Terlibat

Secara umum, proses kontrak konvensional membutuhkan keterlibatan nasabah, developer, dan bank. Di sisi lain, akad jual beli properti syariah adalah proses yang hanya melibatkan konsumen dan pihak pengembang saja.

2. Proses Transaksi

Berbeda dengan jual beli pada properti konvensional yang menerapkan bunga dan denda, pada transaksi syariah tidak menggunakan kedua sistem tersebut. Sebab, keduanya dianggap sebagai unsur riba yang mana dilarang dalam akad jual beli.

3. Mitigasi Kerusakan pada Rumah

Pada umumnya, properti konvensional menggunakan asuransi rumah dalam menanggulangi risiko kerusakan, baik itu karena kecelakaan atau bencana alam.

Sementara itu, properti syariah tidak menggunakan asuransi. Sebab, akad dalam asuransi dinilai mengandung ketidakjelasan yang mana tidak sejalan dengan kaidah dalam islam.

Adapun contoh pengembang properti syariah adalah Royal Orchid Syariah yang menawarkan hunian berlandaskan prinsip kaidah islamiyah.

4. Kebijakan bagi Konsumen yang Gagal Bayar

Sanksi bagi konsumen yang gagal membayar properti konvensional dapat berupa denda atau penyitaan. Namun, pada program syariah tidak menggunakan cara seperti itu. Ketika konsumen menghadapi kondisi tidak dapat melunasinya, pihak developer akan memberikan tawaran terbaik menurut hukum Islam.

5. Proses Pembangunan Rumah

Dilakukannya proses pembangunan properti syariah adalah setelah konsumen membayar uang booking fee, DP, dan cicilan.Sedangkan, konvensional juga menerapkan sistem inden, tetapi banyak juga yang menggunakan sistem ready stock.

Keuntungan dan Kelemahan Properti Syariah

Dari uraian penjelasan investasi properti syariah di atas, kita dapat menyimpulkan banyak kelebihan dan kekurangan perumahan syariah.

Penjelasan mengenai keuntungan properti syariah adalah sebagai berikut:

  • Terbebas dari riba
  • Tanpa BI checking
  • Jumlah pembayaran tetap
  • Akad yang digunakan adalah akad istishna atau akad jual beli berupa booking rumah dengan syarat-syarat tertentu.
  • Tidak adanya resiko sistem penyitaan, penalti, dan denda
  • Cicilan yang singkat
  • Memiliki beragam fasilitas pendukung spiritual, seperti rumah tahfidz dan masjid
  • Rutin mendapatkan edukasi tentang syariat Islam

Adapun, kekurangan properti syariah adalah sebagai berikut

  • Tidak memiliki asuransi jika terjadi kerusakan pada properti syariah
  • Pembangunan dan akad yang dilakukan lebih lama
  • Besarnya biaya perawatan properti syariah
  • Dimisalkan suku bunga BI turun tidak mempengaruhi cicilan atau iuran
  • Tidak memiliki sertifikasi halal/syariah dari MUI

Itu dia ulasan mengenai apa itu properti syariah hingga cara bisnis properti syariah. Nah, jika Sobat OCBC ingin mendapat keuntungan sembari menghindari mudharat, coba saja investasi atau bisnis dalam bidang properti syariah ya! Yuk simak informasi menarik lain tentang bisnis dan investasi di OCBC NISP!

Baca juga:

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Syariah - Pembiayaan

Syariah - Pembiayaan

Wealth Management

Wealth Management

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen
  • Syariah

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen

13 6月 2025

Bingung pilih asuransi syariah? Jangan sampai salah! Simak 5 pertanyaan krusial ini yang wajib ditanyakan ke agen asuransi.