Individu

5 Realita VS Ekspektasi Keuangan dalam Hubungan Rumah Tangga

8 2月 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Setiap pasangan yang memutuskan untuk membangun rumah tangga, tentu telah memiliki financial expectations in a relationship.

Namun faktanya, tidak semua orang memahami cara mengatur keuangan pasangan secara tepat, sehingga seringkali ekspektasi yang dibangun tidak sesuai dengan realita.

Seperti apa sih ekspektasi dan realita keuangan yang sering dihadapi dalam hubungan? Yuk, simak selengkapnya pada ulasan berikut!

5 Realita vs Ekspektasi Keuangan dalam Suatu Hubungan

Jika dibandingkan dengan pasangan yang telah menikah, pola keuangan mereka tentunya akan mengalami berbagai perubahan daripada saat masih lajang.

Sebelum membangun rumah tangga, gaji atau pendapatan merupakan milik pribadi dan bebas untuk digunakan.

Namun, setelah menikah, gaji tersebut akan digunakan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Terlebih, bagi mereka yang terjebak dalam sandwich generation.

Berikut realita versus ekspektasi keuangan dalam hubungan yang sering dihadapi dalam hubungan rumah tangga.

1. Pesta Pernikahan

Ekspektasi keuangan dalam suatu hubungan yang seringkali diharapkan pasangan saat melaksanakan pesta pernikahan adalah seluruh kebutuhan akan dibiayai oleh orang tua dan calon suami.

Di Indonesia, hal ini masih dianggap normal dan telah menjadi budaya yang menjamur di masyarakat.

Padahal realitanya, kebutuhan untuk persiapan pernikahan cukup besar dan pasangan harus menyadari hal tersebut agar dapat membuat kesepakatan antar keluarga.

Jika tidak mampu, lebih baik hindari untuk mengadakan pesta pernikahan yang terlalu mewah daripada setelah resepsi Sobat OCBC NISP akan dikejar-kejar cicilan utang.

Selain itu, akan lebih baik jika dana untuk pesta pernikahan tersebut dialokasikan untuk bulan madu atau membuat rekening bersama.

Baca juga: 8 Daftar Persiapan Lamaran Nikah serta Biayanya, Wajib Tahu!

2. Perdebatan tentang Pengelolaan Keuangan

Ekspektasi keuangan dalam suatu hubungan seringkali menempatkan istri sebagai pengelola seluruh pemasukan dan pengeluaran.

Padahal, tidak semua suami dapat memberikan seluruh gajinya kepada istri karena mereka pun tidak tahu besaran pendapatan sang kepala keluarga.

Hal ini perlu ditekankan pada awal hubungan bahwa posisi istri dan suami dalam rumah tangga adalah setara.

Jika memang penghasilan hanya didapatkan oleh suami saja, maka tentukan bagaimana Anda dan pasangan akan mengatur pemasukan tersebut dengan baik untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

3. Seluruh Pemasukan Dikelola Istri

Dalam ekspektasi keuangan di suatu hubungan sering kali kita meyakini bahwa seluruh uang adalah milik istri.

Padahal realitanya, suami mungkin harus membagi gajinya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga serta keluarga besar seperti mengirimkan uang kepada orang tua, menanggung biaya kuliah adik, dan lainnya.

Bisa jadi, hal-hal tersebut akan menghabiskan setengah dari gaji suami atau bahkan lebih banyak. Sedangkan, keluarga Anda juga membutuhkan finansial yang kuat.

Jika demikian, apa yang akan dilakukan oleh seorang istri? Hal tersebut mungkin tidak bisa dihindari, apalagi jika keluarga bergantung sepenuhnya pada suami.

Maka dari itu, Anda harus mendiskusikan persoalan semacam ini sebelum memutuskan untuk membangun rumah tangga.

Anda juga perlu mencari tahu seperti apa keluarganya dan bagaimana sikap pasangan saat menghadapi masalah keuangan agar ekspektasi keuangan dalam suatu hubungan yang diharapkan bisa sejalan.

Baca juga: 9 Cara Mengatur Keuangan Keluarga yang Bijak Agar Tak Boros

4. Kebiasaan Buruk Menggunakan Uang

Ketika memiliki calon pasangan yang hidup boros, gemar menghamburkan uang untuk kegiatan kurang bermanfaat, mungkin Anda berekspektasi bahwa dia akan berubah seiring berjalannya waktu.

Terlebih, ketika sudah memiliki anak, ekspektasi keuangan dalam suatu hubungan yang Anda harapkan adalah pasangan tersebut akan menjadi orangtua penuh tanggung jawab.

Realitanya, Anda perlu menghilangkan jauh-jauh pikiran tentang keburukan calon pasangan yang akan langsung hilang serta berubah setelah menikah dan memiliki buah hati.

Coba pertimbangkan, jika calon pasangan tidak melakukan manajemen uang secara baik dan Anda selalu memberikan toleransi sejak awal hubungan bahkan hingga berumah tangga, mengapa mereka harus berubah?

Maka, sebelum memutuskan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, Anda harus membicarakan terkait hal ini karena keadaan keuangan setelah menikah tentu akan jauh berbeda dari sebelumnya.

Anda harus mulai membuat perencanaan keuangan saat berumah tangga agar tahu kapasitas masing-masing dalam mengelola dan membuat keputusan finansial secara tepat.

Selain itu, dengan mendiskusikan hal ini dan saling memberikan pemahaman pada pasangan, tentu Anda akan dapat membuat ekspektasi keuangan dalam suatu hubungan dapat terwujud dengan baik.

5. Individualisme Finansial

Seorang istri seringkali berekspektasi bahwa pendapatan suami adalah miliknya, sedangkan uangnya merupakan hak pribadinya.

Padahal, kebutuhan untuk rumah tangga sangat beragam dan harganya pun kian meningkat seiring berjalannya waktu.

Hal ini sering kali membuat istri turut serta mengeluarkan uangnya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Itulah sebabnya, saat sebelum menikah mungkin penghasilan Anda cukup untuk membeli berbagai kebutuhan pribadi dan bahkan berlibur.

Namun, setelah menikah ternyata ada banyak pengeluaran rumah tangga yang harus ditopang bersama.

Membangun ekspektasi keuangan dalam suatu hubungan terkait pembagian tugas dalam rumah tangga dan penentuan biaya sangat penting untuk menjaga ikatan pernikahan.

Itu dia penjelasan tentang financial expectations in a relationship dan realita yang sering kali dihadapi saat membangun rumah tangga.

Sebuah pernikahan yang harmonis tentu saja akan membutuhkan kerja sama dari kedua belah pihak dalam membuat keputusan, termasuk perihal keuangan.

Maka, jangan lupa untuk selalu melibatkan pasangan Anda setiap kali akan membuat keputusan terkait finansial agar terhindar dari kesalahpahaman.

Dengan begitu, Anda dan pasangan dapat memenuhi ekspektasi keuangan dalam suatu hubungan yang diharapkan serta menjalani relationship goals.

Semoga informasinya bisa membantu, ya! Temukan lebih banyak artikel seputar keuangan hanya di Blog OCBC NISP.

Baca juga: 15 Daftar Belanja Bulanan Hemat Untuk Pasangan Baru Menikah

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!
  • Individu

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!

9 6月 2025

Cicilan per bulan untuk ambil KPR Rp 200 Juta berapa sih? berikut syarat dan simulasi lengkap sesuai tenor yang dipilih