Individu Syariah

Bank Syariah Lebih Tahan Krisis Moneter, Apa Alasannya?

8 2月 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Tahukah Anda mengapa bank syariah tidak rentan akan krisis moneter?

Di webinar Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia pada Agustus 2020 lalu, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan menyatakan bahwa bank syariah lebih tahan terhadap krisis daripada perbankan konvensional.

Ia juga menyatakan bahwa pertahanan ini bisa terjadi karena beberapa faktor.

Untuk mengetahui alasan mengapa bank syariah tidak rentan akan krisis moneter, yuk simak pembahasannya di uraian berikut ini.

Mengapa Bank Syariah Tidak Rentan Akan Krisis Moneter?

Berdasarkan penelitian oleh Menteri Keuangan beserta beberapa ahli, perbankan syariah memiliki daya tahan yang kuat sehingga mampu bertahan menghadapi krisis akibat pandemi.

Hal ini dibuktikan dengan perkembangan dan pertumbuhan ekonomi syariah yang bergerak secara positif, bila dibandingkan dengan bank konvensional.

Berdasarkan data statistik perbankan syariah di OJK per Mei 2020, pertumbuhan pinjaman yang diterima (PYD) di bank syariah adalah sebesar 10,14 persen Year Over Year (yoy).

Dari sisi aset, perbankan syariah juga mengalami pertumbuhan sebesar 9,35% (yoy) serta dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 9,24% (yoy).

Jumlah tersebut tentu lebih tinggi jika dibandingkan dengan bank konvensional. Hingga Mei 2020, pertumbuhan kredit di bank konvensional hanya 3,04% (yoy) dan DPK sebesar 8,87% (yoy).

Lantas, mengapa bank syariah tidak rentan akan krisis moneter dan masih terus tumbuh meskipun sedang dalam masa krisis?

Adapun beberapa faktor penyebabnya adalah sebagai berikut:

1. Menerapkan Sistem Bagi Hasil

Alasan pertama mengapa bank syariah tidak rentan akan krisis moneter adalah karena menerapkan sistem bagi hasil (profit and loss sharing system).

Sistem bagi hasil ini berdampak positif terhadap pertumbuhan bank syariah karena memberikan fleksibilitas bagi pemilik dana (shahibul maal) dan bank untuk melakukan adjustment jika terjadi kondisi yang kurang menguntungkan.

Dampaknya, berdasarkan data statistik perbankan syariah di OJK per Mei 2020, pertumbuhan kredit yang diterima (PYD) di perbankan syariah naik sebesar 10,14 persen (yoy).

Kemudian dari sisi aset, tumbuh sekitar 9,35% year on year, dan dana pihak ketiga (DPK) juga naik mencapai 9,24%.

Bahkan, posisi share aset syariah per Mei 2020 mencapai 6,05%, lebih tinggi jika dibandingkan dari tahun-tahun sebelum pandemi.

Tentunya hal ini berkebalikan dengan perbankan konvensional. Hingga Mei 2020, tercatat pertumbuhan kredit hanya sekitar 3,04% dan DPK sebesar 8,87%.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang kecil dan menurun jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga: 10 Perbedaan Perbankan Syariah & Konvensional Wajib Anda Tahu

2. Fleksibel dan Mampu Beradaptasi dengan Segala Kondisi

Alasan kedua mengapa bank syariah tidak rentan akan krisis moneter adalah karena fleksibel dan mampu beradaptasi dengan segala kondisi.

Misalnya, jika terjadi kondisi bisnis tidak menguntungkan akibat naiknya rasio kredit bermasalah (non-performing/NPF), jumlah bagi hasil yang didapatkan oleh nasabah akan dikurangi sementara.

Pengurangan ini berdasarkan pertimbangan bahwa bank akan memerlukan sejumlah dana cadangan guna menutup kredit bermasalah tersebut.

Meskipun imbal hasil yang diberikan memang turun, namun di sisi lain, bank menjadi lebih tahan krisis karena potensi risiko tidak ditanggung sendiri.

Barulah nanti setelah kondisi kembali membaik, jumlah bagi hasil yang didapatkan nasabah bisa meningkat kembali.

3. Memiliki Prinsip Transparan dan Keadilan

Mengapa bank syariah tidak rentan akan krisis moneter? Salah satu alasannya adalah karena memiliki prinsip transparansi dan keadilan yang baik.

Prinsip transparansi adalah keterbukaan dalam mengemukakan informasi maupun proses pengambilan keputusan.

Dalam menerapkan prinsip transparansi, lembaga keuangan syariah perlu membuat pengungkapan informasi seputar kebijakan, prosedur, tipe produk, dasar pembagian keuntungan dan risiko, serta tata-kelola syariah (sharia governance).

Sedangkan, prinsip keadilan mencakup keadilan dan kesetaraan dalam memenuhi hak-hak stakeholders berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di perbankan syariah, semua nasabah dianggap setara dalam pemenuhan hak-hak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan hukum syariah.

Dalam hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menyatakan bahwa bank syariah dapat bertahan karena menerapkan nilai keadilan dan transparansi.

Ia juga berharap bahwa nilai-nilai tersebut dapat diimplementasikan secara konsisten di institusi ini.

Nah, jadi itulah beberapa penyebab mengapa bank syariah tidak rentan akan krisis moneter.

Dengan keunggulan-keunggulan di atas, diharapkan bank syariah dapat semakin berkembang dan memiliki prospek yang baik ke depannya di Indonesia.

Jika Anda tertarik untuk mengetahui insight lebih banyak seputar keuangan, yuk kunjungi artikel lain di blog OCBC NISP!

Baca juga: Syarat dan Cara Pinjam Uang di Bank Syariah Tanpa Jaminan

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen
  • Syariah

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen

13 6月 2025

Bingung pilih asuransi syariah? Jangan sampai salah! Simak 5 pertanyaan krusial ini yang wajib ditanyakan ke agen asuransi.