Syariah Individu

7 Perbedaan Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional

8 2月 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Kini, penerapan hukum Islam sudah mulai marak diterapkan pada bidang perekonomian. Namun, apa perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional?

Sebagai negara dengan jumlah umat muslim terbesar di Indonesia, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memahami perbedaan ekonmi syariah dan ekonomi konvensional.

Untuk itu, pahami pengertian masing-masing jenis ekonomi ini serta apa yang menjadi perbedaan di antara keduanya. Yuk, simak di artikel ini!

Pengertian Ekonomi Islam

Ekonomi syariah adalah sistem ekonomi yang berbasis pada prinsip dan ketentuan dalam Islam baik itu terkait teknis, sistem kerja, serta cara menyikapi permasalahan.

Sumber prinsip serta ketentuan dalam ekonomi syariah adalah Al-Quran dan Hadist. Di dalamnya, termuat aturan dalam menjalankan roda perekonomian hingga terkait utang.

Ekonomi syariah memiliki dasar atau tujuan berupa keberkahan, bukan hanya urusan di dunia, tetapi juga di akhirat.

Ekonomi syariah juga tidak mengutamakan keuntungan pribadi saja, tapi juga kepentingan orang lain. Dengan demikian, kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat umum dapat tercapai.

Kepemilikan kekayaan yang dimiliki individu dalam ketetapan syariat adalah milik Allah sehingga harta milik manusia hanya bersifat titipan sementara.

Baca juga: Bisnis Syariah: Pengertian, Hukum, Prinsip, & Contohnya

Perbedaan Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional

Nah, Anda mungkin ingin tahu apa perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional.

Keduanya jelas memiliki banyak perbedaan dari sisi prinsip hingga ketentuan teknisnya.

Supaya lebih jelas, berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional pada masing-masing aspek:

1. Berdasarkan Prinsip dan Filosofi

Panduan hidup dalam agama Islam mengajarkan mengenai cara melakukan aktivitas ekonomi berdasarkan prinsip keadilan dan kesetaraan.

Oleh karena itu, sistem ekonomi syariah mengarahkan umat muslim supaya tidak egois dan tidak hanya mencari keuntungan pribadi semata.

Di sisi lain, sistem ekonomi konvensional memiliki prinsip dan filosofi yang sangat bertentangan di mana ia memprioritaskan keuntungan pribadi dibandingkan kepentingan orang banyak.

2. Berdasarkan Mekanisme Pasar

Dalam hal mekanisme pasar, perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional sangatlah jauh. Ekonomi konvensional memakai mekanisme pasar bebas keluar masuk tanpa intervensi.

Namun demikian, pasar yang bebas dan tidak diatur akan menyebabkan kondisi ketidakseimbangan terkait stok barang atau kurva penawarannya.

Lain halnya dengan ekonomi syariah di mana terdapat keyakinan akan adanya invisible hand yang dapat mengefisiensikan pasar.

Dengan demikian, ekonomi syariah memiliki pertimbangan mengenai proses produksi dan distribusi barang jasa.

Pemerintah menjadi salah satu unit ekonomi yang berjalan secara berdampingan dengan unit ekonomi lain. Tujuannya adalah untuk menjaga kestabilan pasar.

Baca juga: Asuransi Syariah - Pengertian, Jenis, & Keuntungannya

3. Berdasarkan Aset atau Kekayaan

Perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional lainnya adalah terkait dengan sistem pengelolaan aset atau kekayaan.

Aset di dalam ekonomi syariah memiliki peran dalam hal mendorong kesejahteraan masyarakat umum serta media untuk memperoleh kemuliaan.

Kepemilikan masyarakat atas suatu aset dan penggunaannya dijamin oleh ekonomi syariah supaya dapat digunakan demi kepentingan banyak orang.

Hal ini berdasarkan pada hadist nabi Muhammad SAW yaitu “Masyarakat punya hak yang sama atas air, padang rumput, dan api”.

Artinya, semua industri yang memiliki hubungan terkait produksi air, bahan tambang, dan bahan makanan harus dikelola oleh perusahaan milik negara.

Tidak hanya itu, suatu industri juga tidak bisa hanya dikuasai oleh satu perusahaan individu saja atau disebut monopoli.

Tentunya, ekonomi konvensional memiliki perbedaan peran dalam pengelolaan aset karena lebih condong mementingkan keuntungan dan pemenuhan materi.

4. Berdasarkan Hak Milik

Perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional selanjutnya yaitu mengenai cara mendapatkan hak milik serta ketentuannya.

Kepemilikan pribadi diakui dan diatur di dalam Islam hanya dalam batas tertentu saja. Misalnya pada kepemilikan alat produksi atau faktor produksinya.

Meski begitu, hak milik individu bukanlah suatu hal yang mutlak dan bersyarat. Prinsip dasar yang ada dalam Islam mengatur bahwa hak milik individu harus dikesampingkan demi kepentingan masyarakat luas.

Dengan demikian, seorang pemilik aset harus menyerahkan asetnya apabila negara sedang membutuhkannya demi kepentingan banyak orang.

5. Berdasarkan Pembagian Keuntungan

Selanjutnya, terdapat perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional mengenai pembagian keuntungan.

Ekonomi konvensional menggunakan sistem time value of money atau bunga. Ketika seseorang meminjam utang di dalam sistem ekonomi konvensional, mereka akan dikenai bunga.

Semakin tinggi bunganya tentu akan membuat masyarakat semakin sulit membayarnya. Sebaliknya, orang yang meminjamkan uang akan mendapatkan bunga tersebut sehingga harta mereka akan terus bertambah.

Hal ini akan membuat adanya kesenjangan kekayaan antara pihak pembayar bunga dan pihak pemilik modal yang akan mendapatkan pembayaran bunga.

Sistem pembagian keuntungan dalam ekonomi syariah hanya dihitung apabila terdapat transaksi bisnis.

Sehingga, keuntungannya akan didapatkan dari pembagian hasil profit bisnis tersebut.

Istilah bunga tidak digunakan di dalam ekonomi syariah karena dapat merugikan pihak peminjam uang.

Baca juga: Pinjaman Syariah: Pengertian, Jenis Akad, & Keuntungannya

6. Berdasarkan Perbedaan Investasi

Bentuk investasi di dalam ekonomi syariah, perbankan syariah, atau lembaga keuangan syariah adalah dengan memberi pinjaman hanya untuk usaha yang dijalankan baik dan halal.

Berbeda dengan ekonomi konvensional di mana seseorang bisa mengajukan pinjaman untuk usaha yang menguntungkan dan tidak melanggar hukum.

7. Berdasarkan Pengawasan

Bank konvensional beroperasi dengan pengawasan sehingga ia harus bekerja sesuai undang-undang yang berlaku di negara tersebut.

Perbankan syariah yang memakai sistem ekonomi syariah juga mendapatkan pengawasan.

Hanya saja, pihak pengawasnya bukan cuma dari pemerintah atau lembaga tertentu saja, tapi juga dewan pengawas khusus untuk bank syariah.

Dewan pengawas ini berisi para ahli ekonomi syariah dan ulama yang menguasai ilmu fiqih muamalah.

Mereka berperan dalam mengawasi dan memastikan bahwa kegiatan operasional lembaga keuangan syariah tersebut tidak bertentangan dengan prinsip dan ketentuan Islam.

Artinya, ekonomi syariah memiliki paham bebas dengan pengawasan koridor Islam.

Sedangkan ekonomi konvensional juga memakai paham kebebasan  namun tanpa ada batasan dan intervensi.

Demikian penjelasan mengenai perbedaan ekonomi syariah dan ekonomi konvensional.

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita pahami bahwa kedua jenis sistem perekonomian ini memiliki hal-hal dasar yang cukup berbeda.

Dengan memahami keduanya, semoga Anda bisa memiliki pengetahuan yang lebih luas mengenai masing-masing sistem perekonomian tersebut.

Yuk, tambah pengetahuan Anda seputar keuangan dan bisnis di artikel OCBC NISP lainnya!

Baca juga: Properti Syariah: Pengertian, Keuntungan dan Kekurangan

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen
  • Syariah

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen

13 6月 2025

Bingung pilih asuransi syariah? Jangan sampai salah! Simak 5 pertanyaan krusial ini yang wajib ditanyakan ke agen asuransi.