Individu Syariah

Mengenal Perbedaan Deposito Syariah dan Konvensional

15 3月 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Layaknya perbankan, investasi deposito juga memiliki prinsip syariah dan konvensional. Lantas, apa perbedaan deposito syariah dan konvensional?

Di satu sisi, deposito syariah dan konvensional sama-sama merupakan produk investasi yang dikelola oleh bank dan memiliki jangka waktu tertentu.

Namun, jika dilihat dari sisi lain, deposito syariah dan konvensional memiliki sejumlah perbedaan, beberapa di antaranya adalah pada prinsip dan sistem pembagian keuntungannya.

Nah, untuk mengetahui lebih jelas tentang apa saja perbedaan deposito syariah dan konvensional, yuk simak pembahasannya di artikel berikut ini!

Apa itu Deposito Bank Konvensional dan Syariah?

Sebelum mempelajari seputar perbedaan deposito syariah dan konvensional, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu definisi dari kedua produk perbankan ini.

Seperti yang diketahui, deposito adalah jenis simpanan atau investasi yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu.

Saat Anda memilih untuk mengambil deposito konvensional, artinya produk perbankan tersebut dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan, apa yang dimaksud dengan deposito syariah? Berbeda dengan jenis konvensional, dalam pelaksanaannya deposito syariah selalu berdasarkan pada syariat Islam.

Jadi, jenis deposito ini adalah investasi dana berdasarkan akad mudharabah atau lainnya yang tidak bertentangan dengan prinsip Islam.

Karena berdasarkan syariat Islam, maka deposito syariah tidak menerapkan sistem bunga, melainkan menggunakan prinsip bagi hasil.

Baca juga: Apa itu ARO dalam Deposito? Ini Pengertian dan Kelebihannya

Perbedaan Deposito Syariah dan Konvensional

Deposito syariah dan konvensional memiliki perbedaan pada beberapa aspek, di antaranya seperti:

1. Sistem Investasi

Dari segi sistem investasi, deposito syariah menerapkan akad seperti yang ditetapkan oleh Dewan Pengawas Syariah – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Kalau di deposito konvensional, biasanya sistem investasi yang diterapkan menyesuaikan dengan peraturan dan syarat dalam peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

2. Imbal Hasil dan Risiko

Kemudian, selain dari sistemnya, deposito syariah dan konvensional juga memiliki perbedaan pada aspek imbal hasil serta risiko.

Kalau di deposito syariah, imbal hasil akan diberikan dalam bentuk bagi hasil sesuai dengan syariat Islam.

Selain itu, keuntungan yang didapatkan juga bersifat fluktuatif karena dipengaruhi oleh tingkat pendapatan bagi hasil.

Jika dibandingkan dengan deposito konvensional, hal ini jelas berbeda. Deposito konvensional menggunakan sistem bunga tetap untuk para nasabahnya.

Oleh karena itu, persentase timbal balik yang didapatkan dari awal hingga selesainya kerjasama akan tetap sesuai dengan kesepakatan.

3. Sistem Pengelolaan Dana

Kemudian, perbedaan deposito syariah dan konvensional yang selanjutnya adalah terletak pada sistem pengelolaan dananya.

Pada deposito syariah, dana akan diinvestasikan ke berbagai perusahaan atau instrumen investasi yang menjalankan prinsip Islam dan mengikuti ketentuan syariat.

Jadi, dapat dijamin bahwa dalam pengelolaannya, deposito syariah tidak melibatkan unsur-unsur yang dilarang syariat seperti riba, gharar, dan maisir.

Nah, kalau pada deposito konvensional, prinsip yang dijalankan menganut pada peraturan pemerintah.

Baca juga: Apa Itu Tabungan Mudharabah? Ini Perhitungan Bagi Hasilnya

4. Biaya Penalti

Poin selanjutnya yang menjadi perbedaan antara deposito syariah dan konvensional adalah dari sisi biaya penalti.

Pada deposito konvensional, umumnya terdapat sejumlah persentase biaya penalti yang diterapkan apabila melakukan penarikan dana lebih awal atau sebelum masa jatuh tempo.

Kemudian, nilainya juga berbeda-beda tergantung pada peraturan yang diberikan oleh pihak perbankan sebagai pengelola investasi.

Sedangkan pada deposito syariah, biaya penalti ini tidak berlaku. Jika ada nasabah deposito syariah yang hendak melakukan penarikan dana lebih awal, mereka hanya akan dikenakan sejumlah biaya administrasi.

5. Perhitungan Bunga

Perbedaan deposito syariah dan konvensional yang terakhir adalah terletak pada perhitungan bunga keuntungannya.

Seperti diketahui, deposito syariah adalah jenis investasi yang menerapkan nilai-nilai syariat islam.

Jadi, di dalamnya tidak diperkenankan terdapat bunga karena hal tersebut merupakan riba.

Sedangkan pada deposito konvensional, Anda akan mendapat sejumlah besaran bunga yang nilainya telah ditetapkan pada awal perjanjian kerja sama.

Nantinya, bunga inilah yang akan menjadi dasar perhitungan keuntungan nasabah atau investor nantinya. 

Tips Memulai Investasi Deposito

Nah, setelah mengetahui apa saja perbedaan deposito syariah dan konvensional, Anda juga harus mempelajari bagaimana tips memulai investasi deposito.

Agar lebih untung, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan.

a. Tentukan Jangka Waktu Investasi

Sebelum memulai investasi, Anda perlu menentukan terlebih dahulu tujuan investasi, apakah untuk jangka waktu panjang atau pendek.

Semakin lama tenor yang diambil, maka akan semakin banyak keuntungannya. Ada beberapa pilihan tenor yang umumnya ditawarkan bank, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 12 bulan, hingga 24 bulan.

b. Simpan Dana di Beberapa Pilihan Tenor

Agar hasilnya lebih maksimal, ada baiknya jika Anda membagi dana investasi ke beberapa deposito dengan tenor yang berbeda.

Jadi, ada sebagian deposito yang bisa diambil dalam jangka waktu pendek dan panjang.

c. Pilih Bunga

Umumnya, setiap bank memiliki besaran bunga yang berbeda untuk jenis deposito konvensional. Dalam hal ini, Anda bisa memilih persentasenya sesuai dengan tujuan keuanganmu.

Namun, umumnya semakin lama tenor yang diambil, maka bunga pun juga akan semakin besar.

Demikianlah uraian seputar beberapa perbedaan deposito syariah dan konvensional.

Ternyata, selain berbeda prinsip, deposito syariah dan konvensional juga memiliki perbedaan pada sistem pembagian keuntungan, biaya penalti, hingga risikonya.

Jika Sobat OCBC NISP tertarik untuk memulai investasi deposito, yuk segera berkunjung ke kantor cabang OCBC NISP terdekat dan isi formulir pembukaan rekeningnya. Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya!

Baca juga: Begini Cara Menabung Deposito yang Benar agar Cuan Optimal!

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen
  • Syariah

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen

13 6月 2025

Bingung pilih asuransi syariah? Jangan sampai salah! Simak 5 pertanyaan krusial ini yang wajib ditanyakan ke agen asuransi.