Individu Syariah

Perencanaan Keuangan Syariah: Tujuan, Prinsip, dan Caranya

3 4月 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Bagi umat muslim, upaya mencapai stabilitas finansial harus sejalan dengan prinsip agama yang berlaku di Islam. Oleh karena itu, perencanaan keuangan syariah bisa menjadi pilihan yang tepat bagi mereka.

Pasalnya, perencanaan keuangan syariah merupakan suatu upaya dalam mencapai stabilitas finansial yang didasari oleh nilai-nilai agama Islam.

Agar Sobat OCBC NISP bisa lebih memahami perencanaan keuangan syariah, yuk simak artikel ini sampai habis!

Tujuan Perencanaan Keuangan Syariah

Tak jauh beda dengan konsep konvensional, perencanaan keuangan syariah adalah aktivitas manajemen harta, termasuk menginvestasikannya dengan prinsip-prinsip syariah.

Adapun 3 tujuan perencanaan keuangan syariah, di antaranya yaitu:

1. Mengatur Keuangan Sesuai dengan Prinsip-Prinsip Syariah Islam

Jika berbicara soal tujuan, maka tujuan utama dalam perencanaan keuangan syariah tak lain ialah untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta, Allah SWT.

Karena sejatinya, seorang muslim tidak hanya memupuk ketaqwaan lewat beribadah saja, melainkan juga melalui muamalah.

Mengatur keuangan dengan prinsip-prinsip syariah Islam akan menuntun seorang Muslim menuju ridha-Nya.

2. Mengoptimalkan Pengelolaan Keuangan

Tak hanya semata-mata untuk mendapatkan ridha-Nya, perencanaan keuangan syariah juga akan membantu seseorang agar dapat mengoptimalkan pengelolaan harta.

Sudah menjadi hal lumrah bahwa setiap orang memiliki keinginan untuk merencanakan keuangan dengan baik agar dapat mencapai tujuan finansial yang diinginkan.

Lebih lanjut, dalam Islam, merencanakan pengeluaran dan pemasukan uang telah diatur dalam beberapa prinsip-prinsip.

Oleh karena itu, jenis perencanaan keuangan ini dianggap sebagai proses pencapaian tujuan keuangan yang optimal, terintegrasi, dan terstruktur.

Baca juga: 7 Perbedaan Ekonomi Syariah dan Ekonomi Konvensional

3. Menghindari Riba

Terhindar dari riba merupakan prinsip dasar perencanaan keuangan syariah bagi umat islam.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Q.S Al Baqarah: 275:

"Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba."

Ayat di atas menekankan bahwa riba itu haram, dan merupakan kewajiban bagi seorang muslim untuk menghindarinya.

Untuk itu, melakukan perencanaan keuangan berbasis prinsip syariah juga menjadi kewajiban agar setiap persen harta yang dimiliki halal di mata Sang Pencipta.

Prinsip Perencanaan Keuangan Syariah

Dalam perencanaan keuangan syariah, terdapat beberapa prinsip-prinsip yang harus diikuti, antara lain:

1. Asal Perolehan Harta

Dalam Islam, harta yang didapatkan harus berasal dari sumber halal.

Artinya, setiap pendapatan yang diperoleh tidak boleh berasal dari sumber haram, seperti riba, judi, atau korupsi.

Selain itu, Anda juga harus memastikan bahwa setiap transaksi keuangan yang dilakukan tidak melanggar prinsip-prinsip syariah.

2. Cara Melindungi Harta

Islam mengajarkan bahwa melindungi harta merupakan salah satu kewajiban bagi setiap muslim.

Anda harus memastikan bahwa harta yang dimiliki terlindungi dari berbagai risiko, seperti pencurian, kebakaran, atau kerusakan.

Salah satu cara untuk melindungi harta adalah dengan membeli asuransi syariah yang sesuai dengan prinsip-prinsip agama.

Baca juga: Investasi Syariah: Pengertian, Jenis, Syarat dan Cara Hitung

3. Kemana Harta Seharusnya Dihabiskan

Dalam Islam, umatnya diajarkan untuk membagi harta dengan cara yang benar dan sesuai dengan prinsip agama.

Anda harus memastikan bahwa setiap pengeluaran yang dilakukan sesuai dengan prinsip agama, seperti bersedekah, berzakat, atau infaq.

Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang, seperti investasi untuk pensiun, pendidikan anak, atau kesehatan.

4. Cara Mengelola Harta

Mengelola harta dengan cara yang benar dan efektif juga merupakan bagian dari prinsip perencanaan keuangan syariah.

Anda harus memastikan bahwa setiap investasi yang dilakukan sesuai dengan prinsip agama agar memberikan hasil terbaik.

Salah satu cara untuk mengelola harta adalah dengan memanfaatkan produk keuangan berbasis syariah, seperti deposito syariah, sukuk, atau reksa dana syariah.

Manfaat Perencanaan Keuangan Syariah

Layaknya tujuan-tujuan perencanaan keuangan syariah, berikut adalah manfaat yang bisa didapatkan:

1. Meningkatkan Ketaqwaan Kepada Tuhan

Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Hasyr ayat 18:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Perencanaan keuangan ini akan mendorong Anda menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam setiap transaksi yang dilakukan.

Sehingga, memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil tidak hanya berorientasi pada keuntungan materi, tetapi juga mengutamakan nilai-nilai agama dan meningkatkan ketaqwaan.

2. Meningkatkan Keberkahan dalam Keuangan

Apalah artinya kekayaan tanpa keberkahan bagi seorang muslim. Kemewahan yang dinikmati pun hanya akan terasa hampa dan membuat diri terasa semakin jauh dari-Nya.

Untuk itu, ketika mengelola keuangan dengan prinsip-prinsip syariah, hidup akan jauh lebih tenang sebab setiap keputusan yang diambil telah sesuai dengan ketentuan agama.

Dalam jangka panjang, hal ini akan membawa keberkahan akan hal keuangan dan memperbaiki kondisi finansial secara keseluruhan.

Baca juga: Pengertian Akad Rahn, Sumber Hukum, Syarat, dan Manfaatnya

Cara Menerapkan Perencanaan Keuangan Syariah

Merencanakan keuangan yang sesuai dengan ketentuan agama sebenarnya tidaklah rumit seperti bayangan banyak orang.

 

Anda hanya perlu memperhatikan 4 cara di bawah ini untuk mulai merencanakannya.

1. Perhatikan Setiap Aspek Keuangan dari Sudut Pandang Agama

Perencanaan keuangan syariah berbeda dengan perencanaan keuangan konvensional.

Perencanaan keuangan jenis ini mengharuskan Anda untuk memperhatikan setiap aspek keuangan dari sudut pandang agama, seperti hukum halal dan haram, riba, serta gharar.

2. Bersedekah, Berzakat, atau Infaq

Sebagai seorang muslim, bersedekah, berzakat, atau infaq merupakan salah satu cara untuk mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Selain itu, bersedekah, berzakat, atau infaq juga bisa membantu mengelola keuangan Anda menjadi lebih stabil dan bermakna.

Dalam perencanaan keuangan berbasis prinsip syariah, bersedekah, berzakat, atau infaq dapat dijadikan salah satu anggaran yang harus dipenuhi.

3. Buat Rencana Keuangan Sesuai dengan Prinsip Agama

Dalam membuat rencana keuangan, Anda harus memastikan bahwa setiap investasi atau transaksi keuangan yang dilakukan tidak bertentangan dengan ketentuan agama.

Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang dan menengah, seperti pensiun, pendidikan anak, atau kesehatan.

4. Manfaatkan Produk Keuangan Berbasis Syariah

Produk keuangan berbasis syariah merupakan produk keuangan yang sesuai dengan prinsip agama.

Anda bisa memanfaatkan produk keuangan berbasis syariah untuk mengelola keuangan dengan lebih baik dan aman.

Dengan membuat rencana yang sesuai dengan prinsip agama dan memanfaatkan produk berbasis syariah, pengelolaan finansial akan lebih baik dan aman.

Demikian informasi seputar perencanaan keuangan syariah yang meliputi tujuan, prinsip, manfaat, serta cara penerapannya.

Dengan menerapkan perencanaan keuangan berbasis prinsip syariah Sobat OCBC NISP bisa mencapai keberkahan dalam keuangan.

Nah, jika tertarik dengan perencanaan keuangan syariah, layanan dan produk syariah OCBC NISP bisa menjadi pilihan tepat bagi Anda untuk menjalani setiap langkah dengan hidayah.

Baca Juga: Bank Syariah Lebih Tahan Krisis Moneter, Apa Alasannya?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

OCBC mobile

OCBC mobile

Syariah - Pembiayaan

Syariah - Pembiayaan

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen
  • Syariah

5 Pertanyaan Asuransi Syariah yang Wajib Ditanyakan ke Agen

13 6月 2025

Bingung pilih asuransi syariah? Jangan sampai salah! Simak 5 pertanyaan krusial ini yang wajib ditanyakan ke agen asuransi.