Individu

Apa itu Financial Fair Play? Ini Pengertian dan Regulasinya!

26 4月 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Financial fair play adalah kebijakan yang diterapkan oleh UEFA (Union of European Football Associations) untuk klub sepak bola Eropa.

Secara umum, tujuan dari diberlakukannya financial fair play adalah untuk memastikan bahwa klub sepak bola Eropa mengelola keuangan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Untuk memahami apa itu financial fair play secara lebih lanjut, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Apa itu Financial Fair Play?

Sejak pertama kali diperkenalkan oleh UEFA pada tahun 2009, dan diterapkan di 2011, financial fair play telah menjadi regulasi dari banyak liga sepak bola besar di seluruh dunia. 

Pada dasarnya, financial fair play adalah serangkaian aturan dengan tujuan untuk memastikan bahwa klub sepak bola memenuhi kriteria keuangan yang sehat dan berkelanjutan.

Aturan-aturan ini diberlakukan untuk mencegah klub-klub yang memiliki sumber daya finansial besar membeli banyak pemain dan menghabiskan uang melebihi kemampuan, sehingga meningkatkan risiko bangkrut.

Tujuan Financial Fair Play

Ide dasar dari financial fair play adalah untuk menciptakan persaingan yang sehat dan berkelanjutan dalam sepak bola. 

Dengan menerapkan aturan financial fair play, UEFA dan liga-liga sepak bola besar di seluruh dunia diharapkan dapat menciptakan persaingan adil antar klub yang berbeda-beda.

Di samping itu, tujuan lain dari financial fair play adalah untuk memastikan bahwa klub-klub sepak bola menjalankan bisnis mereka secara sehat dan tidak mengeluarkan uang lebih dari kemampuan mereka. 

Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko bangkrut dan memberi kesempatan kepada klub kecil dan menengah untuk bersaing dengan klub yang lebih besar secara adil.

Baca juga: Transaksi Keuangan: Pengertian dan Contohnya Sehari-hari

Regulasi Financial Fair Play

Pada tahun 2009, UEFA menemukan bahwa lebih dari setengah 665 total klub Eropa mengalami kerugian finansial selama setahun sebelumnya.

Selain itu, setidaknya 20% dari klub yang dianalisis tersebut diyakini berada dalam bahaya finansial. 

Hal ini kemudian memicu badan pengatur untuk bertindak membuat regulasi bernama financial fair play.

Adapun beberapa regulasi financial fair play adalah sebagai berikut:

1. Financial Fair Play UEFA

Aturan financial fair play UEFA telah berubah selama bertahun-tahun, dengan penyesuaian terbaru setelah munculnya pandemi Covid.

Aturan baru UEFA mengenai financial fair play adalah memungkinkan klub mengalami kerugian sebanyak €60 juta selama tiga tahun, dibandingkan dengan tunjangan sebelumnya sebesar €30 juta. 

UEFA juga memberlakukan batasan pengeluaran untuk gaji, transfer, dan biaya agen hingga 70% dari total pendapatan klub pada 2025/2026. 

Di samping itu, klub juga diharuskan untuk melunasi hutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu tertentu.

Aturan ini juga memberikan sanksi baru jika terdapat klub yang gagal mematuhi peraturan UEFA.

2. Financial Fair Play Premier League

Financial fair play Premier League juga memiliki aturan yang serupa dengan yang diterapkan oleh UEFA. 

Dilansir dari 90 Min, Liga Premier kini telah berkembang menjadi surga uang tunai, dan Todd Boehly tampaknya telah mengolok-olok aturan financial fair play sejak ia menjadi pemilik Chelsea pada tahun 2022.

Meskipun demikian, Liga Premier memiliki undang-undang sendiri tentang keuangan, akuntansi, dan tata kelola klub. 

Beberapa aturan keuangan yang diterapkan oleh Liga Premier di antaranya adalah persyaratan bagi klub untuk membayar biaya transfer, gaji, dan tagihan pajak tepat waktu. 

Selain itu, aturan ini juga mengharuskan klub untuk menyerahkan rekening setiap tahun, dan mengungkapkan transaksi pembayaran yang dilakukan kepada agen.

Baca juga: Anggaran Keuangan: Pengertian, Tujuan Hingga Tipe-Tipenya

Dampak Pelanggaran Aturan Financial Fair Play

Dampak jika sebuah klub melanggar aturan financial fair play adalah dikenakan sanksi dan denda. 

Bergantung pada tingkat keparahan masalah, hukuman ini dapat berupa denda uang, hingga pengecualian dari kompetisi UEFA dan pencabutan lisensi.

Hal ini merupakan tindakan pencegahan yang cukup tegas, karena Liga Champions adalah sumber pendapatan besar bagi tim bersaing.

Adapun contoh pelanggaran kasus financial fair play adalah sebagai berikut:

Manchester City adalah klub terbaru yang diduga melanggar undang-undang financial fair play

Menurut sebagian sumber, Manchester City dikatakan telah melakukan lebih dari 100 pelanggaran aturan Liga Premier, setelah diadakan penyelidikan selama empat tahun oleh badan pengatur.

Ini juga bukan kali pertama klub Manchester City melakukan kesalahan. Pada 2014 lalu, klub Manchester City dan Paris Saint-Germain didakwa melanggar aturan FFP UEFA. 

Kedua klub melanggar aturan 'titik impas' UEFA (melebihi pendapatan mereka) dan kemudian didenda €60 juta (€40 juta ditangguhkan).

Sebagai hukuman, PSG mengurangi skuad UEFA mereka menjadi 21 pemain, diberi batas pengeluaran transfer serta batasan gaji selama dua tahun.

Tak hanya itu, baru-baru ini, pada tahun 2022, delapan klub, termasuk PSG, Inter, AC Milan, Juventus, dan Roma, didenda karena gagal memenuhi persyaratan 'titik impas' UEFA.

Demikian penjelasan mengenai financial fair play yang meliputi pengertian, tujuan, regulasi, serta dampak pelanggarannya.

Dapat disimpulkan bahwa financial fair play adalah regulasi yang mengatur sistem pengelolaan finansial klub sepak bola di Eropa.

Di mana, klub pelanggar akan dikenakan sanksi yang cukup berat hingga pencabutan lisensi.

Fakta yang cukup menarik bukan? Nah, jika tertarik dengan artikel seputar keuangan, Sobat OCBC NISP bisa kunjungi OCBC NISP untuk dapatkan informasi terkait finansial dan pengelolaannya.

Baca juga: Inklusi Keuangan: Arti, Tujuan, Manfaat, & Cara Meningkatkan

 

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!
  • Individu

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!

9 6月 2025

Cicilan per bulan untuk ambil KPR Rp 200 Juta berapa sih? berikut syarat dan simulasi lengkap sesuai tenor yang dipilih