Individu

Kontrak Berjangka: Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya

16 5月 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Kontrak berjangka adalah perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak dalam transaksi aset berupa komoditas di masa depan.

Namun, biasanya penetapan uang komoditas akan ditentukan sejak awal saat kesepakatan dibuat.

Nantinya, kedua belah pihak akan mendapatkan sejumlah hak dan kewajiban yang perlu dipatuhi keduanya.

Nah, jika Sobat OCBC NISP ingin mengetahui contoh kontrak berjangka serta jenis-jenisnya, simak informasi selengkapnya melalui artikel ini, ya!

Apa itu Kontrak Berjangka? 

Futures contract atau kontrak berjangka adalah suatu produk berupa perjanjian untuk menjual atau membeli aset di masa depan, dengan harga yang telah disepakati.

Cara mendapatkan kontrak berjangka adalah Sobat OCBC NISP bisa membelinya melalui pasar bursa berjangka atau di luarnya (over-the-counter).

Adapun aset yang diperjualbelikan dalam kontrak berjangka adalah berupa komoditas, seperti minyak, emas, mata uang, indeks saham, gandum, hingga jenis sekuritas lainnya.

Dalam hal ini, cara kerja kontrak berjangka adalah tidak terlalu rumit, selama belum jatuh tempo sesuai kesepakatan, maka aset dapat ditransaksikan atau dipindahtangankan berkali-kali kepada investor.

Namun, perbedaan kontrak opsi dan kontrak berjangka dapat dilihat pada hak serta kewajiban bagi para pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Pihak penjual dan pembeli dalam kontrak berjangka wajib mematuhi perjanjian pada tanggal yang telah disepakati sebelumnya.

Sementara itu, pada kontrak opsi, terdapat hak bagi pemegang aset untuk membeli atau menjualnya di masa depan dengan harga yang telah disepakati.

Baca juga: Apa itu Obligasi FR (Fixed Rate)? Ini Kelebihan & Risikonya

Fungsi Kontrak Berjangka 

Kontrak berjangka memiliki fungsi yang dapat dirasakan dampaknya bagi dunia keuangan, antara lain yaitu:

1. Mengurangi Risiko Fluktuasi Harga Aset 

Dengan melakukan transaksi kontrak berjangka, investor bisa mengunci harga jual atau beli pada suatu aset ketika perjanjian dibuat.

Sehingga, kontrak berjangka dapat berfungsi untuk melindungi para investor dari risiko fluktuasi yang tidak bisa diprediksi.

2. Mempertahankan Likuiditas Pasar 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, cara kerja kontrak berjangka adalah tetap dapat diperjualbelikan selama belum jatuh masa tempo.

Maka dari itu, selama kontrak berjangka berpindah tangan berkali-kali, hal ini dapat mempertahankan bahkan meningkatkan likuiditas di pasar.

3. Memperoleh Keuntungan dari Kenaikan Harga 

Selanjutnya, fungsi kontrak berjangka adalah dapat digunakan untuk memperoleh keuntungan jika terdapat perubahan harga pada aset.

Apabila investor meyakini bahwa akan ada kenaikan harga pada kontrak berjangka di masa depan, maka mereka bisa melakukan long position.

Nah, jika harga aset tersebut benar-benar mengalami kenaikan, maka investor akan memperoleh keuntungan yang besar.

4. Membantu Mengelola Manajemen Risiko 

Dengan bertransaksi kontrak berjangka, perusahaan atau investor bisa mengelola manajemen risiko mengenai naik turunnya harga aset.

Sehingga dalam hal ini, fungsi kontrak berjangka adalah dapat mengurangi kerugian serta meningkatkan keuntungan dari risiko yang mungkin terjadi.

Spesifikasi Kontrak Berjangka

Spesifikasi kontrak berjangka adalah untuk menjelaskan jumlah mutu dan aset yang terdapat di dalam suatu perjanjian, di antaranya: 

1. Ukuran Kontrak (Contract Size) 

Ukuran kontrak akan menentukan berapa banyak jumlah aset yang bisa diperjualbelikan dalam setiap perjanjian, namun menyesuaikan dengan kebutuhan market.

2. Standar Mutu 

Spesifikasi standar mutu dalam kontrak berjangka adalah untuk menilai komoditas yang diperjualbelikan melalui bursa.

3. Tenggat Kontrak 

Tenggat kontrak adalah masa berakhirnya perjanjian yang diperdagangkan akan tetap aktif, dan menyesuaikan dengan waktu produksi komoditinya.

4. Perubahan Harga Minimum (Tick Size) 

Perubahan harga minimum atau tick size dalam kontrak berjangka ditentukan berdasarkan penilaian efektivitas aset terhadap pasar.

5. Jumlah Maksimum 

Berbeda dengan perubahan harga minimum, jumlah maksimum dalam kontrak berjangka merupakan posisi jual atau beli netto setiap harinya agar dapat dikuasai oleh seluruh pihak selama satu bulan perjanjian.

6. Wajib Lapor Transaksi 

Saat melakukan transaksi kontrak berjangka di bursa, maka baik penjual maupun pembeli wajib lapor kepada lembaga kliring untuk menjaga integritas serta meminimalkan risiko.

7. Jumlah Dana Minimal (Margin) 

Margin merupakan jumlah dana minimal yang perlu disiapkan oleh nasabah jika ingin membuka peluang dalam transaksi kontrak berjangka.

8. Penyelesaian Kontrak Berjangka 

Spesifikasi kontrak berjangka penyelesaian merupakan tahapan final dalam menentukan hasil akhir sebuah transaksi kontrak berjangka, apakah dilakukan secara fisik atau tunai.

Baca juga: Surat Perjanjian Investasi: Manfaat, Jenis, dan Contohnya

Kelebihan dan Kekurangan Kontrak Berjangka 

Sama seperti jenis aset lainnya, kontrak berjangka juga memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri.

Kontrak berjangka memiliki sejumlah kelebihan yang perlu Sobat OCBC NISP perhatikan jika ingin membelinya, yaitu:

  • Mudah untuk daftar menjadi anggota, pada kontrak indeks saham minimal, jumlah margin awalnya adalah di bawah $1000.

  • Dapat menghasilkan lebih banyak keuntungan dengan mengurangi saham.

  • Kontrak berjangka tidak memiliki aturan Perdagangan Pola Harian (Pattern Day Trader).

Sementara itu, berikut adalah kekurangan atau risiko kontrak berjangka yang perlu Sobat OCBC NISP perhatikan, yaitu:

  • Risiko kontrak berjangka adalah jauh lebih besar, karena nilai margin awal yang rendah. Sehingga, nantinya Sobat OCBC NISP perlu mengeluarkan lebih banyak uang di masa depan.

  • Pemegang kontrak berjangka akan memiliki tanggung jawab tanpa terbatas, jika harga pasar terus bergerak melawan arus.

  • Berpotensi kehilangan investasi sebelum mendapatkan keuntungan, akibat fluktuatif harga pasar.

Contoh Kontrak Berjangka 

Beberapa contoh kontrak berjangka yang diperdagangkan dalam pasar internasional, antara lain yaitu:

1. Kontrak Berjangka Minyak Mentah (Crude Oil Futures):

  • Intercontinental Exchange (ICE)

  • London International Financial Futures and Options Exchange (LIFFE)

  • New York Mercantile Exchange (NYMEX)

2. Kontrak Berjangka Emas (Gold Futures): 

  • Shanghai Gold Exchange (SGE)

  • Tokyo Commodity Exchange (TOCOM)

  • COMEX (New York)

3. Kontrak Berjangka Mata Uang (Currency Futures): 

  • Tokyo Financial Exchange (TFX)

  • Chicago Mercantile Exchange (CME)

  • Eurex

4. Kontrak Berjangka Indeks Saham (Stock Index Futures): 

  • Osaka Securities Exchange (OSE)

  • Eurex

  • Chicago Mercantile Exchange (CME)

Itulah penjelasan mengenai apa itu kontrak berjangka, fungsi, jenis-jenis, kelebihan dan kekurangan, serta contohnya.

Dapat disimpulkan bahwa kontrak berjangka adalah perjanjian yang dibuat untuk mendapatkan keuntungan mengenai harga komoditas di masa depan.

Umumnya, kontrak berjangka akan membuat keuntungan bagi kedua belah pihak dengan harga yang berbanding terbalik.

Yap, jika harga naik hal tersebut akan menguntungkan bagi pembeli karena ia dapat membeli aset dengan nilai yang lebih rendah.

Sebaliknya, jika nilai aset turun, maka hal ini akan menguntungkan bagi penjual karena memperoleh harga jual yang lebih tinggi. 

Well, semoga informasi mengenai kontrak berjangka ini dapat bermanfaat bagi Sobat OCBC NISP, ya!

Untuk mengetahui informasi lainnya mengenai finansial dan instrumen investasi lainnya, yuk, langsung pelajari dengan mengunjungi website OCBC NISP

Baca juga: Sistem Informasi Keuangan: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!
  • Individu

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!

9 6月 2025

Cicilan per bulan untuk ambil KPR Rp 200 Juta berapa sih? berikut syarat dan simulasi lengkap sesuai tenor yang dipilih