Individu

Bisakah Hidup dari Hasil Trading Saham?

13 1月 2025 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Keuntungan bermain saham memang sangat menggiurkan bak bisa menjadi jalan alternatif untuk mengejar impian merdeka keuangan. Namun sebelum terjun ke dunia saham, kamu perlu paham dulu apa itu saham.

Apa Itu Saham?

Saham adalah surat berharga yang menunjukkan kepemilikan sebagian modal suatu perusahaan. Dengan membeli saham berarti kamu sudah ikut memiliki sebagian kecil dari perusahaan tersebut.

Ketika saham perusahaan tersebut berjalan naik hingga mendapatkan keuntungan, maka nilai saham kita juga naik. Hal inilah yang membuat banyak investor yang ikut tertarik berinvestasi saham.

Nantinya, jika kenaikan yang dirasakan cukup signifikan, kamu bisa menjual saham yang kamu miliki. Kamu akan mendapatkan keuntungan selisih dari pembelian pertama. Besarnya, tergantung jumlah saham yang kamu miliki.

Seorang trader berpengalaman yang melakukan jual beli saham bisa meraup cuan hingga Rp30 Juta per bulan. Namun untuk pemula, penghasilan dari trading saham mungkin masih berkisar di angka Rp5 Juta.

Terlihat menggiurkan memang. Namun perlu kamu ingat bahwa ada risiko yang perlu kamu tanggung jika kamu memutuskan untuk trading saham karena jual beli saham tak selalu untung.

Ada kalanya kamu akan mengalami kerugian karena saham yang kamu beli ternyata mengalami penurunan harga. Jika ini terjadi, biasanya ada dua hal yang bisa dipilih trader yaitu jual rugi atau hold.

Baca Juga: 3 Cara Mencari Jumlah Saham Beredar & Contoh Perhitungannya

Karena risiko tersebut, ada beberapa pertimbangan dan perencanaan yang perlu kamu lakukan agar hasil trading saham dapat lebih maksimal. Beberapa pertimbangan tersebut adalah:

Modal

Untuk membeli saham, tentu saja kamu membutuhkan modal untuk memulai. Saat ini, di bursa pasar saham, sudah ada ribuan emiten saham dengan harga variatif.

Saham biasanya dijual per lembar dengan minimal pembelian 1 lot atau 100 lembar saham. Jadi misalnya kamu memiliki modal Rp100 Ribu, kamu bisa mulai mencari harga saham yang berharga maksimal Rp1.000.

Dengan begitu, kamu bisa membeli 1 lot saham atau 100 lembar saham. Namun pastikan tidak hanya berpatokan dari harga saja, kamu perlu mengetahui bagaimana potensi saham yang kamu beli.

Jika kamu beruntung, kamu mungkin akan mendapat keuntungan dari kenaikan saham. Namun jika tidak, bisa saja kamu akan mengalami kerugian bahkan uang Rp100 yang kamu jadikan modal akan melayang.

Belajar Analisis Pasar

Setelah memahami tentang saham dan menyiapkan modal, selanjutnya kamu perlu memahami analisis pasar.  Hal ini sangat penting karena bisa jadi modal untuk mendapatkan prediksi ke depannya.

Banyak sekali hal yang bisa kamu lakukan untuk menganalisa harga pasar seperti rutin membaca berita pasar modal tentang perusahaan yang kamu miliki sahamnya sampai perusahaan yang sahamnya sedang diincar.

Perencanaan

Selanjutnya, kamu perlu melakukan riset soal memilih saham yang tepat, memperhatikan biaya transaksi, hingga memilih perusahaan dengan sekuritas yang tepat.

Kamu juga perlu membuat daftar saham untuk trading, memikirkan titik entry (kapan harus membeli), titik exit (kapan harus menjual), serta titik cut loss (sampai batas mana saat harga saham turun untuk dijual) sejak awal.

Setelah itu, kamu wajib disiplin dalam menjalankannya dan jangan mengandalkan emosi untuk mengambil keputusan.

Bisakah Hidup dari Trading Saham?

Hidup dari saham? Jawabannya bisa. Tapi tentu saja tidak semudah yang dibayangkan. Kamu perlu memiliki kemampuan yang cukup untuk bisa mengerti cara bermain saham agar menguntungkan.

Selain itu, untuk bisa mendapat keuntungan yang besar, kamu juga memerlukan modal yang cukup besar. Semakin besar modal awal pembelian awal saham, maka keuntungan yang didapatkan jika saham tersebut meningkat pun lebih besar.

Saham memang salah satu instrumen investasi yang dapat digunakan untuk mengejar kemerdekaan finansial. Namun sebenarnya, kamu bisa juga mencoba instrumen investasi lainnya seperti deposito atau obligasi.

Investasi deposito mungkin saja tidak terlalu memberikan return yang besar seperti saham. Namun investasi ini relatif lebih aman karena simpanan deposito di Bank dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sementara obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh entitas pemerintahan atau perusahaan dengan jangka waktu tertentu. Arti obligasi sendiri sering disebut sebagai surat pengakuan utang atau surat utang saja.

Penerbit surat utang tersebut berarti mengakui telah berhutang pada pembeli obligasi sesuai dengan waktu jatuh tempo yang disepakati. Pembayaran yang harus dilunasi tersebut yakni utang pokok ditambah dengan bunga.

Dalam obligasi, istilah bunga lebih sering disebut sebagai kupon.  Obligasi sendiri merupakan instrumen investasi yang bisa dipilih investor di pasar modal selain efek saham yang diperdagangkan.

Obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah dijamin 100 persen oleh negara sehingga investasi ini disebut sangat aman. Jika kamu ingin membeli obligasi, kamu dapat melakukannya melalui OCBC mobile.

Cara Beli Obligasi di OCBC mobile

Membeli obligasi melalui OCBC Mobile adalah cara yang praktis dan efisien untuk memulai investasi. Berikut adalah langkah-langkah umum yang perlu kamu ikuti.

Namun sebelum itu, kamu perlu melakukan beberapa hal berikut ini:

  1. Memiliki Rekening OCBC

    Pastikan kamu sudah memiliki rekening di OCBC. Jika belum, kamu perlu membuka rekening terlebih dahulu.

  2. Mendaftar di Sistem Registrasi Investasi (SRI)

    Jika kamu belum pernah berinvestasi dalam obligasi, kamu perlu mendaftar di SRI. Proses pendaftaran ini biasanya dilakukan melalui Bank atau lembaga penunjang pasar modal lainnya.

  3. Melengkapi Profil Investor
  4. Setelah mendaftar di SRI, kamu perlu melengkapi profil investor kamu di aplikasi OCBC Mobile. Profil ini akan berisi informasi mengenai tingkat risiko yang kamu toleransi, tujuan investasi, dan data pribadi lainnya.

Langkah-langkah Pembelian

  1. Buka aplikasi OCBC Mobile
  2. Klik Menu "Investasi" atau "Obligasi"
  3. Pilih Obligasi yang Ingin Dibeli
  4. Isi Formulir Pembelian
  5. Konfirmasi Pembelian
  6. Lakukan Pembayaran

Sama seperti investasi lainnya, kamu perlu memahami karakteristik investasi obligasi sebelum memutuskan membelinya. Kamu bisa membaca banyak artikel atau jurnal tentang obligasi.

Kalau sudah memahami, jangan tunda untuk membeli obligasi demi kemerdekaan finansial yang kamu idam-idamkan, ya!

Baca Juga: Pengertian Harga Saham, Cara Analisa dan Faktor Perubahannya

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!
  • Individu

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!

9 6月 2025

Cicilan per bulan untuk ambil KPR Rp 200 Juta berapa sih? berikut syarat dan simulasi lengkap sesuai tenor yang dipilih