Individu

Mengenal Istilah AUM (Asset Under management) dalam Investasi

2 12月 2021 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Aum adalah indikator yang sangat penting untuk diperhatikan ketika investor memilih reksadana. Hal ini karena nilai aum dapat menunjukkan seberapa banyak orang atau perusahaan telah berinvestasi pada instrumen tersebut. Selain itu, dari nilai tersebut Anda juga dapat melihat bagaimana kinerja manajer investasi dalam pengelolaannya.

Nah, pada artikel kali ini, OCBC akan membahas mengenai pengertian aum dan perannya dalam dunia investasi. Yuk simak!


Pengertian AUM

Aum atau Asset Under Management adalah total nilai pasar yang didapatkan tiap kali investor mempercayakan investasinya kepada manajer investasi. Definisi dan formula perhitungannya dapat berbeda-beda di tiap perusahaan.

Istilah ini sangat populer di kalangan investor reksadana. Biasanya, komponen AUM adalah tabungan di bank, total portofolio investasi, dan uang tunai. Namun terkadang nominal yang ditabung dan uang tunai tidak dimasukkan ke dalam perhitungan karena dinilai tidak terlalu memberikan return tinggi bagi investor.

Adapun total AUM adalah keseluruhan dana yang dikelola reksadana. Semakin besar nominalnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat pada produk reksadana dan manajer investasi pengelolanya cukup tinggi.

Dalam dunia investasi AUM, adalah bahan pertimbangan kualitas kinerja manajer investasi dan manajemen perusahaan. Dengan memantau nominal dan kestabilan pertumbuhannya, investor dapat mempertimbangkan apakah mereka ingin menanamkan dananya pada bisnis tersebut.

Contoh Asset Under Management adalah AUM reksadana. Katakanlah dalam suatu portofolio saham dan obligasi terdiversifikasi terdapat Rp1 miliar saham, Rp2 miliar korporasi, Rp4 miliar tunai, dan Rp3 miliar obligasi pemerintah.

Dari nominal di atas, total AUM adalah hasil penjumlahan dari semuanya, yakni Rp10 miliar. Namun apabila manajer investasi tidak ingin memasukkan uang tunai ke dalam perhitungan, maka nominalnya adalah Rp6 miliar.

Selain AUM reksadana, dalam dunia investasi dapat ditemui AUM lain, yakni pada perusahaan broker, manajer investasi individu, maupun venture capital. Semuanya memiliki fungsi serupa, yakni sebagai alat untuk menunjukkan total aset yang dikelola bagi klien.


Faktor yang Mempengaruhi Jumlah AUM

Indikator ini memiliki nominal berbeda-beda di tiap perusahaan. Adapun faktor yang mempengaruhi jumlah AUM adalah sebagai berikut.

  1. Terjadi penambahan investor atau aset baru akan meningkatkan nilai AUM.
  2. AUM dapat berkurang jika terjadi penurunan harga pasar, pengurangan jumlah investasi penutupan dana, maupun investor merugi.
  3. Nilai sekuritas di tempat AUM diinvestasikan. Hal ini karena ketika nilai pasar sekuritasnya meningkat, maka AUM reksadana juga mengalami peningkatan.
  4. Total dividen perusahaan dalam portofolio institusi jika diinvestasikan kembali atau tanpa dibagikan.

Pentingnya Aum Bagi Investor

Sebagaimana telah disinggung di atas, AUM adalah komponen penting dalam menilai kinerja manajer investasi suatu perusahaan. Selain itu, indikator ini juga memiliki peran sebagai berikut.

  1. Menunjukkan Transparansi Kinerja Manajer Investasi
    Dengan mengetahui Asset Under Management reksadana, investor dapat melihat bagaimana kinerja manajer investasi. Hal ini sangat penting karena mereka lah yang akan mengelola dana investor. Oleh karena itu, Anda mendapat transparansi atas kinerja mereka dari waktu ke waktu.

  2. Sarana Pengawasan Pengelolaan Dana Investasi
    Ketika menanamkan modal pada instrumen investasi, AUM adalah indikator penting untuk mengetahui perkembangan perusahaan serta bagaimana manajer investasi mengelola dana Anda. Dengan demikian, investor dapat menentukan apakah produk tersebut menguntungkan atau justru sebaliknya.

  3. Indikator Likuiditas Saat Menilai Pasar
    Semakin besar AUM suatu perusahaan, maka makin tinggi pula jaminan adanya pencairan dalam jumlah besar. Hal ini sangat menguntungkan jika Anda memiliki dana dan likuid yang sensitif pada pencairan besar-besaran sehingga mampu menghindari shock offloading.

  4. Pertimbangan Memilih Instrumen Investasi
    AUM adalah indikator yang dapat membantu kita untuk memilih instrumen dengan prospek paling menjanjikan. Hal ini karena semakin banyak investor menunjukan makin populer dan tinggi pula kepercayaan masyarakat pada reksadana dan manajer investasi pengelolanya.

    Meskipun tingginya nilai AUM adalah penunjuk popularitas dan keuntungan, Anda juga perlu memperhatikan reputasi serta kepatuhan manajer pada mandat investasi. Hal ini karena banyak perusahaan yang menyesuaikan ukuran AUM mereka dengan pesaing, bukan pada nominal sebenarnya.


Peran AUM Bagi Perusahaan

Selain memberikan dampak kepada investor, indikator yang satu ini juga berperan penting bagi suatu perusahaan. Adapun peran AUM adalah sebagai berikut.

  1. Sebagai alat pemasaran utama untuk menarik investor baru.
  2. Menentukan aliran investasi yang akan menjadi kekuatan bagi perusahaan agar tetap eksis.
  3. Alat evaluasi perusahaan dalam menilai kinerja manajemen.
  4. Tolok ukur keberhasilan bisnis, karena semakin besar AUM, makin besar pula pendapatan dalam bentuk biaya manajemen.
  5. Alat pembanding dengan perusahaan lain.

Sebagai catatan, meskipun tingginya nilai AUM menunjukkan popularitas dan keuntungan, namun pertumbuhannya tetap harus dikontrol. Nominal yang terlalu tinggi dapat berakibat buruk pada nilai pasar karena jika jumlah dana terlalu besar, akan sulit dialokasikan tepat waktu.

Nah, seperti yang telah dijabarkan di atas, meskipun AUM adalah indikator penting, namun dalam berinvestasi reksadana, jangan hanya berpatokan pada hal ini, namun perhatikan pula beberapa kriteria berikut.

  • Pilih reksadana dengan umur yang telah mencapai 5 tahun, hal ini menunjukkan bahwa produk tersebut mampu melewati fluktuasi dengan baik sehingga dapat dikatakan tahan banting.
  • Pilih reksadana yang mudah didapatkan.
  • Sesuaikan management fee dengan budget Anda.
  • Lihat rasio return and risk dan pilih yang paling sesuai dengan Anda.

Itu tadi pembahasan OCBC mengenai pengertian aum, asset under management reksadana, dan manfaatnya bagi perusahaan maupun investor. Jangan lupa sesuaikan juga produk investasi dengan kondisi finansial Anda. Semoga sukses!


Baca Juga:

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Reksa Dana

Reksa Dana

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!
  • Individu

5 Kesalahan Fatal Anggaran Proposal yang Bikin Ditolak Client!

18 6月 2025

Jangan sampai proposalmu ditolak karena anggaran berantakan! Simak 5 kesalahan umum dalam menyusun anggaran biaya proposal yang wajib dihindari.

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!
  • Individu

Apakah Asuransi Jiwa Bisa Dicairkan Sebelum Meninggal Dunia? Cek Faktanya di Sini!

17 6月 2025

Tidak banyak yang tahu, tapi asuransi jiwa bisa dicairkan sebelum meninggal, loh! Namun tetap ada syarat dan ketentuannya. Yuk cek fakta-faktanya berikut ini!

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!
  • Individu

Pinjaman Apa Saja yang Masuk BI Checking? Cek 7 Jenis Ini!

13 6月 2025

Ternyata, 7 jenis pinjaman ini tercatat di BI Checking dan bisa mempengaruhi credit score jika tidak diselesaikan dengan baik. Cari tahu detailnya di artikal ini, yuk!

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!
  • Individu

Mau Ambil KPR 200 Juta? Ini Cicilan Per Bulan yang Harus Disiapkan!

9 6月 2025

Cicilan per bulan untuk ambil KPR Rp 200 Juta berapa sih? berikut syarat dan simulasi lengkap sesuai tenor yang dipilih