
Sumber: Bloomberg, 20 Januari 2023
Para pembuat kebijakan menyatakan kelegaan akan turunnya inflasi AS, dan membuka peluang akan penurunan laju kenaikan suku bunga AS menjadi 25 basis poin ke kisaran 4.50-4.75%. Pertemuan pejabat Fed selanjutnya untuk memutuskan tingkat suku bunga, akan berlangsung 2 Februari 2023 mendatang. Estimasi kenaikan ini lebih rendah dibandingkan sebelumnya, sehingga tentunya hal ini memberikan angin segar bagi pasar obligasi global, termasuk Indonesia.
Tak hanya faktor eksternal, beberapa faktor positif dalam negeri juga mendukung pasar obligasi di 2023:
- Penerbitan obligasi yang lebih rendah di 2023, akan membuat supply obligasi berkurang di pasar. Hal ini diakibatkan oleh pertumbuhan pendapatan Pemerintah yang baik di tahun 2022, sehingga Pemerintah tidak perlu menerbitkan surat hutang yang terlalu banyak.
- Jumlah kepemilikan investor asing di pasar obligasi yang cukup rendah atau underowned, dimana hal tersebut dapat mengurangi volatilitas akibat massive net sell dari investor asing.
- Indikator makro yang semakin baik, dimana Pemerintah berencana menurunkan defisit anggaran di bawah 3% di tahun 2023
- Potensi perlambatan ekonomi global dan potensi pelonggaran kebijakan bank sentral, memicu permintaan terhadap aset pendapatan tetap (non-risky asset)
Secara keseluruhan, prospek untuk pasar obligasi di tahun ini sangatlah menarik. Maka dari itu, akumulasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap merupakan solusi yang tepat, karena 80% alokasi dananya sebagian besar ditempatkan pada instrumen obligasi (surat utang) dan sisanya ke pasar uang.
OCBC NISP menawarkan berbagai macam Reksa Dana Pendapatan Tetap, yang dikelola oleh Manajer Investasi yang memiliki kredibilitas cukup baik.
Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Rupiah per 17 Januari 2023
| Nama Reksa Dana | Dividen/ Non-Dividen | Strategi Portfolio | Kinerja 3 bulan* | Kinerja 6 bulan* |
|---|---|---|---|---|
| Ashmore Dana Obligasi Nusantara | Dividen (per 6 bulan) | Menengah – panjang | 1.75% | 2.30% |
| Ashmore Dana Obligasi Unggulan Nusantara | Dividen (bulanan) | Pendek | 1.24% | -0.77% |
| Schroder Dana Mantap Plus II | Dividen (per 6 bulan) | Menengah – panjang | 3.92% | 2.32% |
| Schroder Dana Andalan II | Dividen (bulanan) | Pendek | 0.08% | -0.91% |
| BNP Paribas Prima II | Non – dividen | Menengah – panjang | 4.51% | 4.52% |
| Batavia Dana Obligasi Ultima | Dividen (bulanan) | Pendek | 1.65% | 0.56% |
| Manulife Pendapatan Bulanan II | Dividen (bulanan) | Pendek | 1.26% | 0.13% |
| Mandiri Investa Dana Utama | Dividen (bulanan) | Pendek | 1.02% | -0.25% |
Sumber: Bloomberg, 17 Januari 2023
*Kinerja dihitung di luar pembayaran dividen reguler
Kunjungi website kami disini untuk informasi lebih lanjut, atau hubungi Relationship Manager Anda, atau kunjungi cabang OCBC NISP terdekat.