Berdasarkan komponennya, pertumbuhan tersebut dipengaruhi dari peningkatan investasi pada properti komersial dan pergudangan.
Selain itu, stabilnya sektor ketenagakerjaan juga menjadi salah satu faktor yang mendukung fundamental ekonomi AS.
Tingkat pengangguran AS bulan Juli dilaporkan sebesar 3,5%, turun dari periode sebelumnya di 3,6%.
Angka tersebut disebabkan jumlah peningkatan lapangan kerja yang dilaporkan sebesar 268 ribu.
Sektor ketenagakerjaan AS masih cukup kuat, terlepas dari upaya bank sentral Fed untuk menurunkan tingkat inflasi dengan menaikkan suku bunga secara agresif.
Dari sisi korporasi, berdasarkan data Factset di awal bulan Agustus, dari seluruh emiten dalam indeks S&P 500, 84% diantaranya telah merilis kinerja keuangan kuartal II, dan 79% nya melaporkan laba di atas ekspektasi pasar, serta di atas rata- rata 5 tahun terakhir.
Secara agregat, laba telah melampui estimasi awal sebanyak 7,2%, lebih tinggi dari rata -rata 10 tahun terakhir di 6,4%.
Berdasarkan dari beberapa indikator di atas, dapat disimpulkan perekonomian AS terlihat lebih kuat dari yang dikhawatirkan sebelumnya.
Beberapa lembaga keuangan global telah merevisi naik outlook pertumbuhan ekonomi AS.
IMF menaikan pertumbuhan ekonomi AS untuk 2023 sebesar 1,8%, dari sebelumnya 1,6% di bulan April.
Begitu pula dengan World Bank yang merevisi naik menjadi 1,1%, dari sebelumnya di 0,5%.
Pandangan yang lebih optimis tersebut mencerminkan bahwa perekonomian AS diproyeksikan akan bertumbuh lebih baik di 2023, dibandingkan estimasi sebelumnya yang memperkirakan terjadinya resesi di AS di tahun ini.
Kelas aset seperti saham, berpotensi untuk melanjutkan kinerja yang cukup baik tahun ini.
Indeks S&P500 walaupun melemah dalam sebulan terakhir, namun masih memiliki kinerja 13,83% secara year-to-date (per 17 Agustus 2023).
Selain jenis sektor yang defensif seperti konsumsi bahan pokok, utilitas dan kesehatan; saham sektor teknologi yang berkaitan dengan pengembangan Artificial Intelligence diperkirakan akan tetap diminati.
Akan tetapi, pelaku pasar masih perlu waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi dari arah kebijakan Fed. Ketahanan ekonomi AS yang baik dapat mendorong Fed untuk lebih hawkish atau menahan suku bunga tetap tinggi (higher for longer).