Jebakan kepada wisatawan bisa dilakukan melalui apapun, termasuk kuliner dan restoran. Contohnya kamu harus membayar mahal untuk makanan yang tidak lezat atau bahkan tidak otentik.
Kamu pasti jengkel jika mengalami hal itu, kan? Bagaimana tidak, niat awal ingin menikmati makanan otentik di kawasan tersebut, eh malah kena jebakan dengan harus bayar mahal padahal makanannya tidak enak.
Pemandangan seperti itu juga bisa saja kamu alami ketika berkunjung ke Italia. Jangan sampai keinginanmu menikmati pizza dari negeri kelahirannya berujung pada terkurasnya kantong, ya!
Baca juga: 8 Cara Mengatur Keuangan Usaha agar Sukses & Tak Rugi
Tourist Trap Restoran Italia
Seperti dijelaskan di atas, tourist trap mengenakan harga tinggi untuk makanan yang jauh dari kata nikmat. Kondisi ini juga bisa kamu alami saat berkunjung ke Roma, Italia.
Roma merupakan kota yang penuh dengan makanan yang luar biasa. Misalnya ada tiga pasta Romawi yang terkenal, yaitu carbonara, cacio e pepe, dan amatriciana.
Selain itu, Roma juga memiliki banyak sekali kuliner dan makanan khas lokal yang bisa kamu nikmati saat di sana.
Kabar baiknya adalah makan di restoran di Roma relatif murah. Namun kamu harus jeli mencari restoran, seperti rumah makan milik penduduk setempat.
Jika sedang beruntung, kamu bisa mendapatkan makan malam 2 atau 3 menu yang sangat lezat termasuk anggur dengan harga sekitar €20-25 per orang, atau sekitar €10 untuk makan siang.
Bagaimana jika tidak beruntung? Ya, kamu harus bersiap menjadi korban tourist trap. Berikut ini adalah beberapa tourist trap restoran di Italia yang perlu kamu tahu dan bagaimana cara menghindarinya.
1. Pelayan Agresif
Cara pertama mengenali tourist trap restoran di Roma adalah dengan melihat apakah ada pelayan di luar pintu yang secara agresif mengajak tamu untuk mampir?
Jika ada, sebaiknya kamu tidak mengikuti pelayan tersebut dan mencari restoran lain. Pasalnya, restoran di Roma dengan cita rasa yang sudah teruji tidak memerlukan pelayan untuk mengajak tamu mampir.
2. Terlalu Dekat dengan Tempat Ikonik
Masuk ke restoran yang jaraknya sangat dekat dengan tempat ikonik di Roma juga bukan keputusan yang bijak. Terbukti, sering sekali ada berita seorang turis yang diminta membayar €65 untuk satu cup es krim, hanya karena lokasinya dekat dengan Piazza Navona.
Sebenarnya, tourist trap yang satu ini cukup umum di kota manapun. Restoran atau toko yang dekat dengan tempat ikonik pasti harus membayar sewa yang mahal, sehingga produk yang dijual pun harus bisa menutupi biaya yang membengkak.
Jika kamu ingin makan enak dengan harga terjangkau, menjauhlah dari tempat-tempat wisata utama. Untuk makan lebih enak lagi, pergilah ke pinggiran kota, 2 atau 3 pemberhentian dari pusat kota Roma dengan metro.
3. Restoran Viral
Ini adalah masalah yang semakin sering terjadi. Para ‘influencer’ wisata akan mempromosikan suatu tempat, dan tempat tersebut tiba-tiba akan dibanjiri oleh wisatawan yang terpengaruh.
Masalahnya, tidak semua tempat yang diviralkan itu menyajikan makanan otentik yang kamu harapkan! Selain itu, karena viral, pengunjung tempat itu bisa saja membludak dan antrean panjang pun terjadi.
Baca juga: 9 Rekomendasi Franchise Minuman Kekinian, Laris & Cepat Cuan
4. Menu yang Dilaminasi
Melansir Rome Vacations Trip, restoran dengan daftar menu berupa lembaran yang dilaminasi juga perlu diwaspadai. Pasalnya, hal itu menandakan bahwa restoran tersebut masih baru dan bisa saja mengesampingkan kesan otentik kota Roma dan masakannya.
Selain itu, sebagian besar restoran Italia yang bagus kaya akan tradisi dan akan menyajikan menu dalam format buku.
5. Restoran Tanpa Orang Italia
Ketika masuk ke sebuah restoran di Roma, kamu perlu memeriksa apakah ada orang Italia di dalamnya? Jika tidak, maka bisa jadi restoran itu tidak memenuhi selera masyarakat lokal karena cita rasa makanannya yang tidak otentik.
6. Bumbu Seasoning di Meja
Ketika berkunjung ke sebuah restoran, akan sangat wajar ketika kamu mendapati ada beberapa cup berisi bumbu seasoning seperti garam, merica bubuk, atau cabe bubuk di meja.
Namun kamu perlu waspada, karena pemandangan itu harusnya tidak ada di restoran otentik Italia!
Dalam budaya Italia, bumbu pada hidangan apa pun sudah menjadi tugas chef, bukan pengunjung restoran. Oleh karena itu restoran Italia jarang menaruh garam atau merica di atas meja.
So, jika kamu melihat garam dan merica di atas meja sebelum tiba, maka restoran tersebut jelas bukan ditujukan untuk orang Italia. Apalagi kecap dan sebagainya.
Baca juga: Apa itu Bisnis F&B? Pengertian dan Tips Memulainya
Kartu Wajib Liburan
Selain beberapa hal tersebut, tourist trap di restoran Italia juga bisa beroperasi pada metode pembayaran. Misalnya pembayaran cash, yaitu dengan tidak menyediakan uang kembalian.
Jika kembaliannya sedikit, mungkin tidak terasa. Namun jika kondisi itu terus berulang, lama-lama uang yang kamu miliki akan habis juga.
Nah untuk itu kamu perlu mengantisipasinya dengan pembayaran nontunai sehingga tidak perlu ada kembalian. Pastikan kamu belanja di tempat-tempat yang menyediakan metode pembayaran ini agar tidak menjadi korban tourist trap.
Selain itu, kamu juga perlu alat pembayaran yang praktis untuk menghadirkan kenyamanan bagi dirimu sendiri dan orang lokal di sekitarmu, serta menghindari diri dari jebakan.
Caranya gimana? Gunakan dua kartu wajib liburan dari OCBC, yaitu Nyala Global Debit dan Kartu Kredit 90°N OCBC!
1. Nyala Global Debit
Nyala Global Debit OCBC merupakan pilihan terbaik bagi kamu yang sedang liburan di Hong Kong. Kartu ini akan memudahkan setiap transaksi yang kamu lakukan, termasuk ketika menggunakan transportasi publik dan berbelanja.
Praktisnya kartu ini karena dilengkapi dengan fitur contactless. Fitur memungkinkan pengguna melakukan transaksi pembayaran hanya dengan menempel kartu, tanpa memasukkannya ke dalam mesin EDC dan PIN Transaksi.
Saat memegang kartu dengan fitur ini, kamu bisa melakukan transaksi tanpa PIN dengan jumlah akumulasi maksimal sebesar Rp1 Juta per transaksi per hari. Kamu baru akan diminta memasukkan PIN jika nominal transaksi sudah melebihi limit.
ika kamu menemukan merchant yang tidak menerima cashless, kamu juga bisa bebas tarik tunai mata uang asing dengan Nyala Global Debit. Tarik tunai dengan Nyala Global Debit tidak dikenakan biaya sama sekali alias gratis pada ATM OCBC di Hong Kong, Singapura, dan Malaysia!
Dengan tarik tunai ini, kamu jadi tak perlu ke money changer untuk menukar mata uang. Nggak bikin repot, kan?
Selain bebas tarik tunai, Nyala Global Debit juga memungkinkan kamu untuk transaksi secara online maupun offline. Artinya, transaksi online atau offline akan langsung didebit dari rekening valas.
Hal ini lantaran Nyala Global Debit OCBC dilengkapi dengan 12 mata uang, yaitu IDR, USD, AUD, SGD, JPY, EUR, HKD, CHF, NZD, CAD, GBP, dan CNH. Semua transaksi yang dilakukan dengan 12 mata uang ini akan langsung didebit dan bebas konversi.
Cara mendapatkan kartu Nyala Global Debit OCBC ini sangat mudah bagi kamu yang sudah menjadi nasabah OCBC. Kamu tinggal datangi kantor cabang OCBC terdekat dan tukarkan kartu ATM/Debit Tanda 360 dengan Kartu Nyala Global Debit.
Sementara bagi kamu yang belum menjadi nasabah OCBC, bisa langsung membuka rekening OCBC melalui OCBC mobile dan nikmati semua kemudahannya.
Salah satu ciri yang membedakan adalah adanya logo Mastercard pada kartu milikmu. Jika kartu debit OCBC yang kamu pegang tidak berlogo 'Mastercard', maka itu adalah kartu biasa atau GPN. Namun jika ada, kamu berarti sudah memakai kartu Nyala Global Debit OCBC.
Sebagai catatan, fitur contactless pada kartu Nyala Global Debit OCBC hanya bisa digunakan di mesin EDC yang memang mendukung transaksi nirsentuh. Jika mesin EDC tidak mendukung, maka transaksi harus dilakukan secara manual dengan memasukkan kartu dan PIN Transaksi.
Kamu juga bisa menonaktifkan fitur contactless ketika sudah pulang dari Hong Kong. Cara mudah, datangi saja kantor cabang OCBC terdekat atau nonaktifkan melalui fitur Pengelolaan Kartu di OCBC mobile.
Baca juga: 7 Tips Liburan Ke Luar Negeri dengan Budget Hemat Tapi Seru
2. Kartu Kredit 90°N OCBC
Kartu wajib liburan berikutnya adalah Kartu Kredit 90°N OCBC. Produk ini merupakan andalan saat traveling dengan keuntungan pengumpulan miles lebih cepat.
Ada beberapa keuntungan yang bisa kamu dapat dengan menggunakan Kartu Kredit 90°N OCBC, yaitu:
- Cairkan Sisa Limit Kartu Kredit, kamu bisa mencairkan sisa limit kartu kredit langsung ke rekening tabungan dengan bunga hingga 0% melalui OCBC mobile;
- Fitur contactless, berlaku di negara dan perusahaan transportasi yang menerima pembayaran dengan Kartu Kredit dan contactless;
- Pengumpulan miles lebih cepat, yaitu transaksi mulai Rp2.222 = 1 travel miles;
- Akses airport lounge, gratis ke Plaza Premium Lounge T3 Soekarno Hatta & 1300 airport lounge lainnya di 137 negara via DragonPass.
Selain beberapa keuntungan tersebut, Kartu Kredit 90°N OCBC juga merupakan kartu kredit serba digital melalui aplikasi OCBC mobile.
Artinya, banyak transaksi yang bisa kamu lakukan melalui aplikasi itu, mulai dari aktivasi, cairkan sisa limit kartu kredit, ubah transaksi jadi cicilan semua mudah melalui OCBC mobile.
Info lebih lengkap mengenai dua kartu itu bisa kamu dapatkan dengan klik link ini!
Baca juga: 6 Tips Backpacker ke Luar Negeri, Siapkan dari Sekarang!