Korporasi

Permintaan Efektif: Pengertian, Contoh, Rumus & Cara Hitung

16 1月 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Effective demand atau permintaan efektif adalah keinginan masyarakat untuk membeli suatu produk pada harga atau kondisi apa pun.

Dalam ilmu ekonomi, kita mengenal istilah hukum permintaan dan hukum penawaran yang berhubungan erat dengan konsumen.

Secara umum, permintaan adalah keinginan atau kebutuhan konsumen terhadap suatu produk atau jasa pada periode tertentu.

Ada tiga jenis permintaan yang dikenal, yaitu permintaan efektif, permintaan absolut, dan permintaan potensial.

Lalu, apa perbedaan antara permintaan potensial dan permintaan efektif serta permintaan absolut? Yuk, simak penjelasannya pada artikel berikut!

Apa itu Permintaan Efektif?

Pengertian permintaan efektif adalah jenis permintaan yang terdapat kemauan dan kemampuan masyarakat untuk membeli suatu produk dengan harga atau kondisi apapun.

Pengukuran dalam permintaan efektif adalah cara untuk mengetahui jumlah barang yang sebenarnya dibeli konsumen beserta tingkat kemampuan mereka untuk membayar.

Perbedaan permintaan laten dan permintaan efektif adalah terkait dengan kemampuan dan kemauan untuk membeli.

Pada permintaan laten, kemauan masyarakat membeli produk dibatasi oleh ketidakmampuan mereka untuk membelinya. Alasan lainnya, pengetahuan atau pasokan yang kurang.

Itulah mengapa, permintaan efektif adalah variabel yang berperan penting dalam mendorong dan mempertahankan perekonomian dalam lingkup luas.

Baca juga: Perilaku Konsumen: Pengertian, Faktor, & Manfaat bagi Bisnis

Faktor yang Memengaruhi Permintaan Efektif

Setelah mengetahui apa itu permintaan efektif, Sobat OCBC NISP juga perlu mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Beberapa faktor permintaan efektif adalah sebagai berikut ini:

1. Pendapatan Masyarakat

Hal yang sangat mempengaruhi permintaan efektif adalah terkait kemauan dan kemampuan untuk membeli suatu produk.

Kemauan dan kemampuan ini tentunya akan sangat bergantung pada pendapatan atau penghasilan dari masyarakat.

Mengapa demikian? Sebab, kemampuan konsumen dalam membeli suatu produk akan semakin tinggi apabila pendapatan meningkat.

Begitu pula sebaliknya, konsumen akan menahan diri untuk membelanjakan uangnya apabila pendapatan mereka menurun.

Itulah sebabnya, faktor pendapatan dan finansial masyarakat akan menjadi elemen penting yang mempengaruhi timbulnya permintaan efektif.

2. Harga Produk

Harga merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan konsumen untuk mau dan mampu membeli suatu produk sehingga terjadilah permintaan efektif.

Hal ini juga bisa Anda pahami secara mudah melalui kurva permintaan yang sudah umum digunakan. Ketika harga produk turun, jumlah permintaan akan lebih banyak.

Sebaliknya, permintaan pasar untuk membeli suatu produk akan berkurang bilamana harga komoditas yang ditawarkan oleh produsen meningkat.

Baca juga: 10 Cara Pemasaran Produk yang Baik & Contohnya agar Omzet Naik

3. Ketersediaan Kredit

Ketersediaan kredit bisa membantu dan mempercepat proses transaksi jual beli pada produk yang harganya cukup tinggi seperti rumah dan mobil.

Ketika kredit tersedia dengan mudah, konsumen akan memiliki permintaan efektif yang lebih tinggi.

Namun sebaliknya, permintaan efektif akan sulit terjadi apabila akses kredit terbatas seperti bunga yang mahal atau uang muka tinggi.

Rumus Permintaan Efektif

Untuk mengetahui seberapa tinggi kemampuan dan kemauan konsumen dalam membeli suatu produk, Anda bisa menggunakan rumus Permintaan Efektif (PE).

Rumus permintaan efektif adalah PE = P + (I – E) + DC. Penjelasan mengenai setiap unsurnya bisa Anda lihat di bawah ini:

P          = Jumlah produksi total dari usaha sejenis

I           = Jumlah impor untuk produk yang sama dari negara lain

E          = Jumlah ekspor produk yang sama ke negara lain

DC       = Selisih antara persediaan awal dengan persediaan akhir produk.

Baca juga: Ekonomi Mikro: Pengertian, Contoh, Komponen, & Ruang Lingkup

Cara Menghitung Permintaan Efektif

Berdasarkan rumus di atas, Anda bisa melihat contoh permintaan efektif berikut ini.

Pada tahun 2022, total jumlah produksi sepatu di Kota Bogor adalah 900.000 pasang. Sedangkan jumlah sepatu yang diimpor dari luar kota ke Bandung adalah 400.000 pasang.

Di samping itu, Kota Bogor juga mengirimkan baju kaos mereka ke luar negeri hingga 200.000 pasang.

Dari hasil penjualan, terdapat selisih persediaan sepatu dari awal hingga akhir tahun 2022 adalah 50.000 pasang. Jadi, berapa permintaan efektifnya?

PE = P + (I – E) + DC

PE = 900.000 + (400.000 – 200.000) + 50.000

PE = 1.150.000

Contoh Permintaan Efektif

Biasanya, permintaan efektif terkait dengan kebutuhan rumah tangga. Sebagai contoh, Anda membutuhkan beras untuk makan sehari-hari

Karena kebetulan baru mendapat gaji, Anda bisa langsung membeli beras untuk kebutuhan selama satu bulan.

Dengan demikian, pembelian beras yang Anda lakukan merupakan bentuk permintaan efektif karena adanya kebutuhan untuk konsumsi dan kemampuan membeli dengan uang gaji.

Contoh lainnya pada lingkup yang lebih besar adalah mobil listrik yang sedang trending dan banyak diincar oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi yang tinggi.

Hal ini bisa mencerminkan tingginya permintaan efektif terkait mobil listrik sehingga akan menguntungkan bagi produsen untuk memulai proses produksinya.

Perbedaan Permintaan Efektif, Absolut, dan Potensial

Anda mungkin masih bingung apa perbedaan antara permintaan potensial dan permintaan efektif serta permintaan absolut. Untuk itu, mari baca penjelasan lengkapnya di bawah ini:

  1. Permintaan efektif: permintaan yang disertai dengan kemauan dan kemampuan.
  2. Permintaan absolut: konsumen ingin membeli suatu produk, namun tidak memiliki kemampuan ekonomi yang cukup.
  3. Permintaan potensial: konsumen mampu membeli suatu barang, tapi ia belum melakukannya.

Itu dia penjelasan tentang apa itu permintaan efektif, faktor yang memengaruhi, rumus, contoh, serta perbedaannya dengan permintaan absolut dan potensial.

Permintaan efektif adalah permintaan pembeli terhadap suatu produk yang disertai dengan kemampuan untuk membayarnya.

Adapun beberapa hal yang memengaruhi permintaan efektif di antaranya adalah harga jual, penghasilan masyarakat, serta ketersediaan kredit.

Semoga informasinya bermanfaat, ya! Temukan lebih banyak artikel menarik seputar ekonomi dan bisnis hanya di Blog OCBC NISP.

Baca juga: 10 Contoh Usaha Mikro dengan Peluang Untung Tinggi

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Trade Finance

Trade Finance

Cross Selling Banner Global

Min. size 1204x240px. Less than that, there is a possibility that your image will be blurry or stretched

最新文章

Cara mendapatkan potongan hingga 50% saat bayar PBB via aplikasi OCBC mobile
  • Korporasi

Cara mendapatkan potongan hingga 50% saat bayar PBB via aplikasi OCBC mobile

26 5月 2025

Membayar pajak negara merupakan sebuah kewajiban yang harus Wajib Pajak lakukan sebagai warga negara Indonesia. Pajak negara yang dibayarkan oleh masyarakat nantinya akan digunakan untuk membangun fasilitas umum dan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan juga oleh masyarakat. Sehingga sebagai warga negara yang baik, penting bagi kita untuk patuh dan taat terhadap ketentuan pembayaran pajak negara. Terdapat beberapa pajak yang perlu dibayarkan oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah Pajak Bumi dan Bangunan.

Pemalsuan Identitas Vendor Rugikan Perusahaan!
  • Korporasi

Pemalsuan Identitas Vendor Rugikan Perusahaan!

21 5月 2025

Pemenuhan operasional perusahaan menjadi salah satu kebutuhan yang selalu dibutuhkan.

Panduan Lengkap Cara Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Kecil
  • Korporasi

Panduan Lengkap Cara Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Kecil

6 5月 2025

Sebuah bisnis memerlukan pembukuan keuangan yang baik. Bagaimana cara membuatnya? Berikut ini langkah-langkahnya.

Hati-hati terjebak! Marak penipuan mengatasnamakan petugas pajak
  • Korporasi

Hati-hati terjebak! Marak penipuan mengatasnamakan petugas pajak

17 4月 2025

Setelah berakhirnya masa pelaporan SPT 2024, penipuan dengan modus penyamaran sebagai pihak Direktorat Jenderal Pajak (DJP) kembali marak di masyarakat.