Mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa menjadi alternatif untuk memiliki hunian impian dengan pembayaran yang bisa dicicil hingga beberapa tahun.
Namun sebagaimana yang diketahui, pengajuan KPR bukan sesuatu yang mudah. Pasalnya, KPR merupakan pembiayaan dengan jumlah yang besar, sehingga bank perlu memastikan calon debiturnya memiliki stabilitas finansial dan mampu menyelesaikan tanggung jawabnya.
Salah satu cara bank mengetahui kemampuan finansial calon debitur adalah dengan menjadwalkan wawancara sebagai salah satu tahap dalam proses pengajuan KPR.
Baca juga: Tips dan Solusi Cari Pinjaman Tanpa Riba dengan Aman
Persiapan Sebelum Wawancara KPR
Layaknya wawancara kerja, kamu sebagai calon debitur juga harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum wawancara KPR. Berikut ini beberapa persiapan yang bisa kamu lakukan sebelum wawancara KPR berlangsung.
1. Siapkan Dokumen
Memastikan semua dokumen yang diminta oleh bank telah lengkap dan siap adalah langkah pertama yang sangat penting. Dokumen yang biasanya diperlukan meliputi:
- KTP atau identitas diri lainnya
- Kartu keluarga
- NPWP
- Slip gaji atau bukti penghasilan
- Surat keterangan kerja
- Rekening koran 3-6 bulan terakhir
- Dokumen properti yang akan dibeli (sertifikat tanah, IMB, dll.)
2. Kenali Kondisi Finansial
Berikutnya, kamu harus mengenali dengan baik kondisi finansial yang sedang dihadapi. Kondisi finansial ini meliputi pendapatan, pengeluaran, dan tanggungan keuangan lainnya.
Sebelum wawancara, ada baiknya kamu menghitung total pendapatan dan pengeluaran bulanan. Ketahui jumlah utang yang saat ini kamu miliki dan bagaimana rencana pembayaran utang tersebut.
3. Detail Properti yang Akan Dibeli
Mengetahui detail properti yang akan dibeli juga salah satu hal yang penting. Pasalnya, bank ingin tahu tentang seluk beluk properti, termasuk harga, lokasi, dan kondisi properti.
Persiapkan informasi tentang properti yang akan dibeli, termasuk harga jual, lokasi, dan sertifikat-sertifikat penting lainnya. Jika memungkinkan, bawa juga bukti pembayaran uang muka atau bukti transaksi lainnya yang relevan.
4. Beri Kesan Keuanganmu Stabil
Bank lebih suka memberikan pinjaman kepada calon debitur yang memiliki pekerjaan dan pendapatan yang stabil.
Jika kamu telah bekerja di perusahaan yang sama selama beberapa tahun, tunjukkan bukti stabilitas pekerjaanmu. Jika kamu seorang wirausaha, siapkan laporan keuangan bisnis yang menunjukkan kestabilan dan pertumbuhan.
Baca juga: Pengertian dan Cara Menghitung Bunga Kartu Kredit
Pertanyaan Umum Wawancara KPR
Wawancara KPR bisa dilakukan secara langsung dengan datang ke kantor cabang bank atau secara online melalui saluran telepon. Keduanya mungkin mempunyai tantangan tersendiri bagi calon debitur.
Namun demikian, pertanyaan yang diajukan bank pada dasarnya sama, yaitu bertujuan untuk mengetahui stabilitas finansial calon debitur. Berikut beberapa pertanyaan umum saat wawancara KPR.
1. Alasan Membeli Properti Tersebut
Biasanya, bank akan menanyakan alasan mengapa kamu ingin membeli properti tersebut. Dengan pertanyaan ini, bank ingin memahami motivasi kamu dalam membeli rumah. Apakah ini rumah pertama, investasi, atau pindah dari rumah yang lama.
Jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini tentu dengan menyampaikan alasan secara jelas. Misalnya, "Ini adalah rumah pertama saya dan keluarga. Kami mencari lingkungan yang lebih baik untuk anak-anak kami dan rumah ini menawarkan fasilitas yang kami butuhkan."
2. Kondisi Keuangan saat Ini
Berikutnya, bank akan mencari tahu bagaimana kondisi keuanganmu saat ini. Dengan pertanyaan ini, bank ingin menilai kemampuanmu dalam membayar cicilan hingga selesai.
Untuk menjawabnya, berikan gambaran jelas tentang pendapatan bulanan, pengeluaran, dan tabungan. Contoh, "Saya memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp10 Juta, dengan pengeluaran sekitar Rp5 Juta. Saya juga memiliki tabungan darurat sebesar Rp30 Juta."
3. Kepemilikan Hutang
Bank akan mengevaluasi beban utangmu untuk memastikan kamu tidak memiliki beban keuangan yang terlalu berat.
Dalam menjawab pertanyaan ini, kamu perlu menyebutkan semua hutang atau pinjaman yang sedang kamu miliki. Contoh, "Saya memiliki cicilan mobil sebesar Rp1 Juta per bulan dan kartu kredit dengan saldo sekitar Rp2 Juta."
4. Rencana Pembayaran Cicilan
Dengan pertanyaan ini, bank ingin tahu strategi dan kesiapan dalam membayar cicilan KPR secara rutin.
Jelaskan sumber pendapatan utama dan cadangan jika ada. Misalnya, "Saya berencana membayar cicilan KPR dari gaji bulanan saya. Selain itu, saya memiliki penghasilan tambahan dari bisnis sampingan yang bisa digunakan sebagai cadangan."
Itulah ulasan mengenai pertanyaan umum saat wawancara KPR yang perlu kamu ketahui. Saat mengajukan KPR, penting bagi kamu untuk memilih produk yang menguntungkan seperti KPR Easy Start dari OCBC.
Produk KPR ini menawarkan banyak keuntungan, mulai dari angsuran lebih rendah, cicilan bertahap setiap 1 atau 2 tahun, jangka waktu KPR hingga 25 tahun, dan bisa digunakan untuk rumah baru maupun bekas.
Syarat untuk mengajukan KPR Easy Start antara lain sebagai berikut:
- WNI.
- Karyawan dengan masa kerja minimum 2 tahun, berpenghasilan minimum Rp5 Juta dan maksimum Rp65 Juta.
- Memiliki maksimum 1 fasilitas KPR yang telah berjalan lebih dari 3 tahun.
- Agunan berupa rumah, apartemen, dan ruko baik yang akan dibeli dari Developer Rekanan OCBC maupun secondary.
- Usia pada saat akad kredit minimum 21 tahun atau sudah menikah dan maksimum 45 tahun saat pengikatan kredit.
- Plafond minimum Rp100 Juta dan maksimum Rp5 Miliar.
- Jangka waktu pinjaman minimum 10 tahun dan maksimum 25 tahun untuk rumah atau apartemen dan maksimum 20 tahun untuk agunan lainnya.
Kamu bisa mengajukan KPR Easy Start dengan mudah hanya melalui ponsel dengan menggunakan aplikasi OCBC mobile!
Baca juga: Minat KPR Syariah? Pelajari Simulasi & Perhitungannya Yuk!