Individu

Ketahui Pengertian Batas Kredit Antar Bank Beserta Tujuannya

14 Feb 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Tahukah Anda bahwa bank bisa mendapatkan pinjaman dari bank lainnya? Nah, batas kredit antar bank merupakan jumlah maksimal dari peminjaman tersebut.

Alasan ditentukannya batas kredit antar bank adalah demi mengurangi risiko pelunasan utang yang bermasalah.

Mau tahu lebih lanjut seputar batas kredit pinjaman bank? Yuk, simak selengkapnya di artikel ini!

Pengertian Batas Kredit Antar Bank

Batas kredit antar bank merupakan jumlah pinjaman maksimal yang bisa diajukan oleh suatu bank untuk mendapatkan pinjaman dari bank lainnya dalam satu jaringan kliring.

Semua bank pasti akan tergabung di dalam suatu jaringan kliring supaya dapat menjalin kerja sama terkait pengelolaan keuangan nasabah mereka.

Serupa dengan pinjaman yang dilakukan antar individu, bank juga bisa mengajukan kredit dengan batasan jumlah tertentu sesuai kesepakatan asosiasi bank kliring tersebut.

Artinya, suatu bank yang tergabung di jaringan kliring hanya bisa mendapat pinjaman sampai batas kredit bilateral.

Tujuan dari batas kredit antar bank adalah demi meminimalisasi risiko kredit. Dengan demikian, setiap bank bisa saling membantu tanpa harus mengalami risiko yang besar.

Sebagai contoh, batas kredit dari suatu kelompok bank kliring adalah 300 miliar rupiah.

Dengan demikian, bank A hanya diperbolehkan mendapat pinjaman dari bank peserta kliring lainnya sebesar 300 miliar rupiah atau di bawahnya.

Jumlah ini adalah total akumulasi dari pinjaman yang dimiliki suatu bank ke bank lainnya dalam satu kelompok kliring.

Jika bank A mengajukan pinjaman sebesar 400 miliar rupiah, maka hal ini tidak diperbolehkan karena melebihi batas kredit antar bank pada kelompok kliring tersebut.

Berbeda halnya jika bank A meminjamkan dananya sebesar 100 miliar rupiah ke bank B yang juga anggota kliring.

Jika kasusnya demikian, bank A bisa mendapat pinjaman maksimal 400 miliar rupiah dari bank B (batas kredit antar bank ditambah jumlah dana yang dipinjamkan ke bank lain).

Meski begitu, hal ini hanya berlaku apabila kedua transaksi tersebut dilakukan di hari yang sama.

Baca juga: Apa Itu Acquiring Bank dan Perbedaannya dengan Issuing Bank

Tujuan Batas Kredit Antar Bank

Telah dipaparkan pada penjelasan sebelumnya bahwa batas kredit antar bank memiliki tujuan yang baik dan bermanfaat dalam hal pemberian pinjaman antar bank pada jaringan kliring.

Dengan menerapkan batas kredit antar bank, risiko pinjaman bermasalah yang bisa saja terjadi ketika salah satu bank tidak sanggup melakukan pelunasan dapat dihindari.

Pasalnya, setiap bank juga sama seperti nasabah individu yang kemampuan finansialnya berbeda-beda.

Dengan ditetapkannya batas kredit antar bank, setiap bank diharapkan dapat memiliki manajemen finansial yang mampu mengelola keuangannya dengan baik.

Bank yang memiliki pinjaman juga diharapkan supaya tidak lagi menyebabkan merugikan bagi bank lain maupun nasabahnya akibat permasalahan keuangan mereka.

Risiko Kerugian Selain Akibat Kredit Antar Bank

Kredit yang dilakukan antar bank memang memiliki risiko kerugian apabila terjadi permasalahan pada proses pelunasannya.

Dampaknya tidak hanya terasa pada bank peminjam saja, tapi juga bank pemberi pinjaman. Itulah sebabnya, batas kredit antar bank ditetapkan.

Meski begitu, masih ada beberapa risiko kerugian lainnya yang bisa saja dialami oleh suatu bank.

Risiko-risiko tersebut bahkan membuat sejumlah bank mengalami kebangkrutan sehingga harus dilikuidasi oleh pemerintah.

Masalah utama yang terjadi biasanya karena buruknya pengelolaan keuangan bank. Apa saja faktor penyebab kerugian bank? Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Risiko Kredit

Risiko kredit adalah terkait kemampuan para debitur dalam melunasi pinjaman kepada suatu bank.

Ada banyak hal yang mengakibatkan kerugian risiko kredit. Sering kali, penyebabnya adalah karena nasabah yang tidak melakukan pembayaran kredit.

Misalnya, kurangnya kemampuan nasabah dalam melunasi utang sehingga terjadi kredit macet.

Selain itu, kecilnya jumlah investasi atau modal yang dimiliki bank juga berpengaruh terhadap kondisi finansial tidak berjalan dengan lancar.

Baca juga: Mengenal Intermediary Bank: Pengertian dan Fungsinya

2. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah kerugian yang dipengaruhi oleh kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban atau utangnya ke pihak pemberi kredit.

Faktor terbesar yang sering kali mengakibatkan terjadinya kerugian dan bahkan membuat bank bangkrut dengan cepat adalah karena risiko likuiditas.

Apabila bank mengalami permasalahan pada likuiditas, nasabah bisa saja akan mengalami kepanikan sehingga mereka akan melakukan penarikan dana di waktu yang bersamaan.

Demi mencegah atau meminimalisasi risiko likuiditas, pemerintah sudah membuat kebijakan perlindungan untuk para nasabah bank melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Peran dari lembaga ini adalah melindungi aset nasabah yang disimpan di bank sehingga mereka tidak terdampak dari risiko yang mungkin dialami oleh bank.

3. Risiko Pasar

Selanjutnya ada pula kerugian bank yang diakibatkan risiko pasar. Hal ini biasanya karena peningkatan suku bunga dan nilai tukar.

Ketika perekonomian sedang dalam kondisi seperti ini, bank bisa saja mengalami kerugian terutama jika para nasabah yang panik melakukan penarikan dananya.

Apabila sebagian besar dana yang dimiliki nasabah ditarik serta adanya kewajiban untuk membayar suku bunga, tentu saja bank akan mengalami kolaps.

4. Risiko Operasional

Faktor lainnya yang menjadi risiko bank adalah adanya permasalahan terkait operasional.

Hal ini bisa saja terjadi apabila terdapat masalah seperti oknum tidak bertanggung jawab, kerusakan sistem, serangan siber, dan masalah internal lainnya.

Kondisi operasional yang buruk tentu akan berpengaruh terhadap keadaan eksternal seperti sistem pelayanan nasabah dan kepercayaan investor.

Baca juga: Payroll Bank: Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungannya

Bagaimana? Sudah paham kan mengenai pengertian dari batas kredit antar bank dan tujuannya untuk meminimalkan resiko pembayaran utang.

Nah, Anda bisa memenuhi kebutuhan finansial dengan Produk Pinjaman dari OCBC. Yuk, kunjungi sekarang juga!

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Cewek Green-Flag 2026:  Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving
  • Individu

Cewek Green-Flag 2026: Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving

13 Mar 2026
OCBC Fitness Index 2025 menunjukkan bahwa hanya 89% anak muda di Indonesia rutin menabung, turun 3% dari tahun sebelumnya di angka 92%
Mudik Aman? Jangan Sampai Data Pribadi Anda Dicuri via Wi-Fi Publik!
  • Individu

Mudik Aman? Jangan Sampai Data Pribadi Anda Dicuri via Wi-Fi Publik!

11 Mar 2026
Mudik dan libur Lebaran memang penuh kegembiraan — tapi di balik senyum pulang kampung, ada ancaman tersembunyi yang tak terlihat.
Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan
  • Individu

Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan

10 Mar 2026
Pendidikan dari sekolah dasar hingga menengah atas adalah hak setiap anak. Orang tua juga pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk anak tercinta dengan memasukan anaknya ke sekolah yang paling bagus untuk memberikan pendidikan paling baik.
Transparansi Informasi: Kunci Bijak Mengelola Keuangan Sebagai Nasabah
  • Individu

Transparansi Informasi: Kunci Bijak Mengelola Keuangan Sebagai Nasabah

5 Mar 2026

Sebagai nasabah, Anda berhak atas informasi yang jelas, akurat, dan transparan terkait setiap produk atau layanan keuangan yang ingin Anda gunakan. Namun, sering kali, masalah muncul bukan karena produknya buruk, melainkan karena kurangnya pemahaman terhadap informasi yang tersedia sebelum penggunaan.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!