Individu

Pengertian Risiko Investasi dan Cara Meminimalisirnya

27 Des 2021 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Dewasa ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya investasi. Tak khayal banyak dari mereka memilih terjun di dalamnya. Namun, satu hal penting yang perlu dipahami yaitu risiko investasi. Sebelum memulainya, Anda perlu mengetahui apa saja risiko investasi dan bagaimana cara meminimalisirnya.

Agar tidak asal terjun dalam dunia investasi, kali ini OCBC NISP membantu Anda untuk memahami pengertian, jenis serta bagaimana melakukan manajemen risiko investasi yang benar. Yuk simak sampai tuntas!


Pengertian Risiko Investasi

Risiko investasi adalah kondisi dimana investor berpotensi mengalami kerugian dari aktivitas investasi. Dengan kata lain, keuntungan atau imbal hasil yang diharapkan dari investasi tidak sesuai.

Dalam hal ini, risiko investasi berbanding lurus dengan imbal hasil investasi. Jika keuntungan investasi tinggi, maka risikonya tinggi. Begitu pun sebaliknya, apabila keuntungan investasi rendah, umumnya risikonya pun rendah.

Selain itu, penting bagi investor untuk mengenali dan memahami profil risiko investasi. Hal itu bermanfaat dalam menentukan produk investasi apa yang paling cocok dengan kebutuhan investor dan profil risiko tersebut.

Misalnya, contoh risiko investasi adalah capital loss atau kerugian modal pada saham. Hal tersebut terjadi ketika nilai jual lebih rendah dibandingkan nilai beli. Maka dari itu, investasi saham disebut sebagai investasi high return dan tergolong high risk. Hal itu juga menjadikan, investasi saham lebih cocok kepada investor dengan profil risiko yang agresif.


Jenis-jenis Risiko Investasi

Sebelum mengetahui cara meminimalisir dan manajemen risiko investasi. Langkah pertama yang harus Anda ketahui adalah jenis-jenisnya. Berikut 7 jenis risiko investasi adalah diantaranya:

  1. Risiko Pasar
    Jenis pertama dari risiko investasi adalah risiko pasar, yaitu adanya fluktuasi atau naik turunnya nilai aset di pasar. Hal itu diakibatkan dari berubahnya sentimen pasar keuangan seperti obligasi dan saham. Perubahan tersebut biasanya terjadi karena kondisi tertentu, misalnya perubahan politik, resesi ekonomi, inflasi, kerusuhan, dan lain-lain.

    Risiko pasar juga dikenal sebagai risiko sistematik yang tidak dapat dihindari oleh para investor. Risiko ini juga dapat menyebabkan investor mengalami penurunan modal investasinya atau capital loss. Meski demikian, Anda jangan khawatir, penurunan aset investasi seperti ini bukan termasuk risiko investasi jangka panjang.

  2. Risiko Likuiditas
    Jenis kedua dari risiko investasi adalah risiko likuiditas. Risiko ini timbul dari kesulitan tersedianya uang tunai dalam suatu periode waktu. Hal itu dapat terjadi apabila pihak pengutang tak bisa menjual asetnya karena pihak lain tidak ada yang berminat membelinya di pasar.

    Misalnya, seseorang dari pihak A tidak dapat membayar utangnya secara tunai saat jatuh tempo kepada pihak B. Tetapi, pihak A memiliki aset yang nilainya cukup untuk membayar utang tersebut.

    Tetapi, jika tidak ada pihak lain yang bersedia membeli aset tersebut, maka likuiditasnya tidak bisa dicairkan menjadi uang tunai.

    Perlu Anda ingat, bahwa risiko likuiditas berbeda dengan penurunan aset investasi. Risiko ini kemungkinan terjadi akibat tidak ada minat dari pihak lain yang mau membeli atau menukar aset karena kedua belah pihak sulit untuk bertemu.

  3. Risiko Negara
    Jenis ketiga dari risiko investasi adalah risiko negara atau politik. Risiko ini erat kaitannya dengan aktivitas dan kondisi politik negara. Hal ini juga berkaitan dengan perubahan perundang-undangan yang berpengaruh terhadap perekonomian negara.

    Risiko ini bukan tidak mungkin dapat mempengaruhi kerugian bagi investor dikarenakan adanya perubahan ketentuan perundang-undangan. Maka dari itu, jika orang dari luar negeri ingin berinvestasi di negara berbeda, penting untuk dilakukan adalah melihat situasi politik di negara tersebut.

  4. Risiko Suku Bunga
    Jenis keempat dari risiko investasi adalah risiko suku bunga. Peningkatan suku bunga merupakan penyebab dari menurunnya nilai relatif aset berbunga seperti obligasi atau pinjaman. Meskipun suku bunga meningkat, hal itu membuat keuntungan investasi dan nilai obligasi berbunga akan mengalami penurunan, begitu pun sebaliknya.

  5. Risiko Inflasi
    Jenis kelima dari risiko investasi adalah risiko inflasi atau risiko daya beli. Risiko investasi saham ini adalah inflasi yang mempengaruhi daya beli lalu mengakibatkan nilai kas dari investasi saat ini tak akan memiliki nilai banyak di masa depan. Hal tersebut juga berpotensi menurunkan daya beli masyarakat karena kenaikan harga rata-rata diatas harga konsumsi.

    Saat seseorang yang berinvestasi dengan memegang uang tunai atau aset, biasanya risiko inflasi akan terjadi pada hal tersebut. Inflasi akan menggerus nilai uang atau aset yang mereka punya. Sebagai contoh, bila seorang investor memiliki dana investasi tunai sebesar Rp20 juta dengan tingkat inflasi 5%, maka per tahunnya dana tersebut akan berkurang sebanyak Rp1 juta.

  6. Risiko Valuta Asing
    Jenis keenam dari risiko investasi adalah risiko valuta asing atau risiko nilai tukar mata uang. Risiko investasi jangka pendek ini erat kaitannya dengan fluktuasi kurs mata uang suatu negara terhadap kurs mata uang negara lain.

    Risiko yang juga sering disebut currency risk ini disebabkan dari adanya perubahan valuta asing di pasaran dan pada saat dikonversikan ke mata uang rupiah tidak sesuai dengan harapan.

  7. Risiko Reinvestasi
    Jenis terakhir dari risiko investasi adalah risiko reinvestasi. Risiko jenis ini terjadi saat pendapatan dari suatu aset investasi mengharuskan investor untuk menginvestasikan kembali aset tersebut. Besar kemungkinan, arus kas investasi akan menghasilkan keuntungan yang lebih kecil pasca direinvestasikan ke produk investasi baru.


Cara Meminimalisir Risiko Investasi

Setelah mengetahui jenis-jenis dari risiko investasi, hal selanjutnya yang perlu Anda ketahui ketika hendak berinvestasi adalah cara meminimalisir risikonya. Berikut beberapa cara yang bisa Anda ikuti untuk meminimalisir risiko investasi adalah diantaranya:

  • Dalam satu produk investasi, ada baiknya tidak menaruh semua dana Anda, tetapi Anda dapat memiliki portofolio yang beragam.
  • Lalu, Anda harus bersikap tenang ketika menghadapi risiko investasi yang terjadi.
  • Maka, sebisa mungkin hindari rasa panik, karena kepanikan akan membuat Anda salah ketika mengambil keputusan.

Intinya, saat Anda berinvestasi apapun itu produknya, risiko akan selalu ada. Maka dari itu, Anda harus bisa memahami manajemen risiko investasi dengan baik. Sehingga, investasi yang Anda lakukan akan ‘lolos’ dari risiko investasi serta mendapatkan imbal hasil maksimal.

Itu dia beberapa risiko investasi yang perlu Anda pahami sebagai persiapan sebelum terjun dalam aktivitas investasi. Meski memiliki risiko, namun keuntungan yang ditawarkan jauh lebih besar, terlebih untuk masa depan Anda. Jadi, jangan takut untuk memulai investasi ya!


Baca Juga:

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

OCBC mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.
Reksa dana

Reksa dana

Kemudahan investasi dengan aman dan nyaman untuk masa depanmu

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Deposito Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungan Menyimpan Dana di OCBC
  • Individu

Deposito Adalah: Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungan Menyimpan Dana di OCBC

22 Jul 2026
Pelajari apa itu deposito, cara kerja, bunga, dan keuntungannya sebagai simpanan berjangka. Simak juga alasan memilih deposito OCBC untuk investasi aman.
OCBC – Best FX Bank dengan Structured Products Terbaik
  • Individu

OCBC – Best FX Bank dengan Structured Products Terbaik

21 Jul 2026
  • OCBC dinobatkan sebagai Best FX Bank for Structured Product 2026 oleh Alpha Southeast Asia dalam ajang 19th Annual Treasury & FX Awards.
  • Penghargaan ini mengapresiasi keberhasilan OCBC dalam menyediakan pilihan Structured Product berbasis valuta asing yang variatif dan menjawab kebutuhan nasabah ritel hingga korporasi.
  • OCBC memperkaya kapabilitas wealth management dan treasury melalui penyediaan berbagai pilihan produk dengan akses regional dari OCBC Group, serta menyatukan kapabilitas digital dengan sentuhan personalisasi.
OCBC Raih Indonesia Best Succession Planning Euromoney 2026
  • Individu

OCBC Raih Indonesia Best Succession Planning Euromoney 2026

17 Jul 2026
  • OCBC berhasil meraih penghargaan Indonesia’s Best Succession Planning dari Euromoney Private Banking Awards 2026
  • Ini merupakan tahun kelima OCBC dinobatkan sebagai Indoneisa’s Best Succession Planning oleh Euromoney
  • Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan dan inovasi layanan wealth management OCBC Private Banking melalui penyediaan Wealth Planner dengan spesialisasi legacy planning, untuk membantu nasabah meneruskan kekayaan ke generasi selanjutnya.
OCBC: The Best Private Bank Indonesia 2026
  • Individu

OCBC: The Best Private Bank Indonesia 2026

17 Jul 2026
  • OCBC Indonesia dinobatkan sebagai Best Private Bank Indonesia 2026 oleh Global Banking & Finance Review Awards berkat layanan wealth management yang berhasil mencapai pertumbuhan AUM tangguh, client service excellence, serta inovasi high tech high touch.
  • OCBC menghadirkan layanan wealth management terpersonalisasi yang spesifik untuk nasabah Private Banking, didampingi oleh Dedicated Private Bankers guna membantu nasabah lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial untuk mengembangkan, mengamankan, dan meneruskan kekayaannya.
  • Layanan wealth management OCBC tidak hanya berfokus pada pengembangan aset, tapi juga perlindungan (wealth protection) dan suksesi lintas generasi (legacy planning) yang didukung jaringan global OCBC Group.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!