Mengapa Nilai Rupiah Bisa Turun dan Naik? Ini Alasannya

23 Mar 2022 Ditulis oleh:Redaksi OCBC NISP

Pahami alasan mengapa nilai rupiah bisa turun dan naik di bawah ini!

Apakah Anda pernah bertanya-tanya, mengapa nilai rupiah bisa turun dan naik? Mulai dari dulu hingga sekarang, nilai rupiah selalu berubah, baik itu naik maupun turun. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebabnya, misalnya saja inflasi.

 

Selain inflasi, perubahan nilai rupiah juga dipengaruhi oleh beberapa hal lain. Nah, untuk menjawab rasa penasaran Anda, kali ini OCBC NISP telah membahas mengenai penyebab turunnya nilai rupiah. Yuk simak selengkapnya di bawah ini.

Mengapa Nilai Rupiah Bisa Turun dan Naik?

Indikator nilai rupiah sedang baik-baik saja maupun tidak sebenarnya bisa dipantau dari apakah nilai rupiah sedang naik atau turun. Walau begitu, ada berbagai alasan dibalik mengapa nilai rupiah bisa turun.

1. Inflasi

Alasan mengapa nilai rupiah bisa turun dan naik yang pertama adalah karena inflasi. Ketika dalam jangka waktu panjang terdapat kenaikan harga jasa maupun barang, kondisi tersebut didefinisikan sebagai inflasi.

 

Inflasi yang tinggi menghasilkan daya beli rendah sehingga penggunaan dan perputaran rupiah berkurang. Hasilnya juga berpengaruh pada produk ekspor Indonesia yang kalah saing dan kurang kompetitif.

2. Perbedaan suku bunga

Penyebab turunnya nilai rupiah salah satunya adalah perbedaan suku bunga. Investor mengincar bunga bank tinggi agar mendapatkan hasil yang lebih tinggi pula. Saat bunga bank ditawarkan ke investor lebih tinggi dibandingkan negara lain, bagi hasil turut meningkat dan berdampak pada nilai rupiah menjadi semakin baik.

3. Neraca perdagangan

Neraca perdagangan juga menjadi salah satu penyebab menurunnya rupiah. Ini merupakan perbedaan antara nilai ekspor dan impor suatu negara dalam rentang waktu tertentu. Apabila nilai ekspor lebih tinggi dari impor, maka dikatakan neraca surplus. Sebaliknya, bila impor lebih tinggi dari ekspor, maka dikatakan neraca defisit.

 

Nah, bagaimana neraca perdagangan dapat menjadi penyebab nilai rupiah melemah? Ini dikarenakan ketika terjadi neraca defisit, permintaan uang dari negara yang melakukan transaksi barang masuk ke Indonesia turut tinggi dan menurunkan nilai tukar mata uang dalam negeri.

4. Stabilitas politik dan ekonomi negara

Penyebab menurunnya nilai rupiah selanjutnya bergantung pada politik dan ekonomi yang kurang stabil. Beberapa faktor seperti kebijakan pemimpin negara, terorisme dan perang mengambil bagian yang vital dalam menjawab mengapa nilai mata uang suatu negara turun.

 

Tentunya demi mempertahankan nilai mata uang agar tidak turun, negara perlu memiliki kebijakan yang mendukung perekonomian negara, pemerintah melindungi rakyatnya, dan menjaga perdamaian.

5. Jumlah hutang negara

Jumlah hutang negara Indonesia juga dapat mengindikasikan mengapa nilai rupiah bisa turun dan naik. Menambahkan hutang ketika sudah memiliki hutang banyak tak baik, bukan hanya untuk pribadi tetapi juga negara. Ketika negara menambahkan hutang mereka, investor cenderung menahan diri untuk berinvestasi sebab tidak ingin terjerat dalam masalah keuangan.

 

Absennya suntikan dari para investor dan juga berlebihnya arus hutang yang masuk menjadi penyebab mengapa nilai rupiah bisa turun.

6. Kebijakan ekonomi di negara lain

Penyebab menurunnya nilai rupiah selanjutnya adalah kebijakan ekonomi di negara lain. Sebagai contoh, Amerika pernah mengalami krisis dan mencetak lebih banyak dolar baru, tentunya ini mengurangi nilai dollar, maka investor asing memilih untuk menanamkan modal ke negara berkembang lain.

 

Namun, setelah ekonomi Amerika berangsur baik, penyuntikkan dolar baru dihentikan. Hal tersebut menyebabkan nilai dollar langka melejit dengan harga fantastis. Investor asing menarik modal dari negara berkembang untuk ditanamkan di Amerika.

 

Kebijakan seperti inilah yang menjadikan alasan mengapa nilai rupiah bisa turun seperti mata uang negara berkembang lainnya.

7. Adanya defisit negara

Kepemilikan defisit oleh suatu negara juga bisa menjadi penyebab turunnya nilai rupiah. Kondisi dimana suatu negara lebih banyak menaruh aktivitas pada perdagangan asing dengan pemasukan dana yang bernilai rendah, hal ini akan memicu defisit. Selanjutnya, Indonesia akan meminta modal dari negara lain yang lebih maju untuk menutupi kekurangan tersebut.

 

Akhirnya, para investor asing menarik modal untuk ditempatkan di negara lainnya karena tidak dapat memenuhi hasil yang dijanjikan yaitu pendapatan tinggi. Maka, ketersediaan rupiah menjadi berlebih dan penyebab mengapa nilai rupiah bisa turun.

Cara Menaikkan Nilai Rupiah

Nilai rupiah yang turun menandakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia suboptimal. Lantas bagaimana cara menaikkan nilai rupiah? Berbagai cara bisa Anda lakukan secara pribadi untuk berkontribusi pada naiknya nilai rupiah, di antaranya sebagai berikut.

1. Membeli produk dalam negeri

Cara menaikkan nilai rupiah yang pertama adalah dengan berbelanja produk buatan lokal Indonesia. Ketika Anda secara konsisten membatasi membeli produk luar negeri dan mulai berpindah ke hasil karya dalam negeri, hal ini bisa berkontribusi pada penguatan rupiah.

 

Lagipula sekarang ada banyak produk lokal yang mampu menyaingi buatan negara luar dalam hal kualitas. Terlebih, harga buatan negara sendiri juga hemat kantong.

2. Tidak menimbun dollar

Beberapa dari Anda berkesempatan mengumpulkan dollar sebagai bentuk diversifikasi portofolio investasi. Untuk membantu meningkatkan rate mata uang Indonesia, Anda bisa menukarkan dollar AS yang berlebih sebagai cara menaikkan nilai rupiah.

 

Perlahan memercayai nilai rupiah dan tidak melulu menukarnya dengan dollar juga bisa Anda mulai untuk membantu memperbaiki kondisi nilai rupiah ke arah yang lebih baik.

3. Memiliki usaha dengan orientasi ekspor

Bagi Anda yang memiliki daya juang tinggi bak pengusaha, selain meningkatkan perekonomian lokal dan mandiri, membangun usaha dengan orientasi ekspor juga termasuk cara menaikkan nilai rupiah.

 

Nilai tukar rupiah yang turun juga menjadikan harga produk yang diekspor ke luar negeri tidak terlalu mahal. Tentunya usaha ini membantu negara untuk menaikkan nilai rupiah dan menghindari penyebab mengapa nilai rupiah bisa turun.

4. Memilih investasi dalam negeri

Cara menaikkan nilai rupiah selanjutnya adalah dengan memilih untuk menanamkan modal di dalam negeri. Salah satunya adalah dengan berinvestasi pada obligasi negara seperti SBR016, surat berharga syariah negara yang menjaminkan kupon imbal hasil per tahun. Cukup menguntungkan bukan?

5. Berkunjung di wisata dalam negeri

Selanjutnya, berwisata lokal berarti turut andil dalam salah satu cara menaikkan nilai rupiah. Tak melulu ke Bali, berwisata ke kota-kota Indonesia lainnya juga tak kalah menarik. Selain bisa mencicipi kuliner khas dan mengunjungi wisata alam yang terdapat di kota tujuan, Anda akan memiliki pengalaman mengesankan tentang keragaman negara kita.

 

Jalan-jalan di dalam negeri berarti memastikan perputaran rupiah stabil dan kesempatan untuk menaikkan nilai rupiah pun akan meningkat. Tak hanya berhenti di situ, Anda juga turut serta memajukan ekonomi daerah.

6. Menggunakan transportasi publik

Selain mengurangi polusi udara dan kemacetan, kelebihan lain yang didapatkan dengan memanfaatkan transportasi publik adalah perwujudan dari cara menaikkan nilai rupiah.

 

Penggunaan transportasi publik berarti berkurangnya keperluan pemerintah untuk mendatangkan BBM dari luar negeri. Hal ini membantu negara guna mendapatkan devisa lebih yang bisa digunakan oleh kebijakan lainnya dan mengurangi penyebab mengapa nilai rupiah bisa turun.

 

Nah, sekarang Anda sudah memahami alasan mengapa nilai rupiah bisa turun dan naik. Setelah mengetahuinya, tugas kita sebagai warga negara yang baik adalah turut berkontribusi untuk mempertahankan nilai rupiah atau membantu dalam meningkatkannya. Semoga informasi ini bermanfaat dan jangan lupa simak tips finansial lainnya di OCBC NISP.

Baca Juga:

 

Story for your Inspiration

Baca

Investasi - 17 Mei 2024

ST012 – Pilihan berharga untuk masa depan sejahtera, bersama lestarikan bumi kita

Baca

Investasi - 17 Mei 2024

Strategi Barbel untuk Portofolio Obligasi Anda

See All

Produk Terkait

Giro

Giro

Kelola keuangan bisnis jadi lebih cepat dan mudah

Download OCBC mobile