Jenis-jenis deposito yang bisa jadi pilihan untuk mulai berinvestasi
Ingin mulai berinvestasi di deposito? Di tengah kondisi ekonomi 2026 yang dinamis, deposito masih menjadi salah satu instrumen yang relevan untuk menjaga stabilitas keuangan sekaligus memperoleh imbal hasil yang relatif pasti.
Produk simpanan berjangka ini dikenal menawarkan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa. Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Otoritas Jasa Keuangan yang menyebutkan bahwa deposito merupakan salah satu instrumen simpanan dengan tingkat risiko rendah dan imbal hasil tetap.
Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami jenis-jenis deposito serta karakteristiknya agar sesuai dengan kebutuhan finansial kamu.
Baca juga: Cara Menghitung Bunga Deposito Paling Mudah, Ini Rumusnya!
Apa Itu Deposito?
Secara umum, deposito adalah produk simpanan di bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu sesuai dengan perjanjian awal antara nasabah dan bank.
Artinya, dana yang disimpan tidak bisa dicairkan sewaktu-waktu seperti tabungan. Jika dicairkan sebelum jatuh tempo, biasanya akan dikenakan penalti.
Jangka waktu deposito cukup beragam, mulai dari 1 bulan hingga 24 bulan. Semakin lama tenor yang dipilih, umumnya semakin tinggi pula bunga yang ditawarkan.
Dari sisi keamanan, deposito termasuk instrumen yang relatif aman karena dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah sesuai ketentuan yang berlaku.
Kelebihan Deposito
Deposito menjadi pilihan banyak orang karena menawarkan sejumlah keunggulan yang cukup menarik, terutama bagi investor dengan profil risiko konservatif.
Jaminan Keamanan
Dana yang disimpan di deposito berada dalam sistem perbankan yang diawasi ketat. Selain itu, adanya penjaminan dari LPS memberikan perlindungan tambahan bagi nasabah.
Suku Bunga Lebih Tinggi
Dibandingkan tabungan biasa, deposito menawarkan bunga yang lebih tinggi dan bersifat tetap selama periode tertentu. Hal ini membuat perencanaan keuangan menjadi lebih terukur.
Risiko Relatif Rendah
Menurut World Bank, instrumen seperti deposito termasuk dalam kategori investasi berisiko rendah karena memiliki tingkat volatilitas yang minim dibandingkan instrumen pasar modal.
Dapat Diperjualbelikan
Pada jenis tertentu seperti sertifikat deposito, produk ini dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan sehingga memberikan fleksibilitas tambahan bagi pemilik dana.
Dijamin oleh LPS
Perlindungan dari LPS menjadi nilai tambah utama. Dengan batas penjaminan hingga Rp2 miliar, nasabah memiliki rasa aman terhadap dana yang disimpan.
Baca juga: Pengertian Deposito On Call, Keuntungan, & Jangka Waktunya
Jenis-jenis Deposito di Indonesia
Di Indonesia, terdapat beberapa jenis deposito yang dapat disesuaikan dengan tujuan dan kebutuhan finansial.
Deposito Berjangka
Ini adalah jenis deposito yang paling umum digunakan. Dana disimpan dalam jangka waktu tertentu dan tidak dapat ditarik sebelum jatuh tempo.
Tenor yang tersedia biasanya mulai dari 1 hingga 24 bulan, dengan bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan.
Deposito Automatic Roll Over (ARO)
Deposito ARO merupakan pengembangan dari deposito berjangka. Saat jatuh tempo, dana akan otomatis diperpanjang sesuai tenor awal tanpa perlu konfirmasi ulang dari nasabah.
Fitur ini cocok bagi kamu yang ingin berinvestasi secara pasif tanpa harus terus memantau jatuh tempo.
Deposito On Call
Jenis deposito ini ditujukan untuk dana dalam jumlah besar dengan jangka waktu relatif singkat, biasanya antara 7 hingga 30 hari.
Bunga yang diberikan umumnya berdasarkan kesepakatan antara bank dan nasabah, sehingga lebih fleksibel.
Sertifikat Deposito
Berbeda dengan deposito berjangka, sertifikat deposito tidak mencantumkan nama pemilik sehingga dapat diperjualbelikan atau dipindahtangankan.
Tenornya bervariasi, mulai dari 3, 6, hingga 12 bulan, dengan mekanisme pencairan yang lebih fleksibel.
Tips Memilih Deposito yang Tepat
Sebelum membuka deposito, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan agar keputusan yang diambil sesuai dengan tujuan finansial kamu.
Perhatikan Reputasi Bank
Pilih bank dengan reputasi yang baik, memiliki kinerja keuangan stabil, serta diawasi oleh regulator seperti OJK.
Bandingkan Suku Bunga
Setiap bank menawarkan suku bunga yang berbeda. Pastikan kamu membandingkan beberapa pilihan untuk mendapatkan imbal hasil yang optimal.
Sesuaikan Tenor dengan Tujuan
Pilih jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk tujuan jangka pendek, tenor singkat lebih fleksibel. Sedangkan untuk jangka panjang, tenor lebih lama bisa memberikan bunga lebih tinggi.
Cermati Biaya dan Penalti
Perhatikan biaya administrasi serta penalti jika melakukan pencairan sebelum jatuh tempo agar tidak mengganggu perencanaan keuangan.
Perhatikan Fitur Tambahan
Fitur seperti Automatic Roll Over (ARO) atau kemudahan akses digital dapat menjadi nilai tambah dalam memilih produk deposito.
Itulah penjelasan tentang deposito yang dapat kamu pilih sebagai salah satu instrumen investasi di tahun 2026, terutama bagi kamu yang mengutamakan keamanan dan stabilitas.
Pastikan juga untuk selalu mempertimbangkan faktor risiko, likuiditas, serta tujuan investasi agar hasil yang diperoleh lebih optimal dan terencana dengan baik.
Jika kamu ingin mulai berinvestasi deposito kamu dapat memanfaatkan produk deposito dari OCBC. Banyak kemudahan investasi Deposito lewat OCBC dengen berbgai benefit mulai dari proses pembukaan yang praktis bisa kapan saja dan dimana saja dari aplikasi OCBC mobile, pilihan tenor yang fleksibel, hingga bunga kompetitif yang bantu mengoptimalkan dana kamu. Selain itu Deposito di OCBC mobile juga memberikan rasa aman karena dana tersimpan di bank terpercaya, serta memudahkan monitoring investasi langsung dari genggaman.
Dengan perencanaan yang tepat, deposito dapat menjadi salah satu langkah awal untuk mengembangkan dana sekaligus menjaga kestabilan finansial Anda di masa depan.
Baca juga: 7 Perbedaan Deposito dan Tabungan, Mana Pilihanmu?