Cara Jadi Trendsetter untuk Branding Bisnis, Ini Manfaatnya!

27 Jan 2023

Trendsetter adalah perusahaan yang dapat mengatur pasar di industrinya.

Di dunia bisnis, trendsetter adalah perusahaan yang mampu memberikan inovasi baru melalui produk dan menjadi unggulan di sektor industrinya.

Trendsetter umumnya juga mendapatkan brand awareness yang tinggi ditengah masyarakat sehingga kebanyakan orang cenderung memilih mereka dari perusahaan lainnya.

Tentunya, hal tersebut menjadi keuntungan tersendiri bagi perusahaan trendsetter karena bisnisnya bisa menghasilkan lebih banyak profit dengan menjadi penentu tren.

Lantas, bagaimana langkah yang harus dilakukan oleh bisnis agar bisa menjadi trendsetter? Temukan jawabannya dalam pembahasan berikut!

Apa itu Trendsetter?

Trendsetter adalah sebutan yang disematkan pada individu atau organisasi seperti perusahaan yang menjadi pusat inovasi dan penciptaan trend.

Bagi sebagian orang atau bisnis, menjadi trendsetter adalah sesuatu yang sangat menguntungkan. Sebab, mereka akan diikuti oleh banyak orang.

Ketika bisnis menjadi pusat perubahan trend, konsumen akan cenderung memilihnya karena ada nilai pembeda yang ditawarkan kepada mereka.

Kompetitor pun akan jadi lebih sulit bersaing karena harus selalu mengikuti apapun tindakan atau inovasi yang dihadirkan oleh trendsetter.

Perlu Anda ketahui bahwa trend sifatnya dapat berubah-ubah, bahkah bisa dalam hitungan minggu atau hari. Itulah sebabnya, menjadi trendsetter adalah hal yang tidak mudah.

Jika ingin menjadi trendsetter di dalam suatu industri, Anda perlu mendorong inovasi di dalam organisasi atau bisnis yang dijalankan.

Dengan berinovasi, Anda dapat menghadirkan sesuatu yang baru dan berbeda dari yang sudah ada sehingga lebih mudah tertanam di ingatan konsumen.

Bagaimana kita bisa tahu suatu bisnis sudah menjadi trendsetter? Caranya, perhatikan berapa banyak perusahaan dengan produk atau campaign yang serupa dengan milik Anda.

Jika setidaknya ada satu atau dua perusahaan menyerupai, Anda berarti sudah menjadi trendsetter bagi mereka.

Baca juga: 8 Ide Bisnis Online Tanpa Modal & Cara Memulainya

Cara Menjadi Trendsetter

Menjadi trendsetter adalah hal yang tidak mudah serta membutuhkan proses yang panjang terlebih dahulu.

Anda perlu konsisten dalam menghadirkan inovasi dan menjadi berbeda, serta mendapatkan reputasi yang baik dari konsumen.

Meskipun sulit, trendsetter adalah hal yang mungkin untuk diraih bisnis Anda. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencapainya.

Adapun beberapa cara menjadi trendsetter adalah sebagai berikut:

1. Amati Tren yang Ada

Seorang trendsetter bukan berarti hanya menghasilkan inovasi dan tidak memperhatikan sekitar. Anda juga perlu mengamati audiens dan apa yang mereka perbincangkan.

Mengapa demikian? Alasannya karena Anda perlu menjadi pemerhati trend yang baik untuk bisa menciptakannya.

Cari tahu apa saja hal yang biasanya viral di kalangan target audiens, bagaimana proses peningkatan trennya, dan faktor apa yang menyebabkan hal tersebut.

Tanpa memahami audiens beserta trend terkini, inovasi yang dihadirkan mungkin saja akan sulit diterima audiens karena tidak sesuai dengan apa yang oleh pasar.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengamati trend yaitu dengan selalu membaca berita terkini, mengikuti update di media sosial, atau mengikuti webinar.

Cobalah juga untuk menggunakan berbagai tools seperti Google Trends, Mashable, dan Feedy yang akan membantu Anda dalam mengikuti perkembangan terkini di dunia maya.

2. Posisikan Diri sebagai Konsumen

Inovasi yang baik adalah ketika permasalahan atau kebutuhan banyak orang bisa menyelesaikan sehingga ia menjadi sebuah trend.

Dalam konteks bisnis, bagaimana caranya agar kita untuk memahami apa yang diinginkan konsumen?

Jawabannya adalah dengan memposisikan diri sebagai konsumen. Lakukan observasi terhadap mereka, tanyakan apa yang dirasakan, dan ketahui harapan mereka.

Dengan demikian, Anda bisa menghadirkan inovasi yang menjadi trend karena relevan dengan banyak orang.

3. Ciptakan Produk yang Mudah Digunakan

Sebuah inovasi tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan konsumen apabila tidak ada yang memahami atau bisa menggunakannya.

Sebagai pada inovasi produk, konsumen yang kesulitan menggunakannya tentu akan meninggalkan barang tersebut walaupun fungsinya sangatlah dibutuhkan.

Hal ini juga berlaku pada inovasi ide, konsep, atau campaign yang tidak akan bisa dimengerti oleh orang ataupun stakeholder jika Anda tidak membuatnya simpel dan jelas.

Jika ingin menjadi trendsetter lewat pengembangan inovasi, pastikan bahwa ide, produk, atau campaign yang dibuat bisa dengan mudah dipahami dan digunakan.

4. Bangun Komunitas

Sebuah trend tentunya tidak bisa terjadi dengan begitu saja. Terdapat proses yang harus dilakukan untuk bisa menciptakannya.

Salah satunya adalah penyebaran informasi terkait inovasi yang Anda buat. Hal ini penting karena kesadaran akan inovasi dapat terbentuk ketika banyak orang membicarakannya.

Di sinilah peran Anda untuk bisa memanfaatkan berbagai channel seperti media sosial atau key opinion leader (KOL) untuk menyebarkan informasi dan awareness ke target audiens.

Baca juga: Riset Pemasaran: Pengerti, Fungsi, Tahapan & Tujuannya

Manfaat Menjadi Trendsetter

Trendsetter adalah proses yang membutuhkan banyak waktu dan biaya. Meski demikian, Anda bisa mendapatkan manfaat yang dampaknya akan selalu terasa secara jangka panjang.

Manfaat perusahaan ketika menjadi trendsetter adalah sebagai berikut:

1. Menjadi Pionir

Trendsetter adalah pionir yang menciptakan suatu hal baru dan banyak orang mengikutinya.

Bisnis yang menjadi trendsetter tentu akan berada di dalam top of mind konsumen sehingga mereka akan menjadikan produk atau layanan Anda sebagai pilihan pertama mereka.

Meski begitu, Anda tidak bisa sembarangan menciptakan trend tanpa melakukan riset dan uji coba terlebih dahulu.

Sebab, seringkali hal ini yang membuat bisnis gagal menciptakan inovasi yang viral atau setidaknya hanya bertahan sebentar.

2. Diingat sebagai yang Orisinal

Seperti penjelasan sebelumnya, pionir yang pertama kali menciptakan inovasi akan selalu melekat diingatan orang-orang.

Walaupun pada akhirnya akan ada banyak kompetitor lain yang turut mengikuti trend, Anda akan tetap diingat sebagai pencipta pertama dan yang paling orisinal.

3. Bisa Mengatur Pasar

Keunggulan lainnya dari menjadi trendsetter adalah mengatur pasar. Sebagai top of mind, bisnis bisa dengan leluasa mengatur strategi baru.

Anda tidak perlu ragu mengambil suatu langkah bisnis hanya karena takut tidak ramai atau diabaikan audiens.

Sebab, semua mata mereka akan selalu tertuju ke brand Anda. Namun demikian, hal ini bisa menjadi pedang bermata dua.

Apabila langkah inovasi yang dibuat salah dan cenderung mengarah ke hal negatif atau kontroversial, konsumen akan kehilangan kepercayaan mereka terhadap bisnis Anda.

Baca juga: 10 Cara Pemasaran Produk yang Baik & Contohnya agar Omzet Naik

Contoh Trendsetter

Ada banyak contoh trendsetter yang bisa Anda pelajari dan ikuti langkahnya. Salah satunya adalah Apple.

Sebagai salah satu brand paling mahal di dunia, Apple telah menjadi trendsetter di mana banyak pelanggan loyalnya selalu mengantre setiap kali mereka meluncurkan produk baru.

Tidak hanya itu, setiap inovasi yang mereka ciptakan juga seringkali diikuti oleh kompetitor.

Ada juga perusahaan yang menjadi contoh trendsetter Indonesia. Aqua menjadi perusahaan pertama yang menjual air mineral dalam kemasan.

Saat itu, banyak yang meremehkan ide tersebut. Berkat upaya yang mereka lakukan, Aqua berhasil membuat produknya banyak disukai masyarakat dan kompetitor pun bermunculan.

Hal ini membuktikan bahwa Apple ataupun Aqua telah menjadi pusat trend khususnya dalam bidang mereka masing-masing.

Demikian penjelasan mengenai trendsetter untuk branding bisnis. Dapat dilihat bahwa menjadi trendsetter adalah hal yang bermanfaat.

Namun, bisnis yang bisa menjadi trendsetter tentunya harus berupaya untuk melakukan berbagai strategi agar dapat bertahan di pasaran dan selalu menghasilkan keuntungan.

Bila bisnis Anda adalah ingin menjadi trendsetter berkelanjutan, pastikan selalu melakukan perencanaan dan pengelolaan secara tepat.

Agar lebih mudah, salah satu caranya adalah dengan membaca insight seputar bisnis dan keuangan di blog OCBC NISP. Yuk kunjungi lamannya sekarang juga!

Baca juga: Kenali Strategi Pemasaran Online dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 12 Feb 2024

10 Manfaat Ekonomi Kreatif Bagi Perekonomian Indonesia

Baca

Edukasi - 1 Feb 2024

Koperasi Konsumsi: Pengertian, Tujuan, Fungsi, dan Ciri-Ciri

See All

Produk Terkait

Trade Finance

Trade Finance

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Download OCBC mobile