Personal Finance: Pengertian, Prinsip, Contoh & Cara Mengatur

15 Mar 2023

Personal finance adalah hal yang lekat pada setiap aspek kehidupan Anda.

Personal finance adalah sesuatu yang selalu ada di setiap aspek kehidupan manusia sehari-hari. Sebab, kebiasaan dan gaya hidup kita akan sangat memengaruhi hal tersebut.

Oleh karena itu, Sobat OCBC NISP harus mengetahui bagaimana cara mengelola keuangan pribadi dengan baik sehingga tujuan keuangan dapat tercapai.

Supaya lebih mudah, simak contoh penerapan dan tips personal finance yang ada di artikel ini, yuk!

Apa Itu Personal Finance?

Pengertian personal finance adalah kegiatan terkait dengan pengelolaan keuangan pribadi. Ada berbagai komponen di dalamnya seperti pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan investasi.

Pengetahuan dan kemampuan personal finance adalah hal yang sangat penting karena pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup manusia.

Setiap aspek kehidupan akan sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara Anda mengelola uang. Mulai dari tujuan yang ingin dicapai hingga makanan sehari-hari.

Untuk itulah, diperlukan cara mengelola personal finance yang baik mulai dari perencanaan, penggunaan, hingga evaluasinya.

Dengan demikian, Anda dapat terbebas dari berbagai permasalahan keuangan serta tujuan finansial bisa lebih mudah tercapai.

Baca juga: Aset Finansial Adalah: Pengertian dan Cara Investasinya

Prinsip Personal Finance

Untuk bisa mengelola personal finance dengan baik, Anda perlu memahami prinsip-prinsip yang ada di dalamnya terlebih dahulu.

Prinsip atau pola pikir ini terkait dengan personal finance adalah hal yang akan sangat memengaruhi kesuksesan Anda mengelola keuangan pribadi.

Ketiga prinsip penting dalam personal finance adalah sebagai berikut:

1. Prioritas

Prinsip ini berkaitan dengan kemampuan Anda dalam menentukan prioritas keuangan.

Anda harus bisa membedakan antara pembelian bersifat produktif dengan yang hanya menghabiskan uang saja.

Pastikan bahwa Anda tetap fokus dan memprioritaskan pembelian yang sifatnya produktif.

2. Penilaian

Prinsip selanjutnya mengenai personal finance adalah kemampuan Anda dalam menilai setiap investasi yang dimiliki.

Kemampuan ini memang sering kali hanya dimiliki oleh profesional dan diperlukan latihan serta pengalaman tinggi.

Ketika sudah menguasainya, Anda bisa mengambil keputusan finansial yang tepat.

3. Pengekangan

Perlu diketahui bahwa sebesar apapun penghasilan dan investasi yang dimiliki, jika pengeluarannya lebih besar maka Anda tetap akan mengalami masalah finansial.

Itulah sebabnya, Anda perlu melakukan pengekangan atau pembatasan mengenai pos-pos pengeluaran apa saja yang sebaiknya dikurangi.

Dengan demikian, jumlah pengeluaran Anda akan lebih terkendali dan uangnya bisa lebih banyak digunakan untuk menabung atau berinvestasi.

Baca juga: Financial Planner Adalah: Pergertian, Manfaat, Tugas & Tipe

Komponen dalam Personal Finance

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada lima komponen dalam personal finance.

Dengan mengetahui serta mengelola kelima komponen tersebut, Anda dapat menggunakan dan mengalokasikannya secara tepat.

Adapun kelima komponen personal finance adalah sebagai berikut:

1. Pendapatan

Pendapatan merupakan sumber yang menjadi arus kas masuk dan diterima secara rutin dari keuangan pribadi Anda.

Uang yang didapatkan dari pendapatan akan dialokasikan kembali ke beberapa komponen lainnya. Misalnya saja pengeluaran kebutuhan harian, asuransi, tabungan, dan investasi.

Terdapat sumber pendapatan lainnya selain gaji seperti bonus, hadiah, profit bisnis, dan dividen dari saham.

2. Pengeluaran

Pengeluaran merupakan kebalikan dari pendapatan, yaitu sumber pos arus kas keluar. Untuk itulah, Anda perlu mengelola personal finance dengan baik.

Pengeluaran pribadi bisa untuk berbagai hal mulai dari kebutuhan primer seperti makan dan pakaian, hingga hiburan dan aktualisasi diri.

Lantas, bagaimana cara mengelola arus kas keluar dengan baik? Simpelnya, pastikan bahwa pengeluaran Anda tidak lebih besar dari pemasukan yang diterima.

Apabila pengeluaran tersebut sampai berlebih, jalan keluar yang biasanya diambil adalah melakukan pinjaman atau utang supaya kebutuhan Anda bisa tercukupi.

Pada dasarnya, sah-sah saja memang mendapatkan pinjaman atau utang jika digunakan untuk hal yang produktif.

Hal ini akan menjadi masalah jika pinjaman tersebut digunakan untuk pengeluaran konsumtif yang tidak menghasilkan apapun.

3. Tabungan

Tabungan merupakan sebagian pendapatan milik Anda yang disimpan untuk digunakan di masa mendatang.

Tujuan dari menabung bisa beraneka macam, mulai dari dana darurat, membeli barang mewah atau rumah, traveling, hingga dana pensiun.

Dalam hal ini, pentingnya tabungan dalam personal finance adalah Anda bisa memiliki ketahanan finansial apabila terdapat masalah pada sumber pendapatan.

Oleh karena itu, jangan lupa selalu menyisihkan sebagian dari pemasukan yang Anda dapatkan ditabung di awal waktu.

Sebagai tips, jangan pernah menabung dari sisa uang yang telah dipakai untuk pengeluaran. Tentukanlah jumlah tabungan di awal dan langsung simpan uang Anda begitu menerima.

Dengan demikian, akan selalu ada uang yang bisa Anda tabung setiap bulannya dan jumlahnya sama.

Baca juga: Financial Consultant: Tugas, Gaji Serta Cara Kerjanya

4. Investasi

Komponen selanjutnya dari personal finance adalah investasi.

Selain menabung, Anda bisa menyisihkan sebagian pendapatan untuk membeli berbagai instrumen investasi seperti saham, properti, obligasi, dan emas.

Tujuan investasi dalam personal finance adalah menggunakan uang yang Anda miliki untuk menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Dengan demikian, Anda tidak perlu bekerja untuk bisa mendapatkan penghasilan. Sebaliknya, uanglah yang akan bekerja untuk Anda.

Tentu saja, setiap investasi memiliki risiko dengan tingkatan yang berbeda-beda. Untuk itulah, Anda perlu mempelajarinya supaya dapat menghindari atau meminimalisasi kerugian.

5. Asuransi

Asuransi adalah layanan keamanan finansial yang berguna untuk melindungi atau menjaga Anda dari berbagai hal tidak terduga, seperti penyakit dan kecelakaan.

Ada berbagai jenis asuransi yang bisa Anda gunakan seperti asuransi ketenagakerjaan, asuransi kesehatan, asuransi jiwa, jaminan hari tua, dan lain sebagainya.

Contoh Personal Finance

Supaya penerapannya bisa lebih mudah dipahami, berikut adalah contoh personal finance yang bisa Anda simak.

Dodo dan Rara memiliki pekerjaan di perusahaan yang sama serta posisi serupa sehingga gajinya pun juga tidak berbeda yaitu sebesar Rp5.000.000 per bulan.

Namun demikian, Dodo memiliki pengetahuan personal finance yang lebih baik dibandingkan dengan Rara. Nah, berikut ini adalah perbedaan rincian keuangan mereka:

  1. Rincian keuangan Dodo:
    1. Gaji = Rp5.000.000
    2. Kebutuhan bulanan = Rp2.000.000
    3. Hiburan, hobi, sosial = Rp1.000.000
    4. Investasi = Rp2.000.000
  2. Rincian keuangan Rara:
    1. Gaji = Rp5.000.000
    2. Kebutuhan bulanan = Rp2.500.000
    3. Hiburan, hobi, sosial = Rp3.000.000
    4. Bayar cicilan kredit= Rp500.000

Berdasarkan rincian keuangan diatas, Dodo memiliki pemahaman dan kemampuan mengelola personal finance dengan baik. Ia dapat menyisihkan sebagian uangnya untuk investasi.

Berbeda halnya dengan Rara yang tidak memiliki tabungan atau investasi sama sekali. Bahkan jumlah pengeluarannya lebih besar dibandingkan dengan pendapatannya.

Hal ini membuat Rara harus menggunakan kredit untuk memenuhi kebutuhan dan membayar cicilan di setiap bulannya.

Bagaimana? Dari penjelasan di atas kita dapat simpulkan bahwa personal finance adalah hal yang penting untuk dipelajari dan dikelola dengan baik.

Dengan demikian, Anda bisa terhindar dari berbagai permasalahan keuangan serta meraih tujuan finansial yang diinginkan.

Kelola keuangan Sobat OCBC NISP dengan mudah menggunakan ONe Mobile OCBC NISP demi mencapai tujuan finansial.

Ada beragam kemudahan yang ditawarkan layanan ini seperti pembukaan rekening di mana saja dan proses transfer hanya dengan nomor ponsel. Yuk, pelajari lebih lanjut!

Baca juga: Bagaimana Cara Mencapai Tujuan Keuangan (Financial Goals)?

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 18 Apr 2024

Manfaat, Jenis, dan Biaya Asuransi KPR yang Perlu Kamu Ketahui

Baca
OCBC NISP 80 Tahun | Promo KPR

Edukasi - 18 Apr 2024

Anti Ditolak, Berikut Tips agar Pengajuan KPR Disetujui Bank

See All

Produk Terkait

Cash Management

Cash Management

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Download OCBC mobile