8 Cara Menjadi Eksportir untuk Pemula, UMKM Bisa Coba!

30 Mar 2023

Cara menjadi eksportir bisa dibilang gampang-gampang sulit. Yuk, simak!

Saat ini, bukan hanya perusahaan besar saja yang bisa menjadi eksportir. Bisnis rintisan seperti UMKM pun juga bisa mulai mempelajari cara menjadi eksportir pemula.

Sebab, saat ini segala sesuatu dapat dengan mudah diakses dan disebarkan melalui internet maupun sosial media.

Apalagi, pemerintah juga memberikan dukungan serta fasilitas kepada para UMKM untuk mulai memasarkan produk mereka ke berbagai negara tujuan ekspor

Jadi, jangan sia-siakan kesempatan ini dan mari mulai pasarkan produk Indonesia ke berbagai negara di dunia.

Untuk mengetahui cara menjadi eksportir pemula, mari simak uraiannya di artikel berikut ini.

Keuntungan Menjadi Eksportir

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara menjadi eksportir pemula, mari ketahui dahulu mengenai keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Dengan menjadi eksportir, Anda dapat berkontribusi menaikkan pemasukan negara dalam bentuk devisa. Alhasil, perekonomian negara pun menjadi ikut terangkat.

Kemudian, jika bisnis Anda menjadi besar, tenaga ahli tambahan tentu diperlukan. Dengan begitu, Anda bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi yang membutuhkan.

Yang terakhir, Anda juga berperan mengembangkan industri dalam negeri karena munculnya demand barang dari luar negeri.

Syarat Menjadi Eksportir

Menurut Direktorat Jenderal pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, cara menjadi eksportir pemula pertama-tama adalah dengan menyiapkan sejumlah syarat sebagai berikut.

1. Berbadan Hukum yang Sah dan Bisa Dibuktikan

Ini berarti, Anda harus mempunyai organisasi atau perkumpulan yang didirikan dengan akta otentik legal sehingga diperlakukan sebagai subyek hukum. Contohnya adalah Perseroan Terbatas (PT), yayasan, koperasi, BUMN, BUMD, Persekutuan Komanditer (CV), persero, dan firma.

2. Memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Untuk membuat NPWP, Anda bisa datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KP2KP) terdekat

3. Mengantongi Izin

Izin yang perlu dipersiapkan adalah berupa SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) bila Anda ingin menjadi eksportir di bidang perdagangan atau Surat Izin Industri untuk bidang industri.

Baca juga: Kebijakan Fiskal: Pengertian, Tujuan, Instrumen, & Contohnya

Tips Menjadi Eksportir Pemula

Cara menjadi eksportir pemula sebenarnya tidak terlalu sulit. Jika ingin memulainya, berikut adalah sejumlah tips menjadi eksportir pemula yang bisa Anda coba.

1. Riset Produk yang Paling Laris

Untuk menghindari kerugian, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan riset produk paling laris.

Tiap negara pasti punya kebutuhan akan produk yang berbeda. Anda bisa memulai riset mengenai kebutuhan jenis produk di suatu negara. Carilah produk apa saja yang laku di negara tertentu dan memiliki demand tinggi.

2. Tentukan Negara yang Dituju

Jika telah menentukan produk mana yang akan dijual, coba temukan negara berpotensi tinggi menjadi target dari usaha Anda.

Biasanya, negara dengan penduduk terbanyak memiliki potensi yang besar, seperti Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

Selain itu, Anda juga bisa mencari negara dengan tingkat konsumsi tertinggi pada produk yang ingin ditawarkan.

Misalnya, produk yang Anda jual adalah kopi. Dari riset yang dilakukan, diketahui bahwa negara dengan peminum kopi terbanyak adalah Finlandia, Norwegia, dan Islandia. Dari sini, Anda bisa pertimbangkan negara-negara tersebut untuk menjadi target ekspor.

Selain kedua cara di atas, Anda juga bisa mempertimbangkan negara yang memiliki kedekatan jarak geografis dan punya kemiripan budaya dengan Indonesia seperti Thailand, Malaysia, hingga Singapura.

3. Mempelajari Cara Ekspor Langsung dan Tidak Langsung

Cara menjadi eksportir pemula selanjutnya adalah Anda harus mengetahui dua jenis bagaimana mengekspor barang. Cara ekspor dibagi menjadi langsung dan tidak langsung.

Cara ekspor langsung berarti Anda menjual atau memasarkan langsung produk kepada konsumen luar negeri tanpa adanya perantara pihak ketiga.

Sementara itu, cara ekspor tidak langsung berarti Anda memerlukan bantuan dari pihak ketiga untuk berkomunikasi dengan pembeli dari luar negeri.

Pihak ketiga di sini umumnya berupa trading company, agen perdagangan ekspor, atau eksportir lain yang sudah berpengalaman.

Baca juga: Demand Deposit: Pengertian, Contoh, & Fungsinya bagi Nasabah

4. Siapkan Dokumen untuk Ekspor

Untuk melakukan ekspor barang ke luar negeri, Anda memerlukan beberapa dokumen khusus yang mencakup legalitas usaha dan dokumen ekspor.

Adapun yang dimaksud dengan dokumen legalitas usaha adalah seperti SIUP, TDP (Tanda Daftar Perusahaan), NPWP, dan NIK (Nomor Identitas Kepabeanan).

Sementara itu, dokumen ekspor di antaranya adalah invoice dan packing list yang berisi informasi mengenai isi paket, seperti jumlah, jenis, dan berat barang.

5. Manfaatkan Fasilitas dari Pemerintah

Ada banyak fasilitas tersedia dari pemerintah yang bisa Anda manfaatkan sebagai eksportir.

Anda bisa mencari fasilitas yang tersedia melalui laman situs web resmi Direktorat Pengembangan Ekspor Nasional (DJPEN).

Anda juga bisa mengikuti pameran business matching yang dilaksanakan pemerintah. Dalam acara ini, pebisnis Indonesia dan pembeli internasional dapat bertemu.

Hal ini tentu bisa menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan produk Anda ke khalayak luas dan menarik pelanggan.

6. Manfaatkan Internet dan Sosial Media

Internet sangatlah memudahkan kita untuk mengetahui informasi dari berbagai belahan dunia.

Oleh karena itu, penting untuk memasarkan bisnis dan produk yang Anda tawarkan melalui dengan bantuan internet.

Anda bisa mengiklankan produk tersebut melalui Google Ads, YouTube Ads, Instagram Ads, bahkan TikTok Ads.

Namun, jika Anda tidak ingin mengeluarkan dana berlebih, manfaatkan sosial media seperti TikTok, Instagram, dan Twitter yang kini ramai digunakan oleh banyak orang dari berbagai negara.

Ada juga portal internasional seperti marketplace yang memiliki pengguna mancanegara, seperti Amazon, Alibaba, dan AliExpress.

Pelajari juga karakteristik target market Anda dan ketahui media mana yang bisanya mereka gunakan. Dengan begini, Anda bisa lebih optimal dalam memasarkan produk.

7. Kenalkan Produk Lewat Pameran

Pemerintah biasanya rutin menggelar pameran dagang yang bernama Trade Expo Indonesia tiap tahunnya.

Pameran ini merupakan kesempatan besar untuk memasarkan produk usaha Anda kepada pelanggan internasional.

Selain untuk meningkatkan awareness terhadap usaha dan produk Anda, mengikuti pameran juga dapat memperluas wawasan serta networking dalam bidang bisnis.

Aktiflah mencari informasi mengenai kapan pameran produk ekspor diadakan di Indonesia dan bagaimana mendaftarkan diri sebagai peserta.

Itulah beberapa tips dan cara menjadi eksportir pemula yang dapat Anda ikuti.

Nah, setelah mengetahui cara menjadi eksportir pemula, tidak ada salahnya jika Anda juga menggunakan layanan pendukung transaksi trade untuk eksportir dari OCBC NISP.

Nantinya, Sobat OCBC NISP bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan transaksi perdagangan baik impor maupun ekspor, serta kemudahan transaksi melalui Velocity@ocbcnisp.

Akhir kata, semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

Baca juga: Agen Ekspor: Pengertian, Jenis, Keuntungan, dan Contohnya

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 29 Mei 2024

Apakah Transaksi dengan QRIS Kena Biaya Admin?

Baca

Edukasi - 29 Mei 2024

Buka Rekening Tabungan Dapat Bonus, Gimana Caranya?

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB
OCBC mobile
ONe Mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.
impor

impor

Solusi pembiayaan untuk keberlangsungan bisnis

Download OCBC mobile