Deposito merupakan salah satu produk penyimpanan uang yang mulai banyak digunakan. Akan tetapi, masih ada sejumlah orang yang belum tahu cara kerja deposito.
Sebenarnya, cara kerja deposito mudah saja, yaitu menyimpan uang yang kemudian hanya dapat diambil sesuai jangka waktu tertentu. Namun, perlu diketahui bahwa beberapa jenis deposito memiliki karakteristiknya masing-masing.
Oleh karena itu, untuk lebih lengkapnya, yuk simak uraian mengenai cara kerja deposito berdasarkan jenisnya berikut ini!
Apa Itu Deposito?
Apabila dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), deposito dapat diartikan sebagai bentuk uang yang disimpan di dalam rekening. Lantas, apa perbedaannya dengan tabungan biasa? Nah, yang membedakan adalah sistem penarikan depositonya.
Deposito adalah simpanan pihak lain pada bank di mana penarikannya hanya boleh dilakukan di waktu tertentu sesuai kesepakatan. Beberapa karakteristik utama deposito, yaitu:
- Dapat dicairkan hanya setelah jangka waktu yang telah ditentukan berakhir
- Bisa dilakukan menggunakan mata uang mana pun, baik rupiah maupun valas
- Ketika hampir mencapai masa tenor, deposito akan diperpanjang otomatis (automatic roll over)
Cara Kerja Deposito Berdasarkan Jenisnya
Lantas, bagaimana cara kerja deposito di bank? Sebenarnya, deposito sendiri memiliki tiga jenis yang dapat kamu pilih dan ketiganya mempunyai cara kerjanya masing-masing.
Namun, secara umum, cara kerja deposito dimulai dari penyetoran sejumlah dana ke bank oleh nasabah untuk jangka waktu tertentu sesuai kesepakatan. Kemudian, bank akan memberikan bunga secara periodik atau akumulatif sampai tiba masa jatuh tempo selama periode waktu tersebut.
Untuk lebih jelasnya, berikut adalah cara kerja deposito berdasarkan jenisnya:
1. Deposito Berjangka
Deposito berjangka merupakan jenis yang paling sering digunakan. Jenis deposito yang satu ini hanya dapat diambil atau dicairkan pada jangka waktu tertentu, mulai dari 1, 2, hingga 24 bulan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cara kerja deposito berjangka adalah nasabah hanya bisa menarik uang pada waktu tertentu saja.
Deposito ini dapat diterbitkan atas nama lembaga atau bisa juga perorangan. Nantinya, bank akan memberikan bunga ke tabungan deposito nasabah.
Orang yang bisa menarik deposito harus sesuai dengan nama di rekening. Jadi, tak sembarang orang dapat mengambilnya.
2. Deposito On Call
Berbeda dengan deposito berjangka, jenis yang satu ini menawarkan jangka waktu lebih singkat, yaitu minimal 7 hari dan maksimal 1 bulan. Meskipun begitu, dana yang disetorkan pada deposito on call akan lebih besar daripada deposito berjangka.
Nominal yang disetorkan dalam deposito on call bisa mencapai Rp50-Rp100 juta tergantung ketentuan dari bank.
Baca juga: Ini 3 Risiko Melakukan Pencairan Deposito Sebelum Jatuh Tempo
3. Sertifikat Deposito
Jenis yang terakhir adalah sertifikat deposito. Sebenarnya, jenis ini mirip dengan deposito berjangka karena adanya tenggat waktu. Namun, perbedaannya terletak pada kepemilikannya. Jadi, semua orang dapat memperjualbelikan atau mencairkan deposito ini.
Jadi, alih-alih berfungsi sebagai tabungan, sertifikat deposito lebih mirip seperti investasi yang dapat dimiliki siapa pun. Bahkan, sertifikat deposito sudah masuk ke dalam salah satu instrumen dari pasar uang.
Keuntungan Menabung Deposito
Berikut ini adalah beberapa keuntungan menabung deposito:
1. Memiliki Suku Bunga yang Kompetitif
Banyak orang yang memilih untuk menyimpan uangnya di deposito dibanding tabungan biasa karena suku bunganya jauh lebih tinggi.
Yap, suku bunga deposito bahkan bisa mencapai tiga kali lipat lebih besar daripada tabungan biasa. Dengan demikian, imbal hasil yang akan didapat nasabah pun lebih tinggi.
Selain itu, deposito juga tidak mengenakan biaya administrasi yang membuat dana menjadi berkurang.
2. Kemudahan Mengakses Bunga
Salah satu kekurangan dari deposito adalah uang yang disimpan tidak bisa diambil kapan saja ketika dibutuhkan. Akan tetapi, nasabah masih dapat mengakses bunganya. Nah, bunga dari deposito inilah yang bisa dijadikan pendapatan alternatif.
Bunga yang didapatkan dapat dinikmati dengan cara ditransfer ke rekening. Jadi, meskipun tidak ingin memakainya, bunga tetap akan dimasukkan ke rekening deposito.
Baca juga: 5 Perbedaan Obligasi dan Deposito, Jangan Sampai Tertukar!
4. Memiliki Risiko yang Kecil
Deposito merupakan jenis investasi yang memiliki risiko relatif kecil dibanding instrumen lainnya. Sebab, deposito tidak mengenal adanya fluktuasi pasar dan perubahan harga.
Tak hanya itu, apabila bank sudah terdaftar di LPS, maka dapat dijamin uang yang disimpan dalam deposito akan aman dan terhindar dari penyalahgunaan.
LPS sendiri menjamin penyimpanan dana deposito sampai Rp2 miliar dengan suku bunga hingga 3,50%.
Cara Menabung Deposito
Setelah mengetahui cara kerja deposito, kamu mungkin menjadi tertarik untuk menggunakannya. Namun, sebelum menabung deposito, alangkah baiknya untuk memperhatikan beberapa hal berikut terlebih dahulu:
- Lakukan riset mengenai reputasi bank yang dipilih untuk membuka tabungan deposito. Pastikan bahwa bank tersebut bereputasi baik dan telah dijamin oleh LPS serta terdaftar di OJK
- Bandingkan jenis deposito mana yang sesuai dengan kebutuhan
- Bandingkan tingkat suku bunga dan sistem pembayaran yang ditawarkan masing-masing bank. Waspada akan lembaga yang menawarkan suku bunga tinggi di atas ketentuan LPS
Kemudian, jika ingin membuka deposito, kamu dapat langsung mendatangi bank yang menawarkannya. Atau, saat ini, kamu sudah bisa membuka deposito online melalui aplikasi bank seperti OCBC mobile.
Melalui OCBC mobile, kamu dapat membuka deposito sesuai jenis yang kamu inginkan. Caranya mudah, kamu tinggal mengikuti cara-cara berikut:
1. Login ke Aplikasi OCBC mobile
Pastikan kamu sudah memiliki akun dan login ke aplikasi OCBC mobile. Jika belum, kamu perlu membuka rekening tabungan terlebih dahulu sebagai rekening sumber dana.
2. Pilih Menu ‘Investasi’ atau ‘Deposito’
Di halaman utama aplikasi, masuk ke menu investasi, lalu pilih produk deposito.
3. Tentukan Nominal Deposito
Masukkan jumlah dana yang ingin kamu depositokan. Pastikan nominal sesuai dengan minimum setoran yang berlaku.
4. Pilih Tenor (Jangka Waktu)
Tentukan jangka waktu deposito, biasanya tersedia pilihan seperti 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. Pilih sesuai dengan kebutuhan dan tujuan finansial kamu.
5. Pilih Opsi Perpanjangan (ARO)
Kamu akan diminta memilih opsi saat jatuh tempo:
- Automatic Rollover (ARO): diperpanjang otomatis
- Non-ARO: dana langsung cair ke rekening
- ARO + bunga: pokok diperpanjang, bunga ditransfer
6. Review Detail Deposito
Periksa kembali seluruh informasi seperti:
- Nominal deposito
- Suku bunga
- Tenor
- Instruksi jatuh tempo
Pastikan semuanya sudah sesuai sebelum melanjutkan.
7. Konfirmasi dan Aktivasi
Masukkan PIN atau lakukan verifikasi sesuai instruksi aplikasi. Setelah itu, deposito akan langsung aktif dan tercatat di akun kamu.
8. Pantau Deposito Secara Berkala
Kamu bisa melihat perkembangan deposito kapan saja melalui aplikasi, termasuk jadwal jatuh tempo dan bunga yang diperoleh. OCBC menyediakan beberapa produk deposito yang dapat kamu pilih.
Selain Deposito IDR, kamu juga bisa membuka Deposito Valas dan Deposito Berjangka yang cocok untuk kamu yang ingin mengembangkan dana bisnis.
Dengan proses yang sepenuhnya digital, membuat deposito di OCBC mobile menjadi solusi praktis untuk mulai berinvestasi dengan aman dan mudah di tahun 2026.
Saat ingin membuka deposito, pastikan untuk menyiapkan berkas identitas yang masih berlaku, seperti KTP dan NPWP.
Demikianlah uraian lengkap yang membahas mengenai cara kerja deposito berdasarkan masing-masing jenisnya. Yuk, segera buka deposito berjangka dan jadilah #FinanciallyFit bersama OCBC!
Baca juga: 7 Tips Memilih Deposito yang Tepat & Terpercaya, Wajib Tahu!