Individu Nyala

Supply Chain Adalah: Pengertian, Tujuan, Sistem dan Contoh

8 Nov 2021 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Supply chain adalah instrumen penting dalam dunia bisnis. Ketika sedang menjalankan perusahaan, pastikan Anda mampu memanajemen pasokan produk secara efektif agar lebih hemat namun tetap kompetitif.

Dalam artikel kali ini, OCBC akan mengulas mengenai apa itu supply chain, contoh, dan cara kerjanya agar kegiatan produksi dan distribusi perusahaan Anda berjalan secara lancar juga efektif hingga ke konsumen akhir. Yuk simak!

Pengertian Supply Chain

Supply chain adalah serangkaian jaringan proses produksi hingga penyaluran suatu produk agar dapat diterima konsumen terakhir. Termasuk di dalamnya proses pengolahan bahan baku, serta pengangkutan produk ke tangan konsumen.

Serangkaian proses ini melibatkan berbagai pihak, yakni produsen, pengelola gudang, vendor, pengangkut, distributor, dan pengecer. Dengan demikian, supply chain adalah rantai yang penting karena menghubungkan produsen, supplier, distributor, dan para konsumennya.

Perbedaan Supply Chain dan Supply Chain Management

Supply chain adalah istilah yang berbeda dengan supply chain management (SCM). Perbedaannya terletak pada eksekusi di lapangan. SCM tak hanya meliputi proses pengolahan bahan baku, produksi, dan pendistribusian, namun juga cara agar semua tahapan berlangsung secara hemat dan efisien.

Perbedaan supply chain dan supply chain management lainnya adalah SCM juga mengatur taktik koordinasi dengan perusahaan mitra. Hal ini karena perusahaan tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni menjangkau konsumen terakhir. Oleh karena itu, supply chain dari berbagai perusahaan harus dikoordinasikan agar produknya dapat diterima oleh konsumen.

Dengan demikian, manfaat supply chain management adalah untuk mengatasi berbagai masalah produksi dan distribusi secara efektif agar tercipta produk yang berkualitas, kompetitif, dan penyalurannya tepat waktu.

Tujuan dan Fungsi Supply Chain

Fungsi dari supply chain adalah sebagai alat perencanaan strategis terkait kebijakan bisnis. Dengan mengamati jalannya supply chain, perusahaan dapat menemukan target pasar baru, permasalahan terkait distribusi, dan iklim kompetisi di sekitarnya.

Misal, tingginya biaya pengangkutan membuat perusahaan merugi. Oleh karena itu, dibuat kebijakan untuk mencari agen logistik baru. Dengan demikian, supply chain adalah alat bantu agar pengusaha dapat menentukan solusi terbaik demi kelancaran bisnis mereka.

Adapun tujuan supply chain adalah sebagai pendukung jalannya aktivitas bisnis. Apabila salah satu komponen supply chain tidak dilakukan, misalnya tidak ada pengangkutan hasil produksi, maka perusahaan tersebut dapat dikatakan tidak beroperasi lagi.

Sistem Supply Chain dalam Perusahaan

Seperti yang telah kami sebutkan di atas, sistem supply chain perusahaan melibatkan berbagai pihak di tiap tahapannya. Berikut ini kedudukan dan tugas dari tiap-tiap komponen yang terlibat.

Pemilahan Bahan Mentah

Proses pemilahan bahan mentah sangat menentukan kualitas suatu produk. Perlu dilakukan supply chain management dengan mencari bahan baku berkualitas, tahan lama, dan sesuai target produksi.

Supplier

Supply chain juga mengatur bagaimana bahan mentah diolah dan disalurkan dalam bentuk bahan baku untuk produk yang lebih besar. Misalnya, supplier kain mengolah kapas dan menjual produknya secara grosir kepada perusahaan konveksi.

Pabrik

Setelah membeli dari supplier, bahan baku yang masuk pabrik akan melalui proses pemeriksaan kualitas untuk kemudian diolah oleh tenaga produksi agar menghasilkan produk jadi. Pada tahap ini, fokus supply chain adalah kompetensi pekerja, kondisi kesehatan mesin produksi, kelengkapan peralatan, dan efektivitas metode yang digunakan.

Distributor

Tahapan yang harus dilalui setelah produksi adalah penyaluran oleh distributor. Dalam proses ini, tujuan dari supply chain adalah memastikan stock opname produk di gudang berjalan lancar, komunikasi dengan distributor terjalin dengan baik, dan tersedia agen yang cukup untuk proses penyaluran ke semua target pasar.

Retailer

Peran retailer dalam sistem supply chain adalah sebagai penjual produk yang berinteraksi langsung dengan konsumen. Mereka bertugas memberi label harga lalu meletakkan barang tersebut di toko atau marketplace agar konsumen dapat melihat dan kemudian membelinya.

Pelanggan

Tahap akhir dari proses supply chain adalah sampainya barang tersebut ke tangan pelanggan. Pengusaha bertugas memastikan produk tetap dalam kondisi baik sehingga konsumen melakukan tambahan pembelian. Dengan demikian, demand atas produk akan meningkat dan proses supply chain terus berjalan.

Contoh Supply Chain

Mempelajari supply chain artinya tak hanya memahami tiap tahapan secara teoritis, namun juga mengerti contoh konkrit dalam praktik bisnis. Berikut ini contoh supply chain yang Anda temui dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika Anda memesan baju dari marketplace dan melakukan pembayaran, tentu penjual retail akan segera menyiapkan pesanan Anda. Nah, ini berasal dari distributor yang telah mengambilnya dari gudang perusahaan konveksi.

Adapun perusahaan konveksi memproduksi baju pesanan Anda menggunakan kain dari supplier yang merupakan perusahaan tekstil. Bahan baku tekstil diperoleh melalui serangkaian proses pemilahan kapas dan serat alami untuk pembuatan benang.

Dengan demikian, Anda selaku pembeli ternyata termasuk dalam serangkaian proses bisnis itu. Tanpa adanya pesanan dari Anda dan konsumen lain, maka supply chain tidak akan lengkap dan hanya terhenti sampai pada tahap penjualan retail. Proses yang sangat menarik, bukan?

Nah itu tadi pembahasan mengenai pengertian supply chain, contoh, dan cara kerjanya.  Salah satu layanan untuk memaksimalkan supply chain adalah Supplier Financing dari OCBC NISP. Dengan layanan ini, Anda dapat menikmati pembiayaan piutang yang fleksibel, mudah, dan aman. Yuk coba!

Baca juga:

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC
OCBC mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Disiplin Keuangan: Fondasi Penting untuk Kondisi Finansial yang Aman
  • Individu
  • Nyala

Disiplin Keuangan: Fondasi Penting untuk Kondisi Finansial yang Aman

17 Jan 2026

Disiplin keuangan membantu menjaga arus kas tetap sehat dan tujuan finansial lebih mudah tercapai. Pelajari cara membangun disiplin keuangan yang realistis dan konsisten!

Menyiapkan Tabungan Anak Sejak Dini untuk Masa Depan Finansial
  • Individu
  • Nyala

Menyiapkan Tabungan Anak Sejak Dini untuk Masa Depan Finansial

17 Jan 2026

Menabung sejak kecil membantu membangun kebiasaan finansial positif pada anak. Artikel ini membahas pentingnya tabungan anak sebagai bagian dari perencanaan keuangan keluarga

5 Kebiasaan ini harus hilang di tahun 2026!
  • Individu

5 Kebiasaan ini harus hilang di tahun 2026!

16 Jan 2026

OCBC Financial Fitness Index 2025 Menunjukkan Bahwa 39% Masih Sering Meminjam Uang ke Teman atau Keluarga

7 Kesalahan Finansial yang Sering Tidak Disadari tapi Berdampak Besar
  • Individu
  • Nyala

7 Kesalahan Finansial yang Sering Tidak Disadari tapi Berdampak Besar

16 Jan 2026

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!