Financial Leverage Adalah: Tujuan, Rumus, dan Contohnya

18 Apr 2023

Financial leverage adalah sistem pembayaran dengan utang untuk membiayai aset.

Financial leverage adalah kegiatan yang dilakukan untuk mencapai keberhasilan dalam investasi dan bisnis.

Secara umum, financial leverage adalah penggunaan pinjaman atau dana lain yang memiliki biaya rendah untuk memperbesar keuntungan perusahaan atau investor.

Meski begitu, penggunaan financial leverage juga dapat meningkatkan risiko dan memperbesar kerugian jika tidak digunakan dengan tepat.

Untuk mengetahui tentang financial leverage lebih lanjut, simak penjelasannya di bawah ini!

Apa itu Financial Leverage?

Sebenarnya, financial leverage adalah proses pembelian aset menggunakan uang pinjaman, dengan harapan tingkat capital gain yang didapatkan melebihi biaya utang itu sendiri.

Sementara itu, menurut Cambridge Business English Dictionary, pengertian financial leverage adalah adanya hubungan antara jumlah uang yang dimiliki perusahaan dan nilai dari company tersebut. 

Umumnya, financial leverage adalah sistem yang muncul saat perusahaan memutuskan untuk membiayai sebagian aset mereka menggunakan dana utang.

Keuntungannya, selain mendapatkan aset tambahan, dana yang didapat dari proses financial leverage juga bisa digunakan sebagai investasi atau membiayai suatu proyek.

Biasanya, sumber dana financial leverage didapatkan dari pinjaman perbankan, dengan perjanjian bahwa perusahaan akan membayar kembali utang dan bunga pinjaman secara tepat waktu.

Sering kali, alasan perusahaan melakukan strategi financial leverage adalah karena tidak cukup mendapatkan modal melalui penerbitan saham di bursa efek, untuk memenuhi kebutuhan usahanya.

Baca juga: Cross Currency Swap: Pengertian, Keuntungan, dan Risikonya

Tujuan Financial Leverage

Umumnya, tujuan financial leverage sangat bervariasi, tergantung pada kebutuhan sektor industri atau suatu perusahaan utilitas yang masih aktif, seperti maskapai penerbangan, perbankan, toko kelontong, hingga retail.

Yap, biasanya, perusahaan keuangan akan menggunakan strategi ini karena ingin meningkatkan nilai pemegang saham.

Nantinya, fungsi financial leverage adalah untuk mendanai suatu properti atau peralatan, hingga menciptakan proyek yang dibeli perusahaan tersebut melalui dana utang.

Meskipun, perusahaan yang menggunakan utang atau saham untuk membiayai operasi sudah biasa.

Namun bedanya, financial leverage adalah sistem pembayaran dengan tingkat pengembalian yang jauh lebih tinggi daripada bunganya, tujuannya yaitu untuk meningkatkan laba atau keuntungan.

Dengan demikian, manfaat financial leverage adalah sebagai alat pendanaan serta investasi terbaik, yang dibutuhkan perusahaan untuk memperluas operasi bisnis, serta mencapai target pendapatan.

Rumus Financial Leverage

Setelah mengetahui pengertiannya, tujuan, serta rumusnya, berikut adalah contoh perhitungan financial leverage yang perlu Sobat OCBC NISP ketahui untuk mengenal strategi ini lebih jelas. Check it out!

Nah, jika Sobat OCBC NISP ingin mengetahui bagaimana cara menghitungnya, berikut terdapat dua rumus financial leverage yang bisa digunakan, antara lain yaitu:

1. Debt to Equity Ratio(Rasio Utang)

Melalui rumus ini, Sobat OCBC NISP dapat menentukan berapa proporsi utang suatu perusahaan, dan jumlah financial leverage dari suatu entitas.

Selain itu, manfaat menghitung rasio utang untuk mengetahui financial leverage adalah untuk memahami tingkat risiko dalam struktur modal perusahaan.

Nantinya, manfaat tersebut akan dirasakan oleh pemegang saham, pemberi pinjaman, hingga pemangku kepentingan lainnya dalam membantu manajemen perusahaan.

Adapun cara menghitung rasio utang terhadap ekuitas dapat dirumuskan sebagai berikut:

Debt to Equity Ratio (DER) = Total utang / Ekuitas

2. Rasio Leverage 

Selain debt to equity ratio, cara menghitung financial leverage adalah dengan menggunakan rasio jenis umum untuk mengukur manfaat keuangan, meliputi:

  • Rasio utang terhadap Modal

  • Rasio utang terhadap EBITDA

  • Rasio Cakupan Bunga

Biasanya, rumus debt to equity ratio adalah rasio leverage yang paling sering digunakan. Namun, ketiga jenis rasio di atas juga umum dilakukan untuk mengukur keuangan perusahaan.

Baca juga: Cara Menghitung Obligasi Diskonto, Premi, dan Nominalnya

Contoh Financial Leverage

Setelah mengetahui bahwa financial leverage adalah sistem pembayaran aset perusahaan menggunakan utang, berikut contoh perhitungannya agar Sobat OCBC NISP mengenal strategi ini lebih jelas. Check it out!

Contoh 1

Suatu perusahaan A ingin membeli barang dengan harga sebesar Rp100 juta. Untuk mendapatkannya, pilihannya ada dua, menggunakan pendanaan ekuitas atau melalui utang.

Apabila memilih menggunakan ekuitas, maka barang tersebut 100% akan menjadi aset milik perusahaan, tanpa adanya bunga utang yang harus ditanggung. 

Sementara itu, jika tingkat aset naik 20% menjadi Rp120 juta, maka perusahaan akan untung sebesar Rp20 juta. Namun, apabila menurun 20%, kerugiannya juga memiliki nilai yang sama.

Lantas, apa yang akan terjadi jika perusahaan memilih opsi kedua dengan 50% pembiayaannya dari utang? 

Masih dengan contoh kasus yang sama, saat aset meningkat sebanyak 20%, jika tidak disertai bunga, perusahaan masih memiliki sisa Rp70 juta setelah utang dibayarkan sebanyak Rp50 juta.

Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh dari financial leverage adalah sebesar Rp20 juta. Namun, jika sebaliknya aset mengalami penurunan sebanyak 20%, perusahaan akan tetap memiliki dana sejumlah Rp30 juta (Rp50.000.000 - Rp20.000.000).

Contoh 2

Contoh lainnya, berikut adalah data keuangan dari perusahaan B.

  • Aset perusahaan Rp500.000.000

  • Jumlah utang jangka pendek Rp50.000.000

  • Jumlah utang jangka panjang Rp300.000.000

  • Beban bunga perusahaan Rp10.000.000

  • EBIT (laba sebelum bunga dan pajak) Rp15.000.000

  • Jumlah ekuitas Rp300.000.000

Melalui data di atas, maka besarnya financial leverage adalah:

Debt to Equity Ratio (DER) = Total utang / Ekuitas

Menggunakan perhitungan dengan rumus: 

EBIT/(EBIT - Beban Bunga)

15.000.000/(15.000.000 - 10.000.000) = 3

Oleh karena itu, nilai financial leverage adalah setiap 1% perubahan total biaya, akan memengaruhi 3% dari total pendapatan perusahaan. 

Demikian informasi seputar financial leverage yang meliputi pengertian, tujuan, rumus, dan contohnya.

Dapat disimpulkan bahwa financial leverage adalah strategi usaha guna mencapai keberhasilan investasi maupun bisnis.

Jika Sobat OCBC NISP ingin mengatur keuangan usaha dengan mudah, Sobat OCBC NISP bisa menggunakan layanan kelola dana bisnis dari OCBC NISP.

Lewat layanan ini Sobat OCBC NISP bisa melakukan transaksi dengan lebih efektif serta bisa mengembangkan dana bisnis menjadi lebih mudah.

Tunggu apa lagi? Yuk, segera bergabung dengan OCBC NISP!

Baca juga: Equity Market Adalah: Pengertian, Contoh, dan Indeksnya

 

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 21 Jun 2024

Berapa Biaya Pendidikan di Sekolah Kedinasan?

Baca

Edukasi - 21 Jun 2024

Cara Urus Sertifikat Halal, Pelaku UMKM Merapat!

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB
OCBC mobile
ONe Mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC

Download OCBC mobile