Individu

7 Perbedaan Obligasi dan Saham, Pemula Pilih Mana?

15 Mar 2026 • Write By: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Saham dan obligasi adalah dua jenis investasi yang memiliki tingkat kepopuleran dan peminat cukup tinggi. Meskipun sama-sama memberi keuntungan bagi pelakunya, terdapat beberapa perbedaan saham dan obligasi yang patut kamu ketahui.

Sebenarnya, dua jenis investasi ini sama-sama berupa dokumen penting. Akan tetapi, jika dilihat dari pengertian saham dan obligasi berikut, maka kamu pasti dapat mengidentifikasi satu perbedaannya.

Saham adalah surat berharga yang menandakan kepemilikan dari sebuah perusahaan. Sedangkan obligasi adalah surat utang untuk diperjualbelikan. Sudah sedikit terlihat bukan perbedaannya? Nah, untuk lebih jelasnya, baca artikel berikut sampai habis, ya!

Baca Juga: Jenis-jenis Obligasi dan Perbedaannya yang Harus Diketahui Sebelum Investasi

3 Persamaan Saham dan Obligasi

Sebelum membahas perbedaan saham dan obligasi, akan lebih baik apabila kamu memahami persamaan kedua produk ini. Nah, dalam dunia keuangan, terdapat 3 persamaan antara obligasi dan saham yakni:

  • Bentuk dokumen
  • Kedua instrumen tersebut merupakan surat berharga yang diterbitkan oleh perusahaan, baik itu dari pemerintah (BUMN) ataupun swasta. Bukti kepemilikan bisa dalam bentuk cetak maupun digital.Memberi keuntungan
  • Karena keduanya merupakan surat berharga, dua instrumen ini mampu memberikan keuntungan terhadap pemegang surat yang diterbitkan oleh perusahaan.Memiliki hak tebus

Persamaan terakhir antara keduanya adalah memiliki hak tebus. Sobat OCBC dapat menukarkan saham ataupun obligasi dengan uang. Perusahaan juga harus bisa memberikan uang sesuai dengan nilai yang dimiliki.

8 Perbedaan Saham dan Obligasi

Setelah memahami persamaan obligasi dan saham, sekarang waktunya kamu mengulik 8 perbedaan obligasi dan saham. Perbedaan obligasi dan saham ini bisa terlihat dari segi fungsi hingga besarnya keuntungan.

  1. Fungsi

    Perbedaan saham dan obligasi yang pertama terletak pada fungsinya. Jika sobat OCBC membeli saham sebuah perusahaan, maka artinya kamu memiliki sebagian porsi perusahaan.

    Sementara itu, obligasi adalah tanda bukti pengakuan utang antara penerbit surat dan pemegang surat. Penerbit surat sebagai pemilik utang dan pemegang surat sebagai investor.

    Sehingga bagi pemegang saham, surat saham berfungsi sebagai bukti sah kepemilikan perusahaan. Sedangkan bagi pemegang obligasi, surat obligasi bukan berfungsi sebagai kepemilikan sah porsi perusahaan, melainkan bukti piutang saja.

  2. Harga Jual-Beli Surat Berharga

    Perbedaan obligasi dan saham yang kedua adalah harga jualnya. Jika terjadi inflasi, perubahan kondisi politik, atau gejolak kondisi ekonomi dalam suatu negara, harga jual-beli saham akan mengalami perubahan yang signifikan.

    Harga saham rentan terhadap perubahan kondisi, sehingga risiko yang kamu hadapi biasanya lebih besar. Sebaliknya, obligasi menawarkan harga yang lebih stabil meskipun menghadapi berbagai kondisi keuangan. Sehingga, tingkat risiko kerugiannya pun tergolong kecil.

  3. Masa Berlaku

    Perbedaan saham dan obligasi yang ketiga adalah masa berlaku surat berharga yang dipegang. Masa berlaku saham tidak terbatas. Jika kamu membeli saham, maka itu akan menjadi milik kamu seterusnya. Hak kepemilikan bisa hilang saat kamu menjual saham tersebut.

    Sementara itu, obligasi memiliki rentang waktu yang telah ditetapkan pada awal perjanjian yakni sampai tanggal jatuh tempo.

  4. Kepastian Pembagian

    Perbedaan obligasi dan saham yang berikutnya adalah kepastian pembagian keuntungan. Pemegang saham akan mendapatkan dividen.

    Dividen adalah persentase keuntungan berdasarkan jumlah saham yang dimiliki dan pendapatan perusahaan dalam kurun waktu tertentu. Dividen jumlahnya tidak tentu, bergantung pada laba yang didapatkan perusahaan.

    Sedangkan obligasi berbeda karena bunga dan pokok pinjaman wajib dilunasi tanpa melihat keuntungan maupun kerugian perusahaan penerbit surat.

  5. Besarnya Keuntungan

    Perbedaan obligasi dan saham yang kelima adalah nilai keuntungan yang kamu dapatkan. Besaran keuntungan yang didapatkan dari saham diambil berdasarkan jumlah saham yang dimiliki serta laba perusahaan.

    Sementara itu, penerbit obligasi harus membayarkan seluruh pokok pinjaman beserta bunganya berdasarkan perjanjian yang telah disepakati sejak awal.

    Umumnya, pemegang saham akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari pemegang obligasi karena risiko yang dihadapi juga lebih besar.

  6. Pajak

    Perbedaan saham dan obligasi yang keenam adalah nilai pajak yang ditanggung investor. Pemegang saham dikenai pajak karena dividen/laba perusahaan tergolong ke dalam pendapatan. Namun, pajak tersebut sudah terpotong otomatis ketika investor memperoleh dividen.

    Sedangkan pembayaran obligasi termasuk dalam biaya perusahaan, sehingga dapat dianggap tidak dikenakan pajak.

  7. Hak Campur Tangan Perusahaan

    Perbedaan saham dan obligasi yang ketujuh adalah hak kamu terhadap perusahaan. Pemilik saham mempunyai hak suara untuk menentukan kebijakan perusahaan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) karena ia memiliki sebagian porsinya.

    Sementara itu, obligasi merupakan surat utang dan kamu tidak memiliki hak apapun atas perusahaan penerbit surat tersebut. Sehingga, sobat OCBC NISP tidak bisa ikut campur tangan dalam kebijakan perusahaan.Kebijakan saat likuidasi

  8. Kebijakan saat Likuidasi
  9. Perbedaan saham dan obligasi yang terakhir adalah kebijakan perusahaan saat likuidasi. Likuidasi adalah proses pembubaran perusahaan serta penyelesaian urusan perusahaan seperti, menjual harta perusahaan, menagih piutang ke rekan bisnis, melunasi utang, juga pembagian sisa harta kepada para pemilik perusahaan.

    Saat perusahaan pailit, pemilik utang dan obligasi akan diprioritaskan. Kamu akan mendapatkan modal serta bunga sesuai dengan perjanjian.
    Sedangkan bagi pemilik saham, mereka akan mendapatkan keuntungan sesuai porsi kepemilikan setelah kewajiban utang perusahaan saat likuidasi dilunasi.

Baca Juga: Obligasi Tanpa Kupon Adalah: Cara Kerja & Keuntungannya

Obligasi dan Saham, Pilih yang Mana?

Setelah mempelajari persamaan serta perbedaan kedua instrumen investasi tersebut, pertanyaan berikutnya adalah: mana yang lebih cocok untuk tujuan keuanganmu, obligasi atau saham?

Jawabannya tentu kembali pada profil risiko, tujuan investasi, dan jangka waktu yang kamu miliki. Jika ingin potensi imbal hasil yang lebih tinggi dan siap menghadapi fluktuasi pasar, saham bisa menjadi pilihan menarik.

Namun, jika kamu lebih nyaman dengan instrumen yang cenderung stabil dan memiliki pendapatan tetap dari kupon, obligasi dapat menjadi alternatif investasi yang patut dipertimbangkan.

Banyak investor juga memilih mengombinasikan saham dan obligasi dalam satu portofolio agar risiko dan potensi keuntungan lebih seimbang. Dengan strategi diversifikasi yang tepat, investasi dapat menjadi lebih terukur sesuai kebutuhan finansial masing-masing.

Bagi kamu yang tertarik mulai berinvestasi obligasi, OCBC menyediakan berbagai pilihan produk obligasi pemerintah maupun korporasi yang dapat disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan investasimu.

Proses investasinya juga praktis dan dapat dilakukan secara digital melalui OCBC mobile.

Pada akhirnya, baik obligasi maupun saham sama-sama dapat menjadi instrumen investasi yang menguntungkan apabila dipilih dengan perencanaan matang dan strategi yang tepat.

Baca Juga: 3 Cara Mencari Jumlah Saham Beredar & Contoh Perhitungannya

Share this Article

Related Product

Bond

Bond

Investment alternatives for portfolio diversification by obtaining coupons/fixed interest rates.
Mutual Fund

Mutual Fund

Ease of investing safely and comfortably for your future
Wealth Management

Wealth Management

All the Convenience
in One Hand

Enjoy the benefits from OCBC based on your needs

Other Articles

Perbedaan ORI, SR, ST, dan SBR: Keunggulan Masing-masing Jenis SBN Ritel
  • Individu

Perbedaan ORI, SR, ST, dan SBR: Keunggulan Masing-masing Jenis SBN Ritel

19 Aug 2026
Pahami perbedaan, karakteristik, dan keunggulan ORI, SR, ST, serta SBR agar dapat memilih instrumen SBN Ritel yang paling sesuai dengan tujuan investasi kamu.
Mengenal SR025: Jadwal Rilis, Keuntungan, dan Cara Kerja Sukuk Ritel 2026
  • Individu

Mengenal SR025: Jadwal Rilis, Keuntungan, dan Cara Kerja Sukuk Ritel 2026

19 Aug 2026
Kenali SR025, mulai dari jadwal penawaran, cara kerja, keuntungan, risiko, hingga alasan memilih Sukuk Ritel sebagai instrumen investasi syariah pemerintah.
Cara Beli SR025 Secara Online: Syarat, Minimal Pembelian, dan Langkah Investasinya
  • Individu

Cara Beli SR025 Secara Online: Syarat, Minimal Pembelian, dan Langkah Investasinya

19 Aug 2026
Sukuk Ritel seri SR025 merupakan salah satu Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang terbit pada tahun 2026. Masa penawarannya dijadwalkan pada 21 Agustus hingga 16 September 2026.
Menangkap Peluang Investasi Domestik dan Global dengan Pedoman ESG
  • Individu
  • Wealth Insight

Menangkap Peluang Investasi Domestik dan Global dengan Pedoman ESG

18 Aug 2026

Banking at Your Fingertips

Download OCBC mobile now!