Salah satu cara untuk mengetahui untung atau ruginya usaha, seorang pengusaha harus bisa membuat laporan laba rugi. Artikel ini membahas pengertian laporan laba rugi, fungsi, dan contoh sederhananya.
Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang menggambarkan kondisi keuangan dan kinerja usaha dalam periode tertentu, biasanya bulanan, triwulanan, atau tahunan.
Laporan ini menyajikan seluruh pendapatan yang diperoleh usaha, baik dari penjualan utama maupun sumber pendapatan lain, kemudian dibandingkan dengan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan operasional bisnis.
Dari perhitungan tersebut, akan terlihat apakah usaha menghasilkan laba (keuntungan) atau justru mengalami rugi.
Baca juga: 7 Trik Meraih Merdeka Finansial di Usia 30 Tahun
Fungsi Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi tidak hanya berfungsi sebagai catatan keuangan semata, tetapi juga menjadi pondasi penting dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.
Melalui laporan ini, pemilik bisnis dapat memahami kondisi keuangan secara objektif, menilai efektivitas operasional, serta melihat arah pertumbuhan usaha ke depan. Berikut beberapa fungsi laporan laba rugi.
1. Mengukur Kinerja Keuangan Usaha
Laporan laba rugi berfungsi untuk menunjukkan apakah usaha menghasilkan laba atau justru mengalami kerugian dalam periode tertentu.
Dari sini, pemilik usaha bisa menilai performa bisnis secara objektif, bukan hanya berdasarkan besarnya penjualan, tetapi dari hasil akhir setelah seluruh biaya diperhitungkan.
2. Dasar Pengambilan Keputusan Bisnis
Data pendapatan dan biaya dalam laporan laba rugi membantu pemilik usaha menentukan langkah strategis ke depan.
Misalnya, apakah perlu menekan biaya operasional, menyesuaikan harga jual, menambah produk, atau menghentikan lini usaha yang tidak lagi menguntungkan.
3. Alat Evaluasi dan Pengendalian Biaya
Laporan laba rugi memudahkan pemilik usaha untuk melihat pos biaya yang paling besar dan menilai efisiensinya. Dengan begitu, pengeluaran yang tidak perlu bisa dikendalikan.
4. Pendukung Keperluan Eksternal
Laporan laba rugi digunakan sebagai dokumen pendukung untuk keperluan pajak, pengajuan pinjaman ke bank, hingga menarik investor. Laporan ini mencerminkan profesionalisme usaha serta kondisi keuangan yang transparan.
Baca juga: Mau Perbesar Usaha? Berikut 5 Cara Mendapatkan Tambahan Modal Usaha!
Contoh Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi harus disusun sekredibel mungkin dengan menunjukkan kondisi keuangan sebenarnya. Ada beberapa komponen yang harus ada di dalamnya untuk menunjukkan kinerja keuangan dalam periode tertentu.
Komponen awalnya adalah pendapatan, yaitu seluruh pemasukan dari aktivitas utama usaha, seperti penjualan produk atau jasa.
Pendapatan ini kemudian dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP), yaitu biaya langsung yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau jasa, sehingga menghasilkan laba kotor.
Selanjutnya beban operasional, yaitu biaya-biaya rutin untuk menjalankan usaha sehari-hari, seperti sewa, gaji, listrik, dan pemasaran. Setelah dikurangi beban operasional, diperoleh laba operasional yang mencerminkan kemampuan usaha menghasilkan keuntungan dari kegiatan intinya.
Komponen terakhir adalah laba bersih atau rugi bersih, yang merupakan hasil akhir setelah seluruh pendapatan dan beban diperhitungkan. Angka inilah yang menjadi indikator utama apakah usaha berada dalam kondisi untung atau rugi.
Berikut adalah contoh laporan laba rugi sederhana yang bisa dijadikan referensi:
(Dok. ESB)
Baca juga: Meredam Kekhawatiran Pertumbuhan Ekonomi
Kelola Uang Usaha dengan Mudah
Sebelum membuat laporan laba rugi, pengusaha harus memastikan keuangan usaha dikelola dengan baik. Cara paling mendasar adalah memisahkan uang pribadi dan uang usaha, agar tidak tercampur dan memudahkan dalam pengajuan pinjaman modal ke bank.
Saat ini, memisahkan kedua keuangan tersebut bisa dilakukan dengan mudah melalui solusi dari OCBC, yaitu Nyala Bisnis. Dengan fitur ini, proses pengelolaan uang pribadi dan usaha jadi lebih mudah.
Nyala Bisnis adalah layanan saldo gabungan untuk mengatur keuangan pribadi dan bisnis secara terpadu, dengan tiga keunggulan, yaitu dua rekening terpisah dalam satu layanan, bebas biaya transaksi, dan solusi digital yang bisa dinikmati.
Dalam pengelolaan dana, Nyala Bisnis menawarkan rekening bisnis yaitu Giro Business Smart dan pribadi melalui Tanda 360. Selain itu, kamu bisa memanfaatkan transaksi valas mudah dengan kurs kompetitif via OCBC mobile.
Nyala Bisnis juga menawarkan bebas biaya transaksi, meliputi:
- Bebas biaya transfer antar bank melalui ATM, OCBC Internet Banking, dan OCBC mobile dengan metode online dan SKN/LLG hingga 50x per bulan;
- Bebas biaya administrasi rekening dan biaya untuk saldo di atas Rp1 Juta;
- Bebas biaya tarik tunai di ATM Prima, Bersama, dan OCBC Singapore 50x per bulan.
Selain itu, Nyala Bisnis juga menawarkan reward untuk setiap dana masuk hingga Rp210 Ribu dari transaksi terima dana, valas, hingga bayar dan beli sesuai dengan level Nyala Bisnis masing-masing.
Buka Nyala Bisnis melalui OCBC mobile sekarang juga dan dapatkan reward hingga Rp600 Ribuan!
Baca juga: Tiket Pesawat Domestik Lebih Mahal dari Internasional, Kenapa?