Menabung sering gagal karena tidak konsisten. Artikel ini membahas konsep tabungan berjangka yang membantu membangun kebiasaan menabung secara disiplin
Menabung sering terdengar sederhana, tetapi praktiknya tidak semudah itu. Banyak orang sudah punya niat di awal bulan, namun ketika penghasilan masuk dan kebutuhan datang silih berganti, rencana pun berantakan.
Kalau kamu sering mengalami kondisi ini, besar kemungkinan kamu sedang sulit menabung bukan karena kurang penghasilan, melainkan karena belum menemukan sistem yang tepat.
Kabar baiknya, kebiasaan menabung bisa dibangun dengan metode yang lebih terstruktur. Salah satu cara yang terbukti membantu banyak orang adalah dengan metode tabungan berjangka untuk melatih disiplin finansial.
Penyebab Sulit Menabung yang Sering Terjadi
Sebelum membahas solusinya, penting untuk memahami apa yang sebenarnya membuat banyak orang gagal menabung. Kesulitan menabung bukan selalu karena kurang niat, tetapi sering dipengaruhi pola kebiasaan finansial yang tidak disadari.
Beberapa penyebab susah menabung yang paling umum antara lain:
1. Tidak Punya Tujuan Keuangan yang Jelas
Menabung tanpa tujuan membuat aktivitas ini terasa abstrak dan kurang bermakna. Ketika tidak ada target yang spesifik misalnya dana darurat, biaya pendidikan, atau rencana membeli rumah motivasi untuk menyisihkan uang cenderung mudah goyah.
Tanpa arah yang jelas, menabung hanya menjadi wacana, bukan prioritas. Tujuan keuangan yang terdefinisi dengan nominal dan jangka waktu membantu seseorang lebih disiplin karena ada gambaran nyata yang ingin dicapai.
2. Pengeluaran Kecil tapi Sering
Pengeluaran harian seperti jajan kopi, langganan aplikasi, belanja promo, atau pembelian impulsif sering dianggap tidak signifikan karena nominalnya kecil. Namun, jika terjadi berulang hampir setiap hari, totalnya bisa sangat besar dalam satu bulan.
Kebiasaan ini sering tidak tercatat atau tidak disadari, sehingga menggerus potensi uang yang seharusnya bisa ditabung. Inilah yang dikenal sebagai silent spending pengeluaran kecil yang diam-diam menghambat pertumbuhan tabungan.
3. Menabung dari Sisa Penghasilan
Banyak orang menempatkan menabung sebagai prioritas terakhir, yaitu hanya menyisihkan uang jika masih ada sisa setelah semua kebutuhan terpenuhi. Pola ini membuat menabung menjadi tidak konsisten, karena pada praktiknya pengeluaran cenderung menyesuaikan jumlah penghasilan.
Akibatnya, selalu ada saja alasan atau kebutuhan tambahan yang membuat “sisa uang” tidak pernah benar-benar tersedia. Tanpa sistem yang terencana, kebiasaan ini sulit menghasilkan tabungan yang signifikan.
4. Tabungan Mudah Diambil Kapan Saja
Ketika uang tabungan berada di rekening yang sama dengan rekening harian dan bisa diakses tanpa batasan, godaan untuk menggunakannya menjadi jauh lebih besar.
Sedikit demi sedikit, dana yang awalnya disiapkan untuk tujuan penting bisa terpakai untuk kebutuhan yang sebenarnya tidak mendesak. Kemudahan akses tanpa aturan penarikan membuat fungsi tabungan sebagai dana masa depan menjadi kurang efektif.
Jika kamu merasa beberapa poin di atas menggambarkan kondisi keuanganmu saat ini, itu hal yang wajar dan dialami banyak orang. Artinya, yang perlu dibenahi bukan sekadar niat menabung, melainkan strategi dan sistem pengelolaan keuangan agar kebiasaan menabung bisa berjalan lebih konsisten dan terarah.
Baca juga: 6 Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Anak Hingga Kuliah, Simak!
Cara Mengatasi Sulit Menabung dengan Pendekatan yang Lebih Disiplin
Salah satu cara mengatasi sulit menabung yang banyak direkomendasikan adalah menggunakan tabungan berjangka. Metode ini membantu kamu menabung secara rutin dengan sistem yang lebih terkontrol.
Tabungan berjangka adalah jenis tabungan ketika kamu menyetor dana dengan nominal tetap setiap bulan selama periode tertentu. Selama jangka waktu tersebut, dana tidak bisa ditarik sembarangan, sehingga kamu terdorong untuk konsisten.
Dengan sistem seperti ini, menabung tidak lagi bergantung pada mood atau sisa uang, tetapi menjadi bagian dari perencanaan keuangan bulanan.
Keunggulan Tabungan Berjangka untuk Membangun Konsistensi
1. Menabung Didahulukan, Bukan Belakangan
Tabungan berjangka menerapkan prinsip pay yourself first, yaitu menyisihkan uang di awal saat penghasilan diterima. Dengan cara ini, menabung menjadi prioritas, bukan sisa dari pengeluaran.
Pola ini membantu kamu lebih bijak mengatur belanja karena pengeluaran otomatis menyesuaikan dana yang tersedia setelah tabungan diamankan.
2. Tujuan Lebih Terarah
Produk tabungan berjangka umumnya dibuat untuk tujuan finansial tertentu, seperti dana pendidikan, liburan, pembelian aset, atau dana darurat.
Target yang jelas membuat proses menabung terasa lebih bermakna dan terukur, sehingga motivasi untuk konsisten hingga akhir periode menjadi lebih kuat.
3. Mengurangi Godaan Mengambil Tabungan
Salah satu tantangan menabung adalah kemudahan menarik dana kapan saja. Tabungan berjangka biasanya memiliki batasan penarikan sebelum jatuh tempo, sehingga membantu melindungi dana dari penggunaan impulsif. Mekanisme ini membuat kamu lebih disiplin dan hanya menggunakan tabungan sesuai tujuan awal.
4. Nominal Fleksibel Sesuai Kemampuan
Setoran tabungan berjangka umumnya dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing. Hal ini memungkinkan kamu membangun kebiasaan menabung secara realistis tanpa membebani keuangan bulanan.
Konsistensi menabung dalam jumlah yang stabil jauh lebih efektif dibanding menabung besar tetapi tidak rutin.
5. Melatih Kebiasaan Finansial yang Sehat
Secara tidak langsung, tabungan berjangka membantu membentuk pola pengelolaan keuangan yang lebih terstruktur. Kamu belajar mengatur arus kas, merencanakan kebutuhan masa depan, dan menjaga komitmen finansial jangka panjang kebiasaan penting untuk mencapai kestabilan keuangan.
Banyak orang mengira menabung harus dimulai dengan nominal besar. Padahal, masalah utama saat sulit menabung bukanlah jumlah uang, melainkan konsistensi.
Dengan sistem yang tepat, kamu tidak perlu mengandalkan motivasi setiap bulan. Kebiasaan menabung akan terbentuk secara otomatis karena didukung oleh perencanaan yang jelas.
Jika selama ini kamu merasa sulit menabung meskipun sudah mencoba berkali-kali, mungkin metode yang kamu gunakan belum sesuai. Dengan metode yang lebih terstruktur seperti tabungan berjangka, kamu bisa membangun kebiasaan menabung secara bertahap dan disiplin.
Untuk membantu kamu menabung rutin, kamu bisa mempertimbangkan produk tabungan berjangka seperti TAKA Flexi yang dapat dibuka melalui OCBC mobile. Produk ini dirancang untuk membantu nasabah menabung secara rutin dengan jangka waktu yang lebih fleksibel, sehingga rencana keuangan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Dengan sistem setoran terjadwal, TAKA Flexi OCBC dapat menjadi langkah awal yang praktis untuk membentuk konsistensi menabung dan menjaga fokus pada tujuan finansial jangka menengah maupun panjang.
Baca juga: Manfaat Mengajarkan Anak Menabung Sejak Dini