Bisnis kopi terlihat menjanjikan, tetapi menjalankan coffee shop tetap memiliki berbagai tantangan, terutama pada tahap awal usaha. Simak penyebab utamanya agar bisnis lebih siap berkembang.
Bisnis kopi beberapa tahun terakhir terlihat sangat menjanjikan. Coffee shop terus bermunculan, mulai dari kedai kecil hingga konsep kafe estetik yang ramai di media sosial.
Tingginya minat masyarakat terhadap budaya nongkrong dan konsumsi kopi membuat banyak orang tertarik membuka usaha di bidang ini, termasuk pelaku bisnis pemula.
Namun, di balik tren tersebut, usaha kopi tetap menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis, terutama pada tahap awal. Persaingan yang ketat, biaya operasional, hingga pengelolaan bisnis yang kurang optimal dapat menjadi tantangan bagi keberlangsungan usaha.
Oleh karena itu, memahami tantangan bisnis kopi sejak awal penting agar usaha tidak hanya ramai saat pembukaan, tetapi juga mampu bertahan dalam jangka panjang.
Baca juga: Akses Pinjaman Usaha dari OCBC di Sini
Penyebab Usaha Kopi Bangkrut di Tahun Pertama
Apa saja sih faktor yang menyebabkan usaha kopi bangkrut di tahun pertama? Berikut beberapa di antaranya.
1. Kurang Persiapan yang Matang
Banyak usaha kopi dibuka hanya karena tren, tanpa konsep dan keunikan yang kuat. Tanpa diferensiasi dari sisi menu, suasana, maupun positioning brand, coffee shop sulit bersaing dan pelanggan tidak punya alasan untuk kembali.
Persoalan ini umumnya berakar dari perencanaan yang kurang matang. Meski permintaan pasar tinggi, aspek seperti riset pasar, target market, selera konsumen, willingness to pay, hingga strategi marketing kerap tidak dipertimbangkan sejak awal.
2. Salah Menentukan Lokasi Usaha
Lokasi menjadi faktor krusial dalam bisnis kopi. Lokasi yang kurang strategis, sulit diakses, atau tidak sesuai dengan target pasar dapat menjadi tantangan bagi perkembangan usaha.
Kesalahan ini membuat traffic pelanggan rendah sejak awal, sehingga penjualan tidak mampu menutup biaya operasional. Dalam bisnis F&B seperti coffee shop, lokasi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi jumlah kunjungan pelanggan.
3. Manajemen Operasional yang Buruk
Operasional yang tidak rapi juga menjadi penyebab usaha kopi tidak bertahan lama. Mulai dari kualitas rasa yang tidak konsisten, pelayanan yang kurang baik, hingga pengelolaan stok bahan baku yang berantakan.
Jika pelanggan kecewa, mereka tidak akan kembali. Selain itu, pemborosan bahan baku dan kesalahan operasional juga bisa memperbesar biaya tanpa disadari, sehingga margin keuntungan semakin menipis.
4. Keuangan Literasi Keuangan
Banyak pemilik usaha kopi yang fokus pada penjualan, tetapi kurang memperhatikan pengelolaan keuangan. Akibatnya, bisnis terlihat ramai dan penjualan masuk deras, tetapi uang di rekening justru tidak bertambah karena tidak jelas ke mana arus kas keluar.
Persoalan ini biasanya berakar dari biaya operasional seperti sewa tempat, gaji karyawan, bahan baku, dan listrik yang tidak dihitung detail sejak awal, sehingga muncul hidden cost yang menggerus untung. Karena itu, literasi keuangan dan pembukuan yang rapi perlu dibangun sejak awal agar bisnis tidak hanya ramai, tetapi juga sehat dan menguntungkan.
5. Kekurangan Modal dan Tidak Punya Cadangan Dana
Menjalankan usaha kopi yang sehat membutuhkan modal yang memadai, terutama di tahap awal ketika bisnis masih membangun basis pelanggan dan menstabilkan arus kas. Sayangnya, kesalahan yang sering terjadi adalah tidak menghitung kebutuhan modal dengan cermat. Banyak pengusaha menghabiskan hampir seluruh modal untuk membuka usaha tanpa menyisakan cadangan untuk operasional sehari-hari.
Padahal, bisnis umumnya membutuhkan waktu untuk mencapai titik stabil dan mulai menghasilkan keuntungan. Ketika dana cadangan tidak disiapkan, cash mudah sekali tertahan di pos lain sehingga usaha berisiko kehilangan "napas" sebelum sempat berkembang.
Baca juga: 9 Alasan Masyarakat Memilih Bank Konvensional
Tips Memulai Usaha Kopi Agar Berkelanjutan
Bisnis harus dimulai dengan perencanaan yang matang. Selain modal, kamu juga perlu mempertimbangkan lokasi bisnis yang strategis, mudah diakses, dan sesuai dengan target pelanggan.
Dengan begitu, coffee shop milikmu akan mudah dijangkau oleh konsumen. Kamu juga perlu mempertimbangkan tempat yang memiliki parkir luas, sehingga konsumen baik motor maupun mobil bisa nyaman.
Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk memulai usaha coffee shop dengan modal Rp100 Juta.
1. Riset Pasar dan Tentukan Konsep
Sebelum memulai, lakukan riset pasar untuk memahami target pelanggan dan persaingan di area tersebut. Tentukan konsep coffee shop yang akan kamu bangun, apakah fokus pada kopi premium, coffee-to-go, atau tempat nongkrong yang nyaman.
Memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan potensial akan membantu menciptakan konsep yang menarik dan berbeda dari pesaing.
2. Pilih Lokasi Strategis
Lokasi usaha adalah salah satu faktor terpenting yang menentukan kesuksesan coffee shop. Tempat yang strategis akan membantu menarik lebih banyak pelanggan.
Pastikan lokasi tersebut mudah diakses, memiliki parkir yang memadai, dan terlihat jelas dari jalan utama. Selain itu, perhatikan juga kompetitor atau coffee shop lain yang sudah beroperasi di area tersebut.
3. Investasi pada Peralatan
Peralatan kopi yang berkualitas tinggi adalah investasi yang penting. Mesin espresso, grinder, dan peralatan penyeduh lainnya akan mempengaruhi rasa dan kualitas kopi yang kamu sajikan.
Selain itu, pastikan kamu memiliki peralatan yang cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan tanpa menurunkan kualitas.
4. Menu yang Variatif
Sediakan berbagai pilihan minuman kopi, dari espresso hingga manual brew, serta variasi minuman non-kopi seperti teh dan jus. Tawarkan juga camilan ringan yang cocok dinikmati bersama kopi.
Menyediakan pilihan menu yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi target pelanggan dapat membantu menarik dan mempertahankan pelanggan.
5. Promosi dan Branding
Branding yang kuat dapat membantu meningkatkan awareness dan membangun identitas coffee shop kamu. Buat logo, desain interior, dan menu yang konsisten dengan konsep bisnis.
Manfaatkan media sosial untuk mempromosikan coffee shop, bagikan foto-foto menarik, dan tawarkan promosi khusus seperti diskon pembukaan atau program loyalitas untuk menarik pelanggan baru.
Baca juga: Apa Itu Gift TikTok dan Berapa Harganya?
Cara Dapat Modal Usaha Coffee Shop
Dana untuk mengembangkan usaha coffee shop masih kurang? Kamu bisa mempertimbangkan KTA Cashbiz dari OCBC sebagai salah satu pilihan pembiayaan.
Dengan KTA Cashbiz, kamu bisa mendapatkan dana tunai Rp300 juta dengan tenor hingga 3 tahun dan mengajukannya secara online tanpa perlu datang ke kantor cabang.
Selain itu, suku bunga KTA Cashbiz mulai dari 0,99% flat per bulan. KTA Cashbiz juga menyediakan pilihan asuransi jiwa bagi nasabah.
Syarat dan dokumen yang diperlukan untuk mengajukan KTA Cashbiz:
- Warga Negara Indonesia
- Memiliki e-KTP dan e-mail aktif
- Usia minimum 21 tahun pada saat pengajuan dan maksimum 65 tahun pada saat pinjaman berakhir
- Berdomisili/memiliki usaha di Coverage Area OCBC (Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Solo)
- Memiliki usaha yang sudah berjalan minimum 2 tahun
- Foto Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP)
- Foto Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) pasangan (jika sudah menikah)
- Foto Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) (untuk pengajuan dimulai dari limit Rp50 Juta)
- Foto selfie dengan e-KTP
- Foto tanda tangan di atas kertas putih
- Sambungkan ke DJP dengan minimum e-filing 1 tahun / rekening koran atau e-statement 6 bulan terakhir
- Surat legalitas usaha
- Surat kepemilikan/sewa tempat usaha
- Surat kepemilikan/sewa tempat tinggal
Pengajuan KTA Cashbiz bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi OCBC mobile!
Baca juga: Old Money: Kekayaan yang Awet hingga Tujuh Turunan
| Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi umum dan bukan merupakan rujukan resmi, nasihat investasi, maupun dasar pengambilan keputusan finansial. Segala keputusan yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. OCBC beserta seluruh karyawan tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan, kekeliruan, maupun kerugian finansial yang mungkin timbul akibat penggunaan informasi dalam artikel ini. |