Individu

MSCI Usulkan Indonesia Turun ke Standalone Market

16 Oct 2026 • Write By: OCBC Wealth Management

Bagikan Ke

MSCI Usulkan Indonesia Turun ke Standalone Market

MSCI Usulkan Indonesia Turun ke Standalone Market

Pada 15 Oktober 2026 (16 Oktober dini hari WIB), MSCI membuka konsultasi untuk mereklasifikasi Indonesia dari Emerging Market langsung ke Standalone Market, melewati Frontier Market. Pengumuman dini hari tersebut, bukanlah pengumuman perubahan status, melainkan sebagai proposal ajakan diskusi terhadap pelaku pasar terkait kemungkinan perubahan status pasar saham Indonesia.

Standalone Market merupakan klasifikasi pasar saham yang tidak memenuhi persyaratan untuk dikelompokkan ke dalam klasifikasi utama indeks MSCI seperti Developed Market (kawasan negara maju), Emerging Market (kawasan negara berkembang), maupun Frontier Market (kawasan perintis), berdasarkan parameter yang digunakan seperti ukuran pasar, likuiditas, dan aksesibilitas bagi investor internasional. Beberapa negara yang saat ini terdapat dalam klasifikasi Standalone Market oleh MSCI diantaranya adalah Argentina, Bulgaria, Nigeria, dan Rusia.

Dalam hal ini, MSCI menilai status EM tidak lagi tepat, dipicu oleh kekhawatiran investor terkait transparansi pasar, dugaan perdagangan terkoordinasi, dan lemahnya penegakan aturan. Menurut MSCI, perbaikan yang dilakukan sejauh ini belum cukup untuk mengatasi masalah tersebut. Hingga artikel ini dibuat, belum ada keputusan final, MSCI masih mengumpulkan masukan pelaku pasar global hingga 30 April 2027; keputusan paling lambat 30 Juni 2027, dimana MSCI akan melanjutkan usulan kecuali ada bukti jelas perbaikan material.

  • Freeze tetap berlaku: tidak ada kenaikan FIF (Foreign Inclusion Factor) / NOS (Number of Shares), penambahan ke MSCI Indonesia IMI (Investable Market Index), atau upward migration; saham dalam kerangka HSC tetap dikeluarkan.
  • Reaksi pasar (16 Oktober). IHSG dibuka dengan pelemahan signifikan (-8,01%) ke 5.393,92, memicu trading halt 30 menit oleh BEI, dan ditutup dengan pelemahan (-11,57%) ke level 5.185,11.
  • Respon regulator: OJK menjatuhkan denda kepada tiga emiten (CUAN-Rp100 miliar, DSSA-Rp1.5 triliun, BREN-Rp500 miliar) atas dugaan manipulasi saham. Langkah ini merupakan sinyal positif. Namun, MSCI tentu mengharapkan penegakan hukum yang konsisten dan berkelanjutan.

Hubungi Relationship Manager Anda, atau dengan mengunjungi cabang OCBC terdekat, untuk mendiskusikan lebih lanjut portfolio investasi.

Catatan Penting:

  1. Informasi ini hanya berupa informasi umum yang tidak memperhitungkan tujuan investasi, kondisi keuangan, atau kebutuhan tertentu Nasabah/Investor atau pihak manapun. Informasi ini bukan dan tidak seharusnya dianggap sebagai suatu penawaran penjualan atau suatu ajakan untuk membeli suatu produk investasi tertentu, dan tidak seharusnya dianggap sebagai suatu nasihat investasi, serta tidak bertujuan untuk membentuk suatu dasar keputusan investasi. Nasabah/Investor wajib memilih dengan hati-hati produk yang akan dipilih.
  2. Informasi ini dipersiapkan oleh Bank dengan mengandung materi informasi dari sumber referensi yang dianggap dapat dipercaya oleh Bank. Namun demikian, Bank tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan semua proyeksi, pendapat atau fakta-fakta statistik lainnya yang tercantum dalam materi informasi tersebut.
  3. Nasabah/Investor harus menetapkan sendiri setiap keputusan investasi sesuai dengan kebutuhan dan strategi investasi dengan mempertimbangkan antara lain peraturan perundang- undangan, pajak, dan akuntansi.
  4. Bank maupun setiap karyawannya tidak bertanggung jawab atas segala kerugian langsung, khusus, tidak langsung, konsekuensial, insidental, atau kerugian atau kerusakan lain dalam bentuk apa pun yang timbul dari penggunaan informasi di sini (termasuk segala kesalahan, kelalaian, atau pernyataan keliru di sini, baik karena kelalaian atau lainnya) atau komunikasi lebih lanjut.
  5. Bank, dan/atau perusahaan afiliasinya, dan/atau karyawan tidak membuat pernyataan atau jaminan (tersurat atau tersirat) atau menerima tanggung jawab atau kewajiban apa pun sehubungan dengan, atau terkait dengan, keakuratan atau kelengkapan informasi dan opini yang terkandung dalam laporan ini atau informasi apa pun yang terkandung dalam laporan ini atau informasi atau opini lainnya yang tetap tidak berubah setelah diterbitkan.
  6. Pencantuman data kinerja masa lalu hanya untuk asumsi perhitungan, sehingga tidak dapat digunakan untuk menjamin kinerja di masa datang.
  7. Informasi ini tidak boleh dipublikasikan, diedarkan, direproduksi atau didistribusikan secara keseluruhan atau sebagian kepada orang lain tanpa persetujuan tertulis sebelumnya dari Bank.
  8. Informasi ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi TANYA OCBC 1500-999 atau cabang Bank terdekat.
  9. PT Bank OCBC NISP Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan & Bank Indonesia, serta merupakan peserta penjaminan LPS.

Share this Article

Related Product

Wealth Management

Wealth Management

All the Convenience
in One Hand

Enjoy the benefits from OCBC based on your needs

Other Articles

Cara Beli SBR015 di OCBC mobile dengan Mudah
  • Individu

Cara Beli SBR015 di OCBC mobile dengan Mudah

16 Oct 2026
Cari tahu cara beli SBR015 di OCBC mobile dengan mudah. Simak langkah pembelian SBR015 dan hal yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi.
SBR015: Keuntungan, Kupon, Jatuh Tempo, dan Hal yang Perlu Diketahui
  • Individu

SBR015: Keuntungan, Kupon, Jatuh Tempo, dan Hal yang Perlu Diketahui

16 Oct 2026
Kenali SBR015, mulai dari keuntungan, kupon, jatuh tempo hingga hal yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi pada Surat Berharga Negara ini.
Cara Memilih Obligasi INDON yang Tepat
  • Individu

Cara Memilih Obligasi INDON yang Tepat

13 Oct 2026
Di tengah ketidakpastian arah suku bunga global, obligasi INDON dapat menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin memiliki portofolio dalam dolar AS sekaligus memperoleh pendapatan dari kupon.
5 Penyebab Utama Usaha Kopi Bangkrut di Tahun Pertama
  • Individu

5 Penyebab Utama Usaha Kopi Bangkrut di Tahun Pertama

7 Oct 2026
Bisnis kopi terlihat menjanjikan, tetapi menjalankan coffee shop tetap memiliki berbagai tantangan, terutama pada tahap awal usaha. Simak penyebab utamanya agar bisnis lebih siap berkembang.

Banking at Your Fingertips

Download OCBC mobile now!