Individu

Kenali Apa itu Short Selling dalam Investasi Saham

9 Des 2021 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Ada banyak sekali istilah untuk dipahami dalam dunia investasi, salah satunya short selling. Short selling adalah jenis transaksi atau perdagangan saham. Namun, transaksi ini dinilai cukup beresiko. Sehingga, pada Maret 2020, BEI melarang adanya transaksi tersebut.

Dikatakan bahwa short selling adalah salah satu penyebab terjadinya beberapa masalah ekonomi, terkait dengan harga saham. Jadi sebenarnya, apa itu short selling dan bagaimana mekanismenya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.


Apa itu Short Selling?

Secara sederhana, short selling adalah transaksi jual beli saham, dimana seorang investor tidak memiliki saham untuk melakukan transaksi tersebut. Ini merupakan suatu teknik perdagangan saham yang kerap dilakukan oleh investor dengan tingkat risiko kerugian cukup tinggi.

Maka dari itu, transaksi short selling ini biasanya dilakukan oleh investor-investor berpengalaman. Alasannya karena diperlukan dugaan atau perkiraan yang tepat dalam melakukan transaksi ini.

Short selling adalah wujud dari transaksi yang dilakukan oleh investor menggunakan sistem meminjam saham. Tujuan dari meminjam dana tersebut, untuk menjual saham dengan harga lebih tinggi. Harapannya, investor tersebut dapat membelinya ketika harga saham sedang turun.


Mekanisme Short Selling

Dari pengertian short selling diatas, mekanisme short selling adalah seorang investor meminjam saham kepada pihak lain, misalnya pialang saham. Setelah itu, saham tersebut dengan harga yang lebih tinggi untuk mendapat keuntungan.

Kunci utamanya, pelaku short selling harus bisa melihat pergerakan pasar dan memperkirakan kapan harga akan turun. Ketika harga sudah turun, investor lantas membelinya kembali dan mengembalikannya pada pialang saham.

Perlu Anda ketahui, bahwa tidak semua saham bisa ditransaksikan melalui teknik short selling. Saham-saham yang bisa ditransaksikan dengan short selling harus ditetapkan terlebih dahulu oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tidak hanya itu, dari sisi investor, ada beberapa regulasi yang mesti dilakukan untuk bisa melakukan transaksi short selling saham. Diantaranya yaitu:

  • Memiliki rekening efek reguler agar berita transaksi dapat diketahui
  • Memiliki rekening efek khusus untuk short selling
  • Telah menyetor jaminan awal dengan jumlah minimal Rp200 juta.

Contoh Short Selling

Agar lebih memahaminya, simak contoh short selling saham berikut ini.

Pak Nicholas adalah seorang investor dan berencana melakukan transaksi secara short selling. Kemudian, Ia memutuskan untuk meminjam saham X kepada pialang saham dengan jangka waktu yang telah disepakati. Harga dari saham X kala itu sebesar Rp12 ribu per lembar. Pada saat itu juga, Ia memperkirakan bahwa harga saham X akan turun menjadi Rp9 ribu per lembar.

Di sinilah mekanisme short selling dimulai. Ia menjual saham pinjaman tersebut senilai Rp12 ribu (sesuai dengan harga realtime). Ternyata, setelah beberapa waktu harga saham tersebut turun menjadi Rp9 ribu sesuai dugaannya. Ketika harga turun, ia pun membeli kembali saham tersebut seharga Rp9 ribu untuk dikembalikan kepada pialang saham.

Sadarkah Anda darimana keuntungan yang diperoleh Pak Nicholas? Yup, Ia mendapat keuntungan dari selisih harga saham dari sebelum dan sesudah adanya penurunan, yaitu sebesar Rp3 ribu per lembar.

Tapi, tidak selamanya prediksi dari Pak Nicholas akan terjadi. Contoh lainnya, jika harga saham X justru mengalami kenaikan, maka Ia akan mengalami kerugian.

Misalnya, jika harga saham X naik dari Rp12 ribu menjadi Rp14 ribu per lembar, hal itu akan membuat Bapak Nicholas harus membayar lebih kepada pialang saham tersebut. Itulah mengapa, transaksi short selling adalah transaksi saham yang memiliki risiko tinggi.


Pro dan Kontra Short Selling

Setelah Anda mengetahui arti, mekanisme, dan contoh short selling. Selanjutnya, Anda perlu memahami pro dan kontra teknik ini. Pasalnya, pada awal 2020, BEI melarang adanya transaksi short selling.

Hal tersebut bertujuan untuk mencegah anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) di tengah merebaknya pandemi covid-19. Tidak hanya itu, pada 2008 dan 2015, BEI sudah sempat melarang adanya praktik short selling. Karena, hal tersebut dinilai menjadi penyebab turunnya IHSG secara drastis dalam waktu singkat. v

Perlu Anda ketahui juga, short selling saham adalah teknik transaksi yang menciptakan pro dan kontra. Apa saja itu? Berikut penjelasannya.


Pro
  • Investor dapat mengambil keuntungan yang lebih tinggi dengan modal yang sediki
  • Adanya kemungkinan melakukan leveraged investment atau teknik mencari keuntungan investasi yang lebih tinggi dengan melalui dana pinjaman

Kontra
  • Berisiko tinggi mengalami kerugian yang besar
  • Terdapat margin interest atau bunga pinjaman yang didapatkan dari pialang atau broker saham.

Itulah penjelasan mengenai pengertian short selling, mekanisme, contoh serta pro kontranya. Bagi para pemula di dunia investasi, penting bagi Anda untuk mempelajari istilah-istilah di dalam dunia investasi. Semangat!

Baca Juga:

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

OCBC mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.
Reksa dana

Reksa dana

Kemudahan investasi dengan aman dan nyaman untuk masa depanmu

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan
  • Individu

Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan

27 Mar 2026
Kepercayaan Jadi Kunci: Ini Hubungan Sehat antara Bank & Nasabah
  • Individu

Kepercayaan Jadi Kunci: Ini Hubungan Sehat antara Bank & Nasabah

26 Mar 2026
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mempercayakan banyak hal penting kepada bank, diantaranya: menyimpan dana, menerima gaji, membayar tagihan, hingga merencanakan masa depan melalui tabungan atau investasi. Semua itu berjalan baik karena adanya satu hal mendasar, yaitu kepercayaan.
Memanfaatkan Momentum Yield Obligasi Indonesia Sebagai Passive Income
  • Individu

Memanfaatkan Momentum Yield Obligasi Indonesia Sebagai Passive Income

26 Mar 2026
Cewek Green-Flag 2026:  Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving
  • Individu

Cewek Green-Flag 2026: Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving

13 Mar 2026
OCBC Fitness Index 2025 menunjukkan bahwa hanya 89% anak muda di Indonesia rutin menabung, turun 3% dari tahun sebelumnya di angka 92%

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!