Inflasi turun, bagaimana dengan aset obligasi dan pendapatan tetap?

17 Feb 2023 Ditulis oleh:Tim Wealth Management OCBC NISP

Berdasarkan data terakhir terlihat tingkat inflasi global telah mengalami penurunan dibandingkan posisi tertingginya di tahun 2022. Termasuk diantaranya inflasi Indonesia, yang sempat menyentuh level tertinggi di bulan September 2022 di angka 5,95% secara tahunan, dan di bulan Januari telah berada di level 5,28%. Turunnya tingkat inflasi tidak terlepas dari upaya bank sentral secara global yang telah melakukan pengetatan kebijakan moneter dalam setahun terakhir.

Dengan turunnya tingkat inflasi secara global, diperkirakan akan memberikan efek positif kepada aset pendapatan tetap atau obligasi. Turunnya inflasi akan mempengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral global, dari yang sebelumnya memandang diperlukannya pengetatan kebijakan moneter yang agresif, menjadi lebih moderat. Kondisi ini juga tercermin dari pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia tenor 10 tahun dalam beberapa waktu terakhir, yang telah mengalami penurunan ke level 6,73% (per 15 Februari 2023) dari level tertingginya di bulan Oktober 2022 dilevel 7,67%.

Ke depannya, aset obligasi atau pendapatan tetap diperkirakan masih akan bergerak stabil, didukung dari beberapa faktor:

  1. Perubahan arah pengetatan kebijakan moneter bank sentral global, yang menjadi lebih moderat.
  2. Jumlah penerbitan obligasi yang lebih terbatas, seiring upaya pemerintah Indonesia untuk menormalisasi defisit anggaran negara dibawah level 3%.
  3. Jumlah kepemilikan asing terhadap obligasi pemerintah Indonesia yang relatif rendah dikisaran 15%, jauh dibandingkan posisi sebelum terjadinya pandemi Covid-19 di kisaran 40%. Sehingga, dapat mendorong investor asing untuk kembali mengakumulasi obligasi milik pemerintah.
  4. Stabilitas nilai mata uang rupiah yang akan dijaga Bank Indonesia melalui serangkaian kebijakan, sehingga akan meningkatkan appetite investor asing terhadap instrument obligasi domestik.
  5. Real Yield atau selisih antara inflasi dan imbal hasil obligasi yang positif dan relatif lebih tinggi dibandingkan negara peers, membuat obligasi pemerintah Indonesia lebih menarik dimata investor asing.

Dengan demikian akumulasi kelas aset obligasi atau pendapatan tetap dinilai baik untuk dilakukan, sebagai alternatif investasi bagi tipe investor dengan profil risiko rendah - menengah, yang menginginkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan produk keuangan konvensional seperti tabungan dan deposito.

Informasi lebih lanjut mengenai produk investasi di OCBC NISP, silahkan klik tautan berikut

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 6 Des 2025

Cara Top Up Saldo Ovo Lewat Ocbc mobile Gratis Biaya Admin

Baca

Edukasi - 6 Des 2025

Cara Top Up Saldo Dana Lewat OCBC mobile seperti Gratis Biaya Admin

See All

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Download OCBC mobile