Individu

Risiko Likuiditas: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasi

3 Apr 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Risiko likuiditas adalah ketidakmampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajibannya yang berdampak pada kondisi keuangan.

Sementara itu, likuiditas adalah kewajiban perusahaan dalam membayar utang-utang jangka pendek yang harus dipenuhi. 

Risiko likuiditas bisa terjadi karena perusahaan tidak mampu menjual asetnya dengan harga normal akibat kurangnya daya beli.

Lantas, apa itu risiko likuiditas? Mari simak penjelasan mengenai pengertian, penyebab, pengukuran, dan cara mengatasi risiko likuiditas dalam artikel ini.

Pengertian Risiko Likuiditas

Dalam dunia keuangan, likuiditas berkaitan dengan kewajiban suatu perusahaan dalam melunasi utang atau hal lain sebelum jatuh tempo.

Dengan demikian, risiko likuiditas adalah permasalahan suatu perusahaan saat tidak mampu memenuhi kewajibannya. Dapat dikatakan, risiko likuiditas adalah hal merugikan bagi setiap perusahaan.

Ketika setiap aset perusahaan mengalami permasalahan, maka akan berdampak pada kerugian dan mengancam kondisi keuangannya.

Permasalahan yang timbul biasanya adalah aset yang tidak laku di pasaran atau harganya turun akibat kurang peminat, sehingga keuangan perusahaan cenderung menurun.

Selain itu, risiko likuiditas juga bisa terjadi akibat manajemen perusahaan yang buruk, sehingga pemantauan arus kas kurang teratur.

Risiko likuiditas bisa terjadi pada suatu perusahaan, perbankan, ataupun lembaga keuangan. Adapun salah satu contoh risiko likuiditas adalah sebagai berikut:

Seorang nasabah hendak menarik uang di bank. Akan tetapi, bank tidak mampu memenuhi permintaan tersebut akibat dana yang kurang mencukupi.

Kondisi ini terjadi karena bank kalah kliring. Dampak yang ditimbulkan adalah tidak mampu menutup kekurangan dana di BI, menolak permintaan nasabah yang mendadak, serta dilarang menerima pinjaman dari bank lain.

Baca juga: Urutan Laporan Keuangan yang Benar dari Awal Sampai Akhir

Penyebab Risiko Likuiditas

Salah satu penyebab risiko likuiditas adalah manajemen arus kas suatu perusahaan yang buruk. 

Suatu perusahaan yang mengalami risiko likuiditas dana, bisa berakibat pada kebangkrutan. Adapun beberapa penyebab risiko likuiditas adalah sebagai berikut.

  • Perusahaan tidak mampu memanajemen arus kas dengan baik.

  • Perusahaan tidak mampu mendapatkan pembiayaan akibat keterlambatan pembayaran utang dan ketidakpatuhan pada syarat peminjaman.

  • Mengalami permasalahan ekonomi tak terduga, seperti saat terjadinya pandemi.

  • Mengalami krisis laba yang berdampak pada turunnya margin profitabilitas.

Pengukuran Risiko Likuiditas

Untuk mengelola risiko likuiditas dana, pihak perusahaan atau bank wajib melakukan pengukuran dengan indikator sebagai berikut.

1. Analisa Kesenjangan Likuiditas

Salah satu indikator pengukuran risiko likuiditas adalah melalui analisis kesenjangan untuk menghitung arus kas.

Kesenjangan dapat dihitung dengan membandingkan aset yang dimiliki oleh perusahaan dan kewajibannya dalam rentang waktu tertentu.

2. Rasio Keuangan

Indikator pengukuran risiko likuiditas dana berikutnya adalah melalui rasio keuangan yang terbagi menjadi tiga, yaitu:

  • Deposan inti dan non-inti pada suatu aset perusahaan. Rasio ini berfungsi untuk menilai dana yang terkumpul dari salah satu deposan berdasarkan total keuangan dari pihak ketiga.

  • Current ratio merupakan rasio perbandingan antara aset cair dari suatu pembiayaan jangka pendek.

  • Loan to Deposit Ratio (LDR) adalah rasio perbandingan antara total uang diterima dari keseluruhan dana yang tersimpan.

Baca juga: Apa itu Obligasi? Ini Pengertian, Karakteristik & Jenisnya

Cara Mengatasi Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas adalah kondisi yang sangat merugikan bagi perusahaan, lembaga keuangan, maupun bank. Oleh sebab itu, risiko likuiditas perlu segera diatasi agar tidak terjadi kebangkrutan.

Adapun sejumlah cara mengatasi risiko likuiditas adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi Kesenjangan Aktiva dan Kewajiban Lancar

Salah satu cara mengatasi risiko likuiditas adalah mengidentifikasi kesenjangan aktiva dan kewajiban lancar.

Selain itu, Sobat Cuan juga bisa mengidentifikasi situasi yang dapat menimbulkan kesenjangan. 

Hal ini diperlukan agar perusahaan dapat mencari solusi lebih awal untuk mengatasinya dan mengurangi risiko terjadinya kerugian. 

2. Melakukan Mekanisme yang Jelas dan Terukur

Cara mengatasi risiko likuiditas dana berikutnya adalah melakukan mekanisme yang jelas dan terukur. Bagaimana maksudnya?

Suatu perusahaan perlu membuat mekanisme atau aturan yang jelas, baik itu manajemen keuangan ataupun pemilik usaha.

Bukan hanya itu, mekanisme perlu dibuat secara detail, mulai dari teknis dan non-teknis. 

Dengan demikian, setiap kali memutuskan dan melakukan sesuatu, perusahaan memiliki tolok ukur yang jelas.

Mekanisme yang jelas juga akan membantu untuk mengelola, mengukur, memantau, hingga mencegah terjadinya risiko likuiditas.

3. Meningkatkan Cadangan Kas

Cara mengatasi risiko likuiditas dana yang terakhir adalah dengan meningkatkan cadangan kas.

Kas memiliki sifat likuid yang membantu menjaga kesehatan keuangan perusahaan, sebab proses pencairannya berlangsung lebih cepat.

Oleh sebab itu, suatu perusahaan dapat menambah cadangan kas atau yang setara dengannya untuk mengatasi risiko likuiditas.

Meningkatkan cadangan kas juga membantu perusahaan untuk menjaga aset lancarnya, sehingga suatu nasabah atau pemilik usaha akan lebih percaya.

Selain itu, kas yang mencukupi juga mampu memenuhi kewajiban perusahaan untuk melunasi bebannya secara tepat waktu tanpa mengalami kendala.

Nah, itulah penjelasan mengenai pengertian risiko likuiditas, penyebab, pengukuran, dan cara mengatasinya.

Risiko likuiditas adalah situasi merugikan bagi suatu perusahaan. Oleh sebab itu, sebaiknya Sobat Cuan selalu rutin memeriksa likuiditas perusahaan.

Untuk mempermudah dalam mengelola keuangan perusahaan, Sobat Cuan juga dapat memanfaatkan layanan cash management dari OCBC.

Cash management merupakan layanan pengelolaan bisnis yang memudahkan perusahaan dalam mengatur keuangan.

Untuk mendapatkan informasi mengenai layanan lainnya, Sobat Cuan bisa membacanya dalam blog OCBC.

Baca juga: Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan, Kebijakan & Ruang Lingkup

 

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB
OCBC mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.
Manajemen Kas

Manajemen Kas

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Tabungan Anak Terbaik OCBC Young Nyala Jadi Consumer Finance Product of the Year
  • Individu

Tabungan Anak Terbaik OCBC Young Nyala Jadi Consumer Finance Product of the Year

17 Jul 2026
  • OCBC dinobatkan sebagai Consumer Finance Product of the Year dalam ajang ABF Retail Banking of the Year 2026.
  • Young Nyala adalah solusi perbankan digital untuk anak di bawah 17 tahun yang memfasilitasi literasi keuangan anak yang terintegrasi dengan lifestyle dan dilengkapi parental control.
  • Bisnis Young Nyala mencatatkan pertumbuhan akuisisi sebesar 114% secara year-on-year pada Januari 2026.
OCBC: The Best Private Bank Indonesia 2026
  • Individu

OCBC: The Best Private Bank Indonesia 2026

17 Jul 2026
  • OCBC Indonesia dinobatkan sebagai Best Private Bank Indonesia 2026 oleh Global Banking & Finance Review Awards berkat layanan wealth management yang berhasil mencapai pertumbuhan AUM tangguh, client service excellence, serta inovasi high tech high touch.
  • OCBC menghadirkan layanan wealth management terpersonalisasi yang spesifik untuk nasabah Private Banking, didampingi oleh Dedicated Private Bankers guna membantu nasabah lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial untuk mengembangkan, mengamankan, dan meneruskan kekayaannya.
  • Layanan wealth management OCBC tidak hanya berfokus pada pengembangan aset, tapi juga perlindungan (wealth protection) dan suksesi lintas generasi (legacy planning) yang didukung jaringan global OCBC Group.
Transformasi Tabungan Emas Digital, OCBC Sabet Titel Gold & Precious Metal Bank of the Year 2026
  • Individu

Transformasi Tabungan Emas Digital, OCBC Sabet Titel Gold & Precious Metal Bank of the Year 2026

17 Jul 2026
  • OCBC dinobatkan sebagai Gold & Precious Metal Bank of the Year 2026 oleh Asian Banking & Finance dalam ajang bergengsi Asian Banking & Finance Retail Banking Awards 2026.
  • OCBC melalui Unit Usaha Syariah (UUS) menjadi pionir bank swasta Indonesia yang menawarkan tabungan emas digital pada 2023 dengan kolaborasi bersama Pegadaian, untuk meningkatkan aksesibilitas terhadap investasi emas.
  • Total emas yang dikelola OCBC meningkat 506% secara year-on-year hingga mencapai 771,2 kilogram pada 2025.
OCBC Raih Indonesia Best Succession Planning Euromoney 2026
  • Individu

OCBC Raih Indonesia Best Succession Planning Euromoney 2026

17 Jul 2026
  • OCBC berhasil meraih penghargaan Indonesia’s Best Succession Planning dari Euromoney Private Banking Awards 2026
  • Ini merupakan tahun kelima OCBC dinobatkan sebagai Indoneisa’s Best Succession Planning oleh Euromoney
  • Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan dan inovasi layanan wealth management OCBC Private Banking melalui penyediaan Wealth Planner dengan spesialisasi legacy planning, untuk membantu nasabah meneruskan kekayaan ke generasi selanjutnya.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!