Banyak masalah keuangan muncul dari kesalahan kecil yang dilakukan terus-menerus. Kenali kesalahan finansial yang sering luput disadari dan cara menghindarinya sejak dini!
Setiap keputusan finansial itu sangat berpengaruh bagi kehidupan secara keseluruhan. Dimulai dari keputusan finansial yang tepat lah kamu bisa meraih kebebasan finansial di masa depan. Begitupun sebaliknya.
Keputusan finansial yang salah akan membuat keuangamu sulit naik kelas. Masalahnya, kesalahan finansial seringkali nggak disadari. Merasa semua kebutuhan terpenuhi saja ternyata belum cukup untuk menyimpulkan tidak ada kesalahan finansial yang dilakukan.
Baca juga: Risiko Finansial Adalah: Pengertian, Jenis-jenis dan Contoh
Kesalahan Finansial yang Tidak Disadari
Ada banyak kesalahan finansial yang tidak disadari. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya yang perlu dihindari!
1. Merasa Aman Karena “Menutup Kekurangan”
Banyak orang merasa kondisi keuangannya baik-baik saja hanya karena setiap bulan selalu bisa membayar kebutuhan, meski sering keteteran di akhir periode.
Rasa aman semu ini muncul karena masih bisa mengandalkan gaji berikutnya, kartu kredit, atau utang. Padahal, kondisi tersebut menunjukkan tidak adanya ruang finansial untuk menghadapi situasi tak terduga.
2. Tidak Memisahkan Uang Berdasarkan Tujuan
Menggabungkan semua uang dalam satu rekening dianggap praktis, tetapi justru membuat keuangan sulit dikontrol. Tanpa pemisahan yang jelas, kamu bisa menggunakan uang dari pos lain tanpa sadar.
Akibatnya, tabungan sering terpakai untuk konsumsi, dan rencana finansial jangka menengah maupun panjang menjadi sulit tercapai karena tidak pernah benar-benar “dipagari”.
3. Menunda Dana Darurat
Banyak orang menunda membangun dana darurat dengan alasan kondisi masih aman, pekerjaan stabil, dan tubuh sehat. Kesalahan ini baru terasa dampaknya saat terjadi hal di luar rencana, seperti sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan keluarga mendadak.
Tanpa dana darurat, pilihan yang tersisa biasanya berutang atau mengorbankan tabungan jangka panjang, yang akhirnya memperburuk kondisi finansial secara keseluruhan.
4. Terlalu Fokus Menabung, Lupa Mengelola Arus Kas
Menabung dianggap sebagai indikator utama keuangan yang sehat. Namun, tanpa pengelolaan arus kas yang baik, kebiasaan menabung bisa menjadi tidak efektif.
Seseorang bisa saja rutin menabung, tetapi tetap boros dalam pengeluaran harian atau memiliki cicilan yang terlalu besar. Akibatnya, tabungan tidak benar-benar mencerminkan kondisi finansial yang kuat karena pengeluaran tidak terkendali.
Baca juga: Apa itu Melek Finansial? Ini Pentingnya & Tips Mewujudkannya
5. Utang Kecil Tidak Perlu Dipikirkan Serius
Utang dengan nominal kecil biasanya disepelekan karena terasa ringan dan mudah dibayar. Padahal, jika jumlahnya banyak dan tersebar, utang kecil dapat menggerus pemasukan secara perlahan.
Tanpa disadari, total cicilan bulanan bisa membebani arus kas dan mengurangi kemampuan menabung atau berinvestasi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membuat keuangan stagnan dan sulit naik kelas.
6. Tidak Mengevaluasi Gaya Hidup
Kenaikan penghasilan diikuti peningkatan gaya hidup tanpa perencanaan yang matang. Pengeluaran yang perlahan membesar kerap tidak terasa karena naik sedikit demi sedikit.
Kesalahan ini berdampak besar ketika penghasilan tidak lagi bertambah atau justru menurun, sementara standar hidup sudah terlanjur tinggi. Akibatnya, keuangan menjadi tidak fleksibel dan mudah terguncang.
7. Menghindari Pengecekan Kondisi Keuangan
Banyak orang enggan mengecek kondisi keuangan karena merasa rumit atau takut melihat kenyataan. Padahal, tanpa evaluasi rutin, kesalahan kecil bisa menumpuk dan berubah menjadi masalah besar.
Tidak mengetahui posisi keuangan membuat seseorang sulit mengambil keputusan yang tepat, baik dalam menabung, berutang, maupun berinvestasi.
Baca juga: 10 Tips Menabung yang Cepat dan Efektif, Dijamin Anti Gagal!
Solusi Memperbaiki Kesalahan Finansial
Gimana, masih suka melakukan kesalahan finansial di atas? Setiap kesalahan tentu harus diperbaiki, agar kondisi keuanganmu membaik dan lebih stabil.
OCBC sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia banyak solusi untuk mengatasi kesalahan keuangan. Ada banyak beragam solusi keuangan individu yang dirancang untuk membantu nasabah mengelola uang secara lebih terstruktur dan terencana.
Melalui berbagai pilihan tabungan, bisa dapat memisahkan dana sesuai tujuan, mulai dari kebutuhan harian, dana darurat, hingga tabungan untuk rencana jangka menengah dan panjang.
Untuk nasabah yang ingin melangkah lebih jauh, OCBC juga menyediakan beragam produk investasi yang dapat disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan finansial masing-masing.
Dengan pendekatan ini, menabung tidak lagi sekadar menyisihkan uang, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun aset dan menjaga nilai uang dari waktu ke waktu.
Hal ini membantu menghindari kesalahan umum seperti menumpuk dana tanpa perencanaan atau menunda investasi karena merasa belum siap.
Menariknya, solusi-solusi keuangan itu bisa kamu akses dengan mudah melalui aplikasi OCBC mobile. Yuk download dan rasakan manfaatnya sekarang!
Baca juga: Keputusan Investasi: Dasar, Tahapan, dan Tips Melakukannya