Individu

Lonjakan inflasi AS di bulan Maret?

13 Apr 2021 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Bagaimana dengan data inflasi bulan Maret? Pekan ini cukup dinantikan para investor, dimana data inflasi AS periode Maret akan dirilis di hari Selasa.

Kekhawatiran inflasi memang sedang menjadi perhatian akhir-akhir ini, terutama dengan lockdown yang diperlonggar, serta vaksinasi yang memungkinkan aktivitas untuk bangkit dari pandemi. Hal tersebut akan memaksa The Fed untuk mulai menaikkan suku bunga lebih awal dari perkiraan. Ekspektasi akan kenaikan inflasi membuat imbal hasil US Treasury berada dalam tren penguatan, dan mendorong imbal hasil tenor 10 tahun untuk naik dari awal tahun di level 0.90% menjadi lebih dari 1.70%. Pasar terlihat khawatir jika The Fed akan segera menaikkan tingkat suku bunga dari level saat ini 0.00-0.25%.

Konsensus Bloomberg memperkirakan bahwa inflasi AS periode Maret berada di 2.5% secara tahunan, dan bulanan di 0.5%. Tingkat inflasi diperkirakan akan meningkat karena base effect. Hal ini dikarenakan harga konsumen turun tajam pada Maret 2020 lalu di awal pandemi. Dengan demikian, ketika inflasi Maret dirilis untuk tahun ini, harga konsumen akan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan setahun lalu (YoY), sehingga menyebabkan tingkat inflasi naik secara signifikan. base effect ini akan membuat tingkat inflasi berada di atas target The Fed sebesar 2%.

Namun bagaimanapun juga, tingkat ketenagakerjaan yang penuh juga menjadi target The Fed, bukan hanya target inflasi 2%. Perekonomian AS masih memiliki jumlah pengangguran yang sangat tinggi, serta jutaan pekerjaan yang hilang sejak pandemi. Oleh karena itu, kami melihat The Fed belum akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.


Strategi investasi:

Perkiraan data inflasi yang berada diatas 2% berpotensi membuat imbal hasil US Treasury meningkat. Namun sesuai konsensus analis Bloomberg, bahwa imbal hasil US Treasury 10 tahun masih akan berada di level rendah, yaitu 1.86% pada kuartal IV-2021.

Rilisan data ekonomi yang membaik akan mendorong kenaikan imbal, karena ekonomi AS terus pulih dan membuat pasar risk on, dimana aset berisiko menjadi pilihan. Kenaikan US Treasury tentunya turut memberikan pengaruh pada pergerakan pasar obligasi dan saham Indonesia. Sehingga, volatilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk membeli atau averaging pada saat harga obligasi dan saham melemah.


Source: BLOOMBERG, CNBC, CNN

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Bagaimana Cara Mengajukan Pinjaman untuk Usaha?
  • Individu

Bagaimana Cara Mengajukan Pinjaman untuk Usaha?

8 Feb 2026

Pengajuan pinjaman usaha dilakukan dengan melengkapi dokumen bisnis, memenuhi persyaratan, dan melalui proses penilaian kelayakan usaha.

Kapan Waktu yang Tepat Mengambil Pinjaman Bisnis?
  • Individu

Kapan Waktu yang Tepat Mengambil Pinjaman Bisnis?

8 Feb 2026

Pinjaman bisnis sebaiknya diambil saat usaha membutuhkan tambahan modal dan kondisi arus kas memungkinkan pembayaran cicilan secara rutin.

Semua Jenis Kartu Kredit Bisa Dipakai Transaksi di Luar Negeri? Cek Ciri-cirinya!
  • Individu

Semua Jenis Kartu Kredit Bisa Dipakai Transaksi di Luar Negeri? Cek Ciri-cirinya!

7 Feb 2026
Beberapa kartu bank dapat digunakan untuk transaksi internasional, baik di toko luar negeri maupun pada platform belanja online global. Yuk cari tahu ciri-cirinya!
Mengapa Transaksi Non Tunai Semakin Banyak Digunakan?
  • Individu

Mengapa Transaksi Non Tunai Semakin Banyak Digunakan?

7 Feb 2026
Transaksi non tunai semakin populer di kalangan masyarakat. Apa sih alasan yang membuat orang semakin banyak transaksi non tunai?

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!