Individu

Awas Tertipu! Kenali Apa itu Skema Ponzi & Ciri-Cirinya

19 Mei 2021 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Sobat OCBC NISP, berhati-hatilah terhadap investasi bodong! Apalagi jika menggunakan skema ponzi. Skema ponzi adalah sebuah modus investasi bodong/palsu yang sudah banyak terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Walaupun skema ini sudah cukup lama digunakan oleh para penipu, masih ada saja yang terkena hasutan dan menginvestasikan dananya pada investasi bodong dengan skema ini.

Apabila demikian, sebenarnya apa itu skema ponzi? Apa saja contoh kasus yang terjadi di Indonesia? Bagaimana cirinya secara umum? Agar Anda tidak mudah tertipu, yuk simak penjelasannya di artikel ini!

Apa itu skema ponzi?

Pengertian skema ponzi adalah sebuah metode/modus investasi bodong/palsu yang membayarkan hasil keuntungan palsu dari uang penipu sendiri atau dari investor berikutnya. Sehingga, hasil keuntungan tidak didapatkan dari pengelolaan dana bisnis yang legal dan sistematis seperti perusahaan pada umumnya.

Di samping itu, semakin banyak orang yang memberikan dananya, maka investasi bodong dengan skema ini akan semakin kuat bertahan. Sebaliknya, jika orang yang baru mendaftar semakin minim, maka skema tersebut akan goyah dan bisa hancur.

Skema ini dinamakan demikian karena dulu pada tahun 1920an terdapat seorang penipu ulung bernama Charles Ponzi. Laki-laki ini mampu menipu puluhan ribu orang di Italia dan meraup keuntungan sebesar 15 juta dollar AS. Oleh karena itu, investasi bodong berbentuk penipuan kerap dikaitkan dengan laki-laki tersebut.

Kasus skema ponzi di Indonesia

Tidak hanya di negara lain, kasus skema ponzi di Indonesia juga marak terjadi. Sudah banyak orang yang tertipu dengan skema tersebut karena terbutakan oleh keuntungan tak realistis yang ditawarkan oleh si penipu.

  • Skema ponzi MLM
    Skema ponzi MLM adalah skema yang paling sering ditemui di Indonesia. MLM artinya adalah Multi-Level Marketing atau Pemasaran Berjenjang.

    Pemasaran tersebut dimulai dari satu orang, kemudian mengajak orang lain di bawahnya, kemudian kembali mengajak lagi di bawahnya. Orang-orang yang berada di bawah disebut sebagai downline. Tugasnya adalah terus mencari orang lain yang berminat dengan bisnis MLM tersebut.

    Nah, dalam konteks skema tersebut, keuntungan yang diberikan bukanlah dari bisnis pada umumnya. Keuntungan didapatkan dari biaya daftar menjadi downline

  • Skema ponzi First Travel
    Contoh kasus berikutnya di Indonesia adalah kasus First Travel. Pada kasus ini, organisasi tersebut bergerak sebagai biro perjalanan umroh dan haji. Mereka mengajak orang mengumpulkan dana untuk pergi ke Tanah Suci.

    Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, dan Kiki Hasibuan sebagai pemilik First Travel menggunakan skema ini untuk mengajak calon jemaah untuk menginvestasikan uang mereka sebelum mendapat giliran pergi ke Tanah Suci. Semakin banyak orang, maka keuntungan ketiga orang tersebut semakin besar.

    Nah, dari kasus tersebut tercatat 63.310 calon jemaah tertipu dan dana sejumlah Rp905 miliar digelapkan oleh ketiga pengurus utamanya. Mengkhawatirkan bukan?

    Oleh karena itu, pada akhir tahun 2019,pengadilan memutuskan Andika diganjar hukuman kurungan selama 20 tahun dan denda Rp10 miliar. Anniesa diganjar hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. Sedangkan Kiki mendapatkan hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

5 Ciri skema ponzi

Dalam operasinya, terdapat 5 ciri skema ponzi yang perlu Anda pelajari. Hal ini diperlukan agar Anda bisa mengidentifikasi mana investasi betulan dan menguntungkan dan mana yang investasi bodong/palsu. Apa saja ciri skema ponzi? Berikut penjelasannya:

  1. Terstruktur dalam bentuk piramida
    Ciri yang pertama adalah bentuk piramida yang kerap digunakan oleh entitas MLM (Multi-level Marketing).

    Skema ini amat membutuhkan penanaman modal secara konsisten dari korban baru agar mampu mempertahankan kelangsungannya. Sehingga, setiap orang yang ada di bawah harus mengajak yang lain agar mendapatkan keuntungan.

  2. Memberikan imbal hasil sangat tinggi
    Ciri berikutnya adalah umumnya para penipu memberikan imbal hasil sangat tinggi agar banyak orang yang tertarik. Keuntungan yang didapatkan jauh melebihi instrumen legal seperti saham. Waktu yang dijanjikan juga cepat.

    Hal ini perlu Anda perhatikan karena setiap investasi biasanya membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mendapatkan keuntungan yang besar.

  3. Tidak ada bisnis yang dijalankan/bisnis tidak jelas
    Ciri selanjutnya adalah tidak ada bisnis yang dijalankan atau operasional bisnisnya tidak jelas. Maka dari itu, sebelum berinvestasi, sebaiknya sobat OCBC NISP melihat kinerja perusahaan tersebut terlebih dahulu.

  4. Sales mendapatkan komisi setelah merekrut korban lain
    Syarat agar bisa mendapatkan keuntungan adalah dengan mengajak korban lain. Keuntungan atau komisi tersebut disesuaikan berdasarkan jumlah korban yang diajak. Semakin banyak, semakin untung.

  5. Mengundang calon investor dengan tokoh penting
    Ciri yang terakhir adalah mengundang calon investor dengan tokoh penting. Contohnya seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sebagainya. Dengan demikian, akan ada daya tarik yang lebih besar dan investasi bodong ini jadi terkesan terpercaya.

Skema ponzi adalah sebuah cara licik untuk mendapatkan untung tanpa mempertimbangkan aspek legalitas. Kerugian yang disebabkan bisa sangat besar dan tidak sedikit orang yang menjadi korban. Ingatlah ciri-ciri di atas dan tetap berhati-hati dalam berinvestasi ya, sobat OCBC NISP!

Baca juga:

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Wealth Management

Wealth Management

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC
OCBC mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Cewek Green-Flag 2026:  Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving
  • Individu

Cewek Green-Flag 2026: Bukan Cuma Self Love Tapi Juga Self-Saving

13 Mar 2026
OCBC Fitness Index 2025 menunjukkan bahwa hanya 89% anak muda di Indonesia rutin menabung, turun 3% dari tahun sebelumnya di angka 92%
Mudik Aman? Jangan Sampai Data Pribadi Anda Dicuri via Wi-Fi Publik!
  • Individu

Mudik Aman? Jangan Sampai Data Pribadi Anda Dicuri via Wi-Fi Publik!

11 Mar 2026
Mudik dan libur Lebaran memang penuh kegembiraan — tapi di balik senyum pulang kampung, ada ancaman tersembunyi yang tak terlihat.
Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan
  • Individu

Gagal masuk sekolah impian, karena dana jadi halangan

10 Mar 2026
Pendidikan dari sekolah dasar hingga menengah atas adalah hak setiap anak. Orang tua juga pastinya ingin memberikan yang terbaik untuk anak tercinta dengan memasukan anaknya ke sekolah yang paling bagus untuk memberikan pendidikan paling baik.
Transparansi Informasi: Kunci Bijak Mengelola Keuangan Sebagai Nasabah
  • Individu

Transparansi Informasi: Kunci Bijak Mengelola Keuangan Sebagai Nasabah

5 Mar 2026

Sebagai nasabah, Anda berhak atas informasi yang jelas, akurat, dan transparan terkait setiap produk atau layanan keuangan yang ingin Anda gunakan. Namun, sering kali, masalah muncul bukan karena produknya buruk, melainkan karena kurangnya pemahaman terhadap informasi yang tersedia sebelum penggunaan.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!