Individu

Mengenal Apa itu Risk Averse, Ini Bedanya dengan Risk Taker

4 Okt 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Ada berbagai tipe investasi yang dapat dilakukan seseorang, salah satunya adalah risk averse. Meski dianggap sebagai tipe investasi paling aman, investasi risk averse tetap mengundang berbagai pro-kontra. Simak penjelasan lengkap dari OCBC NISP tentang pengertian risk averse dan kelebihan serta kelemahannya di bawah ini.


Pengertian Risk Averse di Dunia Investasi

Risk averse adalah istilah berasal dari kata “risk” artinya risiko dan “averse” berarti “enggan”. Jadi, risk averse adalah jenis investor yang cenderung mempertahankan kondisi aman untuk menghindari risiko kerugian yang tinggi.

Tipe investor risk averse adalah orang yang tidak nyaman dengan pilihan investasi berisiko. Mereka cenderung memilih peluang investasi konservatif, meskipun profit yang diperoleh nantinya kecil.


Perbedaan Risk Taker dan Risk Taker

Setelah mengetahui apa itu risk averse, kita akan membahas perbedaannya dengan risk taker. Adapun perbedaan risk taker dan risk averse adalah berikut ini.

  1. Pengertian Risk Taker dan Risk Averse
    Perbedaan pertama antara risk taker dan risk averse adalah dari segi pengertian. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, risk averse adalah tipe investor dengan sifat enggan mengambil risiko tinggi. Sedangkan risk taker adalah investor yang berani mengambil kesempatan dengan tingkat risiko tinggi.

  2. Sikap Berani
    Selanjutnya, perbedaan keduanya adalah dari segi keberanian. Risk averse cenderung takut mengambil resiko tinggi. Sehingga jenis investor ini cenderung cari aman. Berbeda dengan risk taker yang berani memilih investasi berisiko tinggi. Biasanya tipe investor ini berambisi untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya, dan tidak takut menghadapi risiko kerugian.

  3. Ambisi Keuntungan
    Terakhir, perbedaan kedua tipe investor ini adalah tujuan profit yang ingin dicapai. Biasanya investor risk averse memiliki tujuan investasi dengan keuntungan secara pasti, meskipun profit yang diterima nantinya tidak tinggi. Sebab mereka mengutamakan segi keamanan investasi dibanding laba.

    Berbeda dengan investor risk taker, mereka mengutamakan peningkatan kekayaaan. Biasanya tipe investor ini memilih berinvestasi pada instrumen dengan peluang profit tinggi, tapi risikonya juga sangat tinggi.


Kelebihan Investasi Risk Averse

Setelah memahami pengertian risk taker dan risk averse, di bawah ini akan dibahas kelebihan investasi risk averse. Berikut penjelasannya!

  1. Risiko Lebih Rendah
    Pertama, kelebihan investasi risk averse adalah risiko lebih rendah. Karena investor ini tidak menyukai risiko tinggi, maka mereka cenderung berhati-hati dalam memilih dan menginvestasikan modalnya.

    Akibatnya, tipe investor ini tidak akan mudah tergiur dengan janji pengembalian tinggi yang memungkinkan terjadinya penipuan. Sehingga meskipun profitnya rendah, risikonya pun sangat minim bahkan tidak berisiko sama sekali.

  2. Keamanan Lebih Terjamin
    Kelebihan selanjutnya dari investasi ini yaitu tingkat keamanan tinggi. Investor dengan tipe risk averse hanya akan memilih instrumen investasi yang terbukti sangat jarang mengalami kerugian. Akhirnya, investor pun dapat menjalani hidup dengan lebih tenang tanpa takut tiba-tiba mengalami loss investment.

  3. Pendapatan Rutin dan Pasti
    Terakhir, kelebihan investor risk averse adalah pendapatannya rutin dan pasti. Biasanya investor risk averse menginvestasikan dananya pada instrumen dengan peluang profit kecil, tapi pasti dan jelas.


Kelemahan Investasi Risk Averse

Setelah membahas pengertian risk averse, perbedaan risk taker dan risk averse, serta kelebihan risk averse, kali ini kita akan membahas kelemahannya.

Selain kelebihan, investasi risk averse juga memiliki banyak kekurangan yang membuat Anda perlu berpikir dua kali sebelum menjadi investor jenis ini. Adapun kelemahan investasi risk averse adalah sebagai berikut.

  1. Pendapatan Lebih Rendah
    Pertama, kelemahan risk averse adalah tingkat pendapatan kecil. Sejalan dengan prinsip investasi, risiko kecil akan menghasilkan keuntungan kecil pula. Bagi beberapa orang, terkadang profit kecil ini tidak menyenangkan, terutama untuk yang bertujuan memperkaya diri melalui investasi.

  2. Kehilangan Peluang Return Lebih Banyak
    Kelemahan berikutnya adalah kehilangan peluang return lebih banyak. Di dunia investasi, ada istilah fear of missing out (FOMO), sebuah perasaan iri bercampur kecewa saat melihat investor lain mendapat return berkali lipat.

    Investor dengan profil risk averse sangat sering mengalami FOMO. Investor-investor tersebut mengambil keputusan risk aversion di awal, kemudian saat melihat rekan investor lain mendapat return lebih besar, para investor risk averse pun merasa menyesal tidak mengambil keputusan sama.

  3. Kurang Melatih Kemampuan Investasi
    Terakhir, kelemahan risk averse adalah kurang melatih kemampuan investasi. Investor risk averse kurang menyukai tantangan dan cenderung berinvestasi pada instrumen aman, sehingga kemampuan investasinya kurang terasah.

    Seperti yang diketahui, investasi adalah aktivitas yang membutuhkan kemampuan analisa tinggi, kalkulasi risiko, strategi alokasi, dan keberanian tinggi. Jika Anda memilih menjadi investor risk averse, Anda tidak akan terlalu membutuhkan kemampuan-kemampuan ini.


Itulah penjelasan tentang pengertian risk averse, perbedaan risk taker dan risk averse, serta kelebihan dan kelemahan menjadi risk averse di dunia investasi. Risk averse adalah salah satu tipe investasi terbaik jika Anda baru pemula dan tidak ingin menghadapi risiko rugi terlalu besar. Namun demikian, Anda tetap perlu mempelajari ilmu investasi lebih jauh, agar bisa mengambil keputusan investasi lebih berani lagi.

Baca juga:

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC
OCBC mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.
Wealth Management

Wealth Management

Reksa dana

Reksa dana

Kemudahan investasi dengan aman dan nyaman untuk masa depanmu

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Kelola Dana Keuanganmu Dengan 50/30/20 Budgeting Rule
  • Individu
  • Wealth Insight

Kelola Dana Keuanganmu Dengan 50/30/20 Budgeting Rule

30 Apr 2026
Memasuki pertengahan tahun 2026 ini, sangat identik dengan musim liburan anak sekolah yang tentunya pengeluaran akan membengkak dan bahkan saldo bisa minus kalau tidak dikelola dengan baik
Pelindungan Data, Keamanan Dana:  4 Informasi Kartu Kredit yang Wajib Dijaga!
  • Individu

Pelindungan Data, Keamanan Dana: 4 Informasi Kartu Kredit yang Wajib Dijaga!

24 Apr 2026
Di tengah meningkatnya penggunaan kartu kredit untuk berbagai kebutuhan, keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga bergantung pada kesadaran pemilik dalam menjaga data perbankannya. Penting untuk selalu diingat, data perbankan kamu bukan sekadar informasi, melainkan juga sebagai akses untuk melakukan transaksi.
Trump, Powell, dan Suku Bunga
  • Individu

Trump, Powell, dan Suku Bunga

24 Apr 2026
Menjaga Keamanan Data: Tanggung Jawab Bersama antara Bank dan Nasabah
  • Individu

Menjaga Keamanan Data: Tanggung Jawab Bersama antara Bank dan Nasabah

21 Apr 2026
Dalam layanan perbankan, khususnya di era digital saat ini, data pribadi bukan hanya sekadar Informasi melainkan bagian penting dari keamanan finansial Anda. Oleh karena itu, pelindungan data tidak bisa hanya bergantung pada sistem perbankan, tetapi juga memerlukan kesadaran dan peran aktif dari setiap nasabah.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!