Individu

Kebijakan Diskonto: Pengertian, Tujuan & Contoh Penerapannya

9 Okt 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Sebagai pengawas dan pengelola transaksi masyarakat, Bank Indonesia mengeluarkan berbagai kebijakan, salah satunya adalah diskonto. Kebijakan diskonto adalah kebijakan yang bertujuan mengumpulkan uang ke lembaga perbankan dengan imbalan kenaikan suku bunga. Tapi apa tujuannya? Bagaimana contoh kebijakan diskonto di Indonesia? OCBC punya bahasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Kebijakan Diskonto

Menurut BI, pengertian kebijakan diskonto adalah kebijakan bank sentral guna menambah atau mengurangi jumlah uang beredar di masyarakat, dengan menaik-turunkan suku bunga bank umum.

Secara sederhananya, tujuan politik diskonto adalah meningkatkan atau menurunkan jumlah uang yang dipegang masyarakat untuk tujuan tertentu, seperti mencegah inflasi, meningkatkan gairah investasi, dan sebagainya.

Politik/kebijakan diskonto adalah kebijakan krusial yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Oleh karena itu, biasanya Bank Indonesia melakukan perhitungan matang dan mendalam dulu sebelum memutuskan politik diskonto.

Manfaat Politik Diskonto

Kebijakan diskonto adalah salah satu jenis kebijakan moneter yang punya berbagai manfaat. Selengkapnya tentang manfaat politik diskonto adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatnya Cadangan Uang untuk Krisis Moneter
    Krisis moneter adalah masalah multi-level yang dialami negara ketika tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat atau membayar hutangnya (terutama hutang luar negeri).

    Saat suatu negara mengalami krisis moneter, mengeluarkan politik diskonto adalah salah satu solusi terampuhnya. Bank sentral dapat mengeluarkan kebijakan tersebut dengan menaikkan suku bunga, agar masyarakat yang menyimpan uang mau menabung/meminjamkannya ke negara.

  2. Harga Barang Terkendali di Pasar
    Manfaat selanjutnya kebijakan diskonto adalah terkendalinya harga barang di pasar, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Saat harga suatu barang terlalu tinggi, contoh politik diskontonya adalah dengan menaikkan suku bunga acuan.

    Akibatnya, uang masyarakat lebih banyak tersimpan di bank dan permintaan terhadap barang yang harganya naik pun akan turun. Akhirnya, harga barang tersebut pun ikut turun mengikuti turunnya permintaan masyarakat.

  3. Kurs Uang Menguat
    Selain untuk menjaga stabilitas ekonomi, politik diskonto juga sering diambil pemerintah guna menguatkan kurs Rupiah terhadap USD. Dalam konsep pertukaran valas, apabila permintaan suatu kurs naik, maka nilai kurs tersebut pun akan meningkat, begitu juga sebaliknya. Contoh politik diskonto berkaitan kurs misalnya kemudahan berinvestasi bagi pemodal asing.

  4. Inflasi Lebih Terkendali
    Selama ini, banyak orang mengira inflasi adalah sesuatu yang buruk, padahal faktanya tidak selalu begitu. Salah satu tujuan utama politik diskonto adalah guna mengendalikan inflasi, agar bisa terjadi tepat waktu sesuai kebutuhan ekonomi pada saat itu.

    Jika tidak ada inflasi, justru itu berarti jumlah konsumsi masyarakat sebuah negara mengalami stagnasi, dan menandakan ekonomi negara tersebut tidak mengalami perkembangan.

Baca Juga:

Contoh Kebijakan Diskonto yang Diambil Pemerintah

Setelah membahas pengertian kebijakan diskonto dan manfaatnya, kali ini OCBC akan mengajak Anda memahami beberapa contoh politik diskonto paling umum, antara lain:

  1. Perilisan Surat Berharga Negara (SBN)
    Contoh kebijakan diskonto pertama adalah perilisan Surat Berharga Negara (SBN), bisa berupa surat utang, obligasi negara, atau Saving Bond Ritel (SBR) seperti yang baru ini dilakukan pemerintah.

    Baca Juga:

    Tujuan perilisan SBN adalah guna menampung sebanyak-banyaknya dana dari masyarakat, dengan periode pengembalian tertentu plus bunganya. Nantinya, dana dari penjualan SBN akan dimanfaatkan pemerintah guna membiayai sektor-sektor penting negara, seperti memenuhi APBN, pembangunan infrastruktur, atau pendanaan penanganan pandemi.

  2. Peningkatan BI Repo Rate
    Contoh kebijakan diskonto berikutnya adalah peningkatan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR), atau disebut juga dengan BI Repo Rate/BI Rate. BI7DRR adalah suku bunga acuan yang ditetapkan Bank Indonesia selaku bank sentral dan wajib dipatuhi seluruh bank umum beroperasi di Indonesia.

    Saat BI Rate naik, maka tingkat bunga bank juga akan naik. Dengan harapan mendapat bunga tinggi, masyarakat pun akhirnya beramai-ramai menaruh dana di bank. Akhirnya, tingkat inflasi pun turun.

  3. Penurunan BI Repo Rate
    Contoh terakhir kebijakan diskonto adalah kebalikan dari peningkatan BI Rate, yaitu penurunannya. Ada berbagai tujuan dibalik penurunan BI rate, seperti misalnya meningkatkan perputaran uang di masyarakat, mendistribusikan uang ke sektor-sektor lebih produktif, dan sebagainya.

    Saat BI menurunkan acuan bunga, umumnya masyarakat akan menarik dana dari bank dan menggunakannya untuk bertransaksi di pasar. Selain itu, saat suku bunga turun biasanya harga barang akan meningkat (inflasi), kurs Rupiah turun, dan masyarakat jadi makin konsumtif.

    Akan tetapi, sekali lagi ini tidak selalu berarti buruk, karena dengan banyaknya uang beredar, uang akan mengalir ke lebih banyak masyarakat, terutama masyarakat yang mengalami kekurangan finansial.

Demikian pembahasan dari OCBC tentang pengertian kebijakan diskonto, manfaat, serta contoh politik diskonto oleh pemerintah Indonesia. Di balik pro kontranya, kebijakan diskonto adalah strategi negara untuk meningkatkan gairah perekonomian masyarakat, sehingga sebagai warga negara yang baik, kita wajib selalu mendukungnya!

Baca juga:

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Manajemen Kas

Manajemen Kas

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman
Nyala

Nyala

Dorong ambisimu untuk wujudkan kebebasan finansial, karena Tidak Ada Yang Tidak Bisa dengan Nyala OCBC
OCBC mobile

OCBC mobile

Tumbuhkan uang dalam 1 aplikasi bersama OCBC mobile yang baru.

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Bagaimana Cara Mengajukan Pinjaman untuk Usaha?
  • Individu

Bagaimana Cara Mengajukan Pinjaman untuk Usaha?

8 Feb 2026

Pengajuan pinjaman usaha dilakukan dengan melengkapi dokumen bisnis, memenuhi persyaratan, dan melalui proses penilaian kelayakan usaha.

Kapan Waktu yang Tepat Mengambil Pinjaman Bisnis?
  • Individu

Kapan Waktu yang Tepat Mengambil Pinjaman Bisnis?

8 Feb 2026

Pinjaman bisnis sebaiknya diambil saat usaha membutuhkan tambahan modal dan kondisi arus kas memungkinkan pembayaran cicilan secara rutin.

Semua Jenis Kartu Kredit Bisa Dipakai Transaksi di Luar Negeri? Cek Ciri-cirinya!
  • Individu

Semua Jenis Kartu Kredit Bisa Dipakai Transaksi di Luar Negeri? Cek Ciri-cirinya!

7 Feb 2026
Beberapa kartu bank dapat digunakan untuk transaksi internasional, baik di toko luar negeri maupun pada platform belanja online global. Yuk cari tahu ciri-cirinya!
Mengapa Transaksi Non Tunai Semakin Banyak Digunakan?
  • Individu

Mengapa Transaksi Non Tunai Semakin Banyak Digunakan?

7 Feb 2026
Transaksi non tunai semakin populer di kalangan masyarakat. Apa sih alasan yang membuat orang semakin banyak transaksi non tunai?

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!