Sebagai acuan, kita dapat menggunakan pedoman pengeluaran 50-30-20. Dimana, maksimal 50% pendapatan dialokasikan untuk needs atau pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Lalu, 30% dapat kamu alokasikan untuk budget wants seperti jalan-jalan atau beli gadget baru. Nah, 20% lagi dapat kamu alokasikan untuk investasi. Sebagai gambaran, mari kita lihat simulasi dengan berinvestasi Rp 1 juta per bulan, selama 3 tahun, mulai dari tahun 2019 hingga 2021.*
Dari tabel simulasi di atas, berinvestasi dengan cara nyicil, dan disiplin, meskipun dengan nominal kecil, ternyata dapat memitigasi risiko pergerakan pasar sehingga berpotensi mendapatkan unit investasi yang lebih besar. Wujudkan resolusi tahun baru kamu sesegera mungkin, selamat berinvestasi!
*Catatan Penting:
- Simulasi menggunakan reksa dana Manulife Dana Saham
- Simulasi ini menggunakan data historis sesuai dengan periode observasi.
- Tanggal perolehan NAB dan tanggal jadwal RDB disesuaikan dengan estimasi hari bursa terdekat.
- Total return belum memperhitungkan biaya-biaya yang muncul terkait alokasi ke produk investasi.
- Nominal penempatan disesuaikan dengan prospektus produk reksadana.
- Investasi di pasar modal mengandung risiko pasar, risiko kredit, risiko suku bunga, risiko likuiditas, risiko ekonomi dan politik.
- Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan.
- Simulasi ini bersifat ilustratif dan tidak bertujuan untuk menjadi rekomendasi atas produk tertentu. Calon investor perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan dan jangka waktu investasi sebelum membuat keputusan investasi.