Individu Korporasi

Menyikapi arah kebijakan Bank Indonesia

22 Feb 2022 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC NISP

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Menyikapi arah kebijakan Bank Indonesia

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 9-10 Februari 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 3.50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2.75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4.25%.

Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan terkendalinya inflasi, serta upaya untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tekanan eksternal yang meningkat. Bank Indonesia juga menilai momentum pertumbuhan ekonomi nasional akan berlanjut pada 2022. Pertumbuhan ekonomi domestik dinilai akan didukung oleh beberapa faktor :

  1. Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) diperkirakan tetap baik.
  2. Inflasi tetap rendah dan mendukung stabilitas perek onomian.
  3. Kondisi likuiditas yang tetap longgar.
  4. Suku bunga perbankan terus mengalami penurunan didukung oleh suku bunga kebijakan moneter yang tetap rendah.
  5. Ketahanan sistem keuangan tetap terjaga dan intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan secara bertahap.
  6. Bank Indonesia akan melanjutkan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran untuk mendorong pemulihan ekonomi, melalui kemudahan transaksi masyarakat.

Ke depannya, Bank Indonesia akan mengambil beberapa langkah untuk terus mengoptimalkan sebaran kebijakan dalam upaya menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi, diantaranya:

  1. Memperkuat kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan mekanisme pasar dan fundamental ekonomi.
  2. Mempertegas normalisasi kebijakan likuiditas melalui Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah dengan menaikan secara bertahap, dimulai sejak bulan Maret hingga bulan September.
  3. Memberikan insentif bagi bank-bank yang menyalurkan kredit/pembiayaan kepada sektor prioritas dan UMKM.
  4. Memperluas penggunaan Local Currency Settlement (LCS) sebagai sarana untuk penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi bilateral.
  5. Memperkuat kebijakan internasional dengan memperluas kerja sama dengan bank sentral dan otoritas negara mitra lainnya.
  6. Meningkatkan limit transaksi QRIS dari semula Rp 5 juta menjadi Rp 10 juta per transaksi, berlaku sejak 1 Maret 2022 untuk mendorong konsumsi masyarakat

Namun demikian, terdapat beberapa risiko yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi seperti kenaikan kasus COVID-19 akibat varian Omicron, percepatan normalisasi kebijakan moneter beberapa bank sentral global, serta meningkatnya tensi geopolitik Rusia-Ukraina. Risiko-risiko ini dapat mengakibatkan volatilitas pada aset investasi Anda.

Oleh karena itu, investor perlu bijak untuk melakukan strategi pengelolaan portfolio investasi seperti dollar cost averaging, asset allocation dan diversification untuk mengurangi dampak volatilitas pasar pada pergerakan nilai aset. Untuk informasi solusi Wealth Management OCBC NISP, silahkan klik tautan berikut https://www.ocbcnisp.com/id/individu/wealth-management atau menghubungi Relationship Manager Anda.

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Deposito

Deposito

Kelola keuangan bisnis jadi lebih cepat dan mudah
Manajemen Kas

Manajemen Kas

Kelola bisnis jadi lebih mudah dan nyaman

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Kelola Dana Keuanganmu Dengan 50/30/20 Budgeting Rule
  • Individu
  • Wealth Insight

Kelola Dana Keuanganmu Dengan 50/30/20 Budgeting Rule

30 Apr 2026
Memasuki pertengahan tahun 2026 ini, sangat identik dengan musim liburan anak sekolah yang tentunya pengeluaran akan membengkak dan bahkan saldo bisa minus kalau tidak dikelola dengan baik
Pelindungan Data, Keamanan Dana:  4 Informasi Kartu Kredit yang Wajib Dijaga!
  • Individu

Pelindungan Data, Keamanan Dana: 4 Informasi Kartu Kredit yang Wajib Dijaga!

24 Apr 2026
Di tengah meningkatnya penggunaan kartu kredit untuk berbagai kebutuhan, keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga bergantung pada kesadaran pemilik dalam menjaga data perbankannya. Penting untuk selalu diingat, data perbankan kamu bukan sekadar informasi, melainkan juga sebagai akses untuk melakukan transaksi.
Trump, Powell, dan Suku Bunga
  • Individu

Trump, Powell, dan Suku Bunga

24 Apr 2026
Menjaga Keamanan Data: Tanggung Jawab Bersama antara Bank dan Nasabah
  • Individu

Menjaga Keamanan Data: Tanggung Jawab Bersama antara Bank dan Nasabah

21 Apr 2026
Dalam layanan perbankan, khususnya di era digital saat ini, data pribadi bukan hanya sekadar Informasi melainkan bagian penting dari keamanan finansial Anda. Oleh karena itu, pelindungan data tidak bisa hanya bergantung pada sistem perbankan, tetapi juga memerlukan kesadaran dan peran aktif dari setiap nasabah.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!