Individu

BUKU Bank Adalah: Pengertian, Fungsi, Beserta Contohnya

7 Sep 2022 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Dalam dunia perbankan, istilah BUKU bank adalah sesuatu yang sering didengar. Namun, bagi Anda yang belum familiar dengan istilah ini mungkin akan bertanya-tanya apa itu BUKU bank. Singkatnya, BUKU bank merupakan kependekan dari Bank Umum Kegiatan Usaha.

Di samping itu, fungsi BUKU bank ternyata juga memiliki pengaruh kuat dalam kegiatan bisnis di dunia perbankan. Lalu, apa saja dampak lainnya? Ingin tahu penjelasan selanjutnya? Yuk, simak di artikel berikut ini!

Apa itu BUKU Bank?

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bank adalah lembaga keuangan di bawah otoritas Bank Indonesia. Badan ini memiliki kegiatan meliputi serangkaian usaha berupa penghimpunan dana masyarakat dan dikembalikan lagi ke masyarakat yang biasanya berbentuk pinjaman atau kredit.

Namun, perlu diketahui juga bahwa operasional bank tidak hanya sebatas itu saja. Adapun kegiatan usaha lainnya yaitu seperti layanan e-banking, perdagangan valuta asing, hingga penyertaan modal atau investasi dalam lingkup nasional maupun internasional.

Bank Umum Kegiatan Usaha atau BUKU Bank adalah tingkat kelompok dari sebuah perusahaan perbankan yang didasarkan pada jumlah modal intinya.

Secara umum, setiap bank baik itu umum atau syariah harus memiliki modal dalam operasionalnya. Modal ini biasanya sering dikenal dengan modal inti dan terdiri dari dana yang disetor dan ditambahkan dengan keuntungan setelah dipotong pajak.

Peran Penting Modal Inti

Buat Anda yang bertanya-tanya mengapa modal inti memiliki peran penting, jawabannya adalah karena hal tersebut memiliki keterkaitan dan sangkut paut dengan tingkat keamanan serta kekuatan suatu bank dalam menghadapi risiko operasionalnya.

Lalu, apa maksudnya? Artinya, semakin besar bank memiliki modal inti maka semakin tinggi juga tingkat keamanan dana nasabah yang tersimpan di dalamnya, begitu pun juga sebaliknya.

Tak hanya itu, perbedaan dalam jumlah modal inti setiap bank nantinya akan menentukan juga tingkatan BUKU Bank itu sendiri. Sejak tahun 2012, Bank Indonesia sudah merilis kebijakan terkait kegiatan bisnis yang didasarkan modal inti suatu bank.

Kategori Bank Menurut Kelas BUKU

Bisnis perbankan konvensional dapat dibedakan menjadi empat kelas Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) berdasarkan peraturan Bank Indonesia. Adapun kategori BUKU Bank adalah sebagai berikut:

  1. Bank Umum Kegiatan Usaha 1: Kategori ini merupakan bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun.
  2. Bank Umum Kegiatan Usaha 2: Bank dalam kategori ini memiliki modal inti sebesar Rp1 hingga Rp5 triliun.
  3. Bank Umum Kegiatan Usaha 3: Dalam kategori ini, bank memiliki modal inti sebesar Rp5 hingga Rp30 triliun
  4. Bank Umum Kegiatan Usaha 4: Terakhir, kategori ini merupakan bank yang memiliki modal inti lebih dari Rp30 triliun.

Adapun contoh BUKU Bank adalah ketika Bank ABC mempunyai modal inti sebesar Rp35 triliun, maka lembaga tersebut akan masuk ke dalam kategori BUKU Bank 3.

Begitu juga dengan Bank yang memiliki modal inti sebesar Rp4,5 triliun, maka akan masuk ke dalam kategori BUKU Bank 2.

Berbeda dengan bisnis syariah, pengelompokan Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) harus didasarkan dengan modal inti yang dimiliki oleh bank umum konvensional induknya.

Perlu diketahui, sebanyak 43 bank sudah berhasil melantai di Bursa Efek Indonesia per semester 1 tahun 2017. Dari semua emiten bank tersebut, yang memiliki modal inti paling besar yaitu Bank Mandiri dengan Rp154 triliun serta dengan modal inti tersedikit yakni Bank Artos yakni Rp142 miliar.

Lalu, bank manakah yang tetap aman jika terjadi force majeure dan membuat kondisi ekonomi terganggu? Tentu, bank dengan modal inti paling besar lah yang memiliki tingkatan keamanan paling tinggi.

Cakupan Kegiatan Kategori BUKU

Perlu diketahui bahwa cakupan produk serta kegiatan yang dilakukan oleh setiap kategori Bank Umum Kegiatan Usaha berbeda-beda. Adapun perbedaan kegiatan dalam kategori BUKU Bank adalah sebagai berikut:

1. BUKU 1

Apabila suatu bank masuk ke dalam kategori ini, maka aktivitas yang bisa dilakukan pun terbatas. Contohnya, penghimpunan dan penyaluran dana dalam wujud rupiah, e-banking dengan cakupan terbatas, penyertaan modal sementara, hingga perdagangan valuta asing.

2. BUKU 2

Jika suatu bank masuk ke dalam kategori BUKU 2, maka bisa menjalankan cakupan yang lebih luas. Misalnya, kegiatan treasury terbatas meliputi spot dan derivatif plain vanilla, serta penyertaan modal ke lembaga keuangan dalam negeri sejumlah 15%.

3. BUKU 3

Bank dalam kategori BUKU 3 bisa melakukan kegiatan usaha di kategori 2, namun dengan cakupan lebih luas lagi. Contohnya, penyertaan modal pada lembaga keuangan di dalam dan luar negeri sejumlah 25%. Namun, hanya diperbolehkan dalam kawasan Asia saja.

4. BUKU 4

Adapun cakupan kegiatan dalam kategori keempat BUKU Bank adalah dalam penyertaan modal bisa menjangkau lembaga keuangan di dalam dan luar negeri yang berskala internasional.

Demikian penjelasan singkat mengenai BUKU bank. Bisa disimpulkan bahwa BUKU bank adalah urutan kelompok dari suatu perusahaan perbankan yang didasarkan pada jumlah modal intinya. Untuk informasi menarik lain seputar keuangan, cek artikel lainnya di OCBC NISP.

Baca juga:

 

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

OCBC Perkuat Wealth Management, Ini Layanan dan Keunggulannya untuk Nasabah
  • Individu

OCBC Perkuat Wealth Management, Ini Layanan dan Keunggulannya untuk Nasabah

25 Sep 2026

OCBC memperkuat layanan wealth management untuk berbagai segmen nasabah. Simak layanan dan keunggulannya dalam mendukung kebutuhan investasi.

Gunakan Platform Pembayaran Pihak Ketiga? Ini Tips Nyaman & Aman Bertransaksi dari OCBC
  • Individu

Gunakan Platform Pembayaran Pihak Ketiga? Ini Tips Nyaman & Aman Bertransaksi dari OCBC

22 Sep 2026
Yuk, lebih aware dalam menggunakan data kartu kredit!
Pentingnya Metode ESG dalam Berinvestasi
  • Individu

Pentingnya Metode ESG dalam Berinvestasi

22 Sep 2026
Dalam berinvestasi, penting bagi investor untuk menggunakan metode ESG (Environmental, Social, and Governance) ketika melihat bagaimana sebuah perusahaan mengelola risiko dan tanggung jawab terhadap bumi, manusia, dan sistem manajemennya.
7 Tips agar Pengajuan KTA Lebih Siap dan Berpeluang Disetujui
  • Individu

7 Tips agar Pengajuan KTA Lebih Siap dan Berpeluang Disetujui

17 Sep 2026
Kredit Tanpa Agunan (KTA) adalah produk pinjaman yang tidak menuntut nasabah untuk menyerahkan jaminan atau agunan berupa aset fisik sama sekali.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!