Individu

Sekuritisasi: Pengertian, Prosedur, Kelebihan & Kekurangan

29 Des 2022 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

Tahukah Anda jika di dalam dunia finansial ada istilah bernama sekuritisasi? Jadi, sekuritisasi adalah penggabungan jumlah aset yang dilakukan oleh penerbit untuk menciptakan instrumen finansial agar dapat dipasarkan di publik.

Sekuritisasi ini tentu saja berbeda dengan sekuritas dan memiliki kelebihan serta kekurangan tersendiri, sehingga perlu pertimbangan yang matang.

Nah, Anda harus tahu dan paham tentang pengertian sekuritisasi, model, prosedur, hingga kelebihan dan kekurangannya. Semuanya akan dibahas di artikel berikut ini. Simak baik-baik!

Pengertian Sekuritisasi

Sekuritisasi adalah prosedur penerbitan instrumen keuangan yang nantinya akan dipasarkan.

Mekanisme sekuritisasi adalah dengan penggabungan atau penghubungan sejumlah aset keuangan pada kelompok tertentu.

Setelah itu, aset-aset tersebut akan dijual kembali oleh penerbit pada investor. Pada intinya, proses sekuritisasi adalah penawaran peluang bagi investor dalam membebaskan modal penerbit. Kedua pihak akan melakukan promosi likuiditas pada pasar.

Sesuai teori, apapun aset keuangan dapat dilakukan sekuritisasi. Dengan kata lain, aset tersebut dapat diubah menjadi produk yang sepadan harga atau nilainya.

Sekuritas ini biasanya terjadi pada aset atau pinjaman yang bersifat piutang, baik utang komersial maupun konsumen.

Hal ini dapat menyatukan utang kontraktual, misalnya pinjaman kartu kredit atau mobil. Dalam sekuritisasi, perusahaan yang mempunyai aset disebut sebagai originator.

Tugas originator adalah melakukan pengumpulan data aset yang akan dihilangkan dari neraca.

Baca juga: Apa itu Aset? Ini Pengertian, Jenis, Sifat, & Contohnya

Prosedur Sekuritisasi

Perusahaan yang menjadi pemegang atau pemilik aset biasanya disebut dengan pencetus.

Nah, pencetus tersebut akan melakukan pengumpulan data aset yang nantinya dipertimbangkan untuk dihapus dari neraca.

Kumpulan aset tersebut dikenal dengan istilah portofolio referensi. Selanjutnya, portofolio tersebut akan dijual oleh pencetus pada penerbit dengan membuat sekuritas.

Kepemilikan aset portofolio referensi akan diwakili oleh sekuritas tersebut.

Pihak investor dapat membeli sekuritas untuk meningkatkan pengembalian atau return. Pihak investor secara efektif dapat menjadi pemberi pinjaman ketika membeli sekuritas.

Dengan model analisis sekuritisasi, pemberi pinjaman dapat menghilangkan aset pada neraca.

Nah, model analisis sekuritisasi adalah metode untuk menentukan penghapusan suatu aset pada neraca.

Perusahaan akan mendapatkan tambahan pinjaman ketika terdapat kelebihan beban kewajiban di neraca.

Sementara untuk investor mendapatkan keuntungan saat tingkat pengembaliannya sesuai dengan dasar pembayaran bunga pokok kewajiban.

Contoh Sekuritisasi

Dalam proses sekuritisasi, terdapat dua contoh yang perlu Anda ketahui. Contoh sekuritisasi adalah Assets Backed Security dan Mortgage-Backed Security, penjelasannya sebagai berikut:

1. Assets Backed Security

Contoh sekuritisasi aset adalah Assets Backed Security atau biasa dikenal sebagai sekuritas aset terdukung.

Contohnya pada perubahan kelompok piutang dan pada jenis yang sama, seperti kredit sebagai bahan yang dijadikan surat berharga.

Sekuritisasi pada kredit biasanya memiliki kualitas tinggi untuk meminimalisir tingkat risiko serta meningkatkan pendapatan.

Pada kredit, sekuritisasi adalah proses konversi piutang dan kredit untuk menaikkan rasio modal.

Nah, surat berharga tersebut akan dijual bank pada investor dengan ketentuan jaminan aset yang akan dikonversikan.

Oleh karena itu, contoh tersebut yang dikenal dalam sekuritisasi adalah terdukung aset.

2. Mortgage-Backed Security

Mortgage-Backed Security adalah contoh sekuritisasi yang sempurna. Setelah penggabungan hipotek di portofolio, penerbit dapat membagi kumpulan tersebut menjadi beberapa bagian kecil sesuai risikonya.

Porsi kecil tersebut akan dijual pada investor selayaknya obligasi. Saat melakukan pembelian sekuritas, posisi pemberi pinjaman dapat diduduki oleh investor.

Contoh MBS pada sekuritisasi adalah dengan menerapkan analisis beban neraca sesuai kumpulan aset.

Baca juga: Aset Tetap: Pengertian, Jenis, Karakteristik dan Contoh

Kekurangan Sekuritisasi

Dalam proses sekuritisasi, terdapat beberapa kekurangannya. Salah satu kekurangan sekuritisasi adalah terkait transparansi aset.

Secara umum, kekurangan-kekurangan lain dari sekuritisasi adalah sebagai berikut:

1. Risiko kegagalan pada pinjaman pokok

2. Return dapat rusak ketika pembayarannya lebih awal

3. Tugas kreditur diambil oleh investor

Kelebihan Sekuritisasi

Setelah mengetahui kekurangan dari sekuritisasi, Anda juga harus tahu kelebihannya. Berikut kelebihan-kelebihan dari sekuritisasi adalah:

1. Investor kecil mendapatkan peran dalam aktivitas tersebut

2. Aset tidak likuid bisa menjadi likuid

3. Meningkatkan imbal hasil atau penghasilan bagi investor

4. Pencetus dibebaskan dari modal

Demikian penjelasan tentang pengertian sekuritisasi, contoh, prosedur, hingga kelebihan maupun kekurangannya.

Singkatnya, sekuritisasi adalah prosedur agar instrumen finansial dapat dipasarkan, yaitu dengan cara menggabungkan aset keuangan.

Dengan mempertimbangkan penawaran sekuritisasi pada investor, maka kedua belah pihak akan berpeluang mendapatkan keuntungan.

Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan Anda di dunia finansial. Silahkan baca artikel menarik lainnya di OCBC NISP.

Baca juga: Treasury adalah Pengelolaan Aset dalam Perusahaan, Ini Fungsinya!

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Menjaga Keamanan Data: Tanggung Jawab Bersama antara Bank dan Nasabah
  • Individu

Menjaga Keamanan Data: Tanggung Jawab Bersama antara Bank dan Nasabah

21 Apr 2026
Dalam layanan perbankan, khususnya di era digital saat ini, data pribadi bukan hanya sekadar Informasi melainkan bagian penting dari keamanan finansial Anda. Oleh karena itu, pelindungan data tidak bisa hanya bergantung pada sistem perbankan, tetapi juga memerlukan kesadaran dan peran aktif dari setiap nasabah.
Cara Menjaga Kekayaan Lintas Generasi agar Tidak Habis di Tengah Jalan
  • Individu
  • Nyala

Cara Menjaga Kekayaan Lintas Generasi agar Tidak Habis di Tengah Jalan

11 Apr 2026

Pelajari cara menjaga kekayaan lintas generasi agar tetap bertahan dan tidak habis, mulai dari perencanaan hingga pengelolaan aset yang tepat.

Konflik Iran dan Dinamika Pasar: Dari Lonjakan Energi hingga Volatilitas Global
  • Individu

Konflik Iran dan Dinamika Pasar: Dari Lonjakan Energi hingga Volatilitas Global

10 Apr 2026

Lonjakan harga energi global dalam beberapa minggu terakhir terutama dipicu oleh gangguan pada jalur distribusi strategis di kawasan Teluk, khususnya Selat Hormuz yang menjadi titik kritis aliran minyak dunia. Kenaikan harga minyak yang telah melampaui 60% sejak awal perang mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi, yang kemudian mendorong peningkatan ekspektasi inflasi dan menahan arah kebijakan suku bunga.

Payroll Bank: Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungannya
  • Individu

Payroll Bank: Pengertian, Cara Kerja, dan Keuntungannya

10 Apr 2026

Payroll bank adalah sistem penggajian karyawan sesuai dengan tanggal pembayaran yang telah ditentukan. Yuk simak informasi selengkapnya di artikel ini

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!