Individu

Apa itu BI 7 Days Repo Rate (BI7DRR)? Tujuan dan Pentingnya

14 Feb 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Artikel Card Image
Promo Card Image

BI 7 Days Repo Rate atau BI7DRR adalah kebijakan suku bunga acuan baru yang menggantikan kebijakan lama BI Rate.

Kebijakan tersebut diketahui memberikan dampak perubahan yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi negara.

Lalu, bagaimanakah perbedaannya dari kebijakan suku bunga yang lama? Ketahui selengkapnya dalam pembahasan berikut!

Apa itu BI7DRR?

BI 7 Days Repo Rate atau disingkat dengan BI7DRR adalah kebijakan suku bunga acuan baru di Indonesia yang mulai diterapkan pada 19 Agustus 2016.

BI 7 Days Repo Rate menggantikan kebijakan lama, yaitu BI Rate sebagai upaya Bank Indonesia dalam melakukan penguatan kerangka operasi moneter.

Penguatan tersebut dianggap sebagai hal yang lazim dilakukan oleh berbagai bank sentral dan merupakan best practice internasional dalam pelaksanaan kebijakan moneter.

Penguatan terutama akan sangat diperlukan untuk menjaga kestabilan perekonomian negara dan menghindari inflasi.

Tujuan Kebijakan BI7DRR

Penggunaan instrumen BI7DRR diharapkan dapat mencapai tujuan-tujuan yang telah ditargetkan oleh Bank Indonesia sebagai pemegang wewenang kebijakan moneter.

Adapun sejumlah tujuan yang diharapkan dapat tercapai melalui penerapan kebijakan BI7DRR adalah sebagai berikut.

  • Menguatnya sinyal kebijakan moneter sebagai acuan utama di pasar uang
  • Meningkatnya efektivitas transmisi kebijakan moneter dengan memengaruhi pergerakan suku bunga pasar uang dan perbankan
  • Terdorongnya perusahaan perbankan untuk lebih berani mengatur naik turunnya suku bunga deposito
  • Meningkatnya jumlah nasabah karena kenaikan bunga deposito sehingga anggaran kredit UMKM ikut bertambah dari banyaknya deposito yang masuk
  • Masyarakat menjadi lebih tenang dalam mengambil kredit jangka panjang karena tidak perlu khawatir lagi akan lonjakan suku bunga

Baca juga: Daftar 10 Bank dengan Suku Bunga Deposito yang Paling Tinggi

Pentingnya BI7DRR

Saat menggunakan kebijakan BI Rate, Bank Indonesia selaku bank sentral memang sudah melakukan upaya pengendalian jumlah uang beredar.

Ketika jumlah uang beredar sedang tinggi dan inflasi naik, Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga acuan. Sebagai contoh, BI Rate dinaikkan dari 6,75% ke 7%.

Dampaknya adalah insentif yang diperoleh bank-bank umum untuk menyimpan dana mereka di Bank Indonesia turut meningkat.

Biasanya, bank umum akan menaikkan bunga simpanan mereka dan inilah yang membuat masyarakat lebih memilih menyimpan uang di bank dibandingkan membelanjakannya

Dengan begitu, perlahan-lahan jumlah uang beredar di pasar turun dan inflasi menjadi terkendali.

Saat inflasi sudah turun, Bank Indonesia menstimulus pertumbuhan ekonomi dengan kembali menurunkan BI Rate untuk menambah jumlah uang beredar.

Turunnya BI Rate tentunya akan kembali berdampak pada insentif bank-bank umum tadi yang memiliki simpanan uang di Bank Indonesia.

Sayangnya, uang simpanan mereka tidak dapat langsung dicairkan dengan cepat atau harus menunggu selama setahun.

Hal tersebut justru dinilai tidak efektif bahkan bisa menghambat tercapainya objektif pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan.

Untuk itu, kebijakan BI 7 Days Repo Rate atau BI7DRR diterapkan demi mengatasi kendala lamanya penarikan dana.

Adapun rentang waktu penarikan dana simpanan di Bank Indonesia dalam kebijakan BI7DRR adalah 7 hari atau kelipatannya (14 hari, 21 hari, dan seterusnya).

Dengan demikian, perbedaan utama BI Rate dan BI7DRR adalah kecepatan waktu penarikan dananya.

Meskipun suku bunga BI7DRR dinilai lebih kecil daripada BI Rate, namun hasilnya lebih baik dan berdampak positif terhadap kelancaran saluran pinjaman.

Di samping itu, BI7DRR dapat membantu menjaga pengeluaran dan pemasukan nasabah agar tetap stabil sehingga bisa meminimalkan risiko kredit macet.

BI7DRR ini digunakan sebagai instrumen kebijakan baru karena secara cepat dapat memengaruhi pasar uang, perbankan, dan sektor riil.

Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi negara juga akan ikut mengalami peningkatan secara lebih cepat.

Dari pembahasan di atas, dapat dipahami bahwa BI7DRR adalah kebijakan baru yang diupayakan oleh Bank Indonesia demi menjaga stabilitas perekonomian negara.

Tentunya kebijakan ini sangat bermanfaat, terutama bila Anda adalah pelaku usaha yang hendak mengambil kredit untuk kemajuan bisnis.

Dengan begitu Anda, tidak perlu khawatir akan adanya risiko dan kendala yang besar selama periode kredit berlangsung.

Nah, jika Anda masih tertarik memahami lebih banyak wawasan seputar perekonomian yang bermanfaat bagi keuangan bisnis maupun pribadi, simak artikel lainnya di blog OCBC NISP!

Baca juga: Pengertian Kebijakan Diskonto, Tujuan, & Contoh Penerapannya

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

Ashmore Global EM Equity Syariah Fund USD (AGEMES)
  • Individu

Ashmore Global EM Equity Syariah Fund USD (AGEMES)

13 Mei 2026

ASHMORE GLOBAL EM EQUITY SYARIAH FUND USD (AGEMES) merupakan reksa dana saham global berbasis syariah dalam mata uang USD yang fokus pada pasar ekuitas negara berkembang (EM—emerging market).

Mengenal Wakaf sebagai solusi syariah OCBC
  • Individu

Mengenal Wakaf sebagai solusi syariah OCBC

12 Mei 2026
Pahami apa itu wakaf dan bagaimana solusi wakaf syariah OCBC membantu Anda berbagi manfaat jangka panjang secara aman dan sesuai syariah.
OCBC Premier Banking dengan Solusi Syariah:  Layanan Prioritas Berbasis Syariah
  • Individu

OCBC Premier Banking dengan Solusi Syariah: Layanan Prioritas Berbasis Syariah

12 Mei 2026
Nikmati layanan Premier Banking berbasis syariah dari OCBC dengan solusi finansial eksklusif, aman, dan sesuai prinsip syariah.
Sukuk Tabungan (ST016) Pilihan Berharga untuk Langkah Aman Hari Depan
  • Individu

Sukuk Tabungan (ST016) Pilihan Berharga untuk Langkah Aman Hari Depan

11 Mei 2026

Volatilitas pergerakan pasar obligasi global saat ini dipengaruhi oleh tensi geopolitik US-Iran, sebagai dampak dari penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distrubusi minyak global, akibatnya terjadi lonjakan harga minyak dunia dan mendorong kenaikan inflasi

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!