Individu

Daya Beli Masyarakat Menurun Karena Inflasi, Apa Dampaknya?

23 Feb 2023 • Ditulis oleh: Redaksi OCBC

Bagikan Ke

Daya Beli Masyarakat Menurun Karena Inflasi, Apa Dampaknya?

Saat daya beli masyarakat menurun, keseimbangan ekonomi suatu negara bisa saja terancam.

Penurunan daya beli ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya inflasi. Hal inilah yang sedang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Menurut data dari Bank Indonesia, telah terjadi penurunan Indeks Keyakinan Konsumen, yakni sebesar 117,2 pada September 2022 lalu,

Berdasarkan kondisi tersebut, apa yang akan terjadi jika daya beli masyarakat menurun?

Untuk mengetahui jawabannya, yuk simak penjelasannya di uraian berikut ini. 

Penyebab Daya Beli Masyarakat Menurun

Akhir-akhir ini, tingginya inflasi menjadi penyebab utama turunnya daya beli masyarakat di Indonesia. Namun, bagaimana inflasi dapat memengaruhi daya beli masyarakat?

Sederhananya, inflasi membuat nilai mata uang menjadi turun sehingga daya beli pun juga melemah.

Melemahnya daya beli tersebut terjadi karena peningkatan harga yang dilakukan penjual sebagai upaya mendapatkan nilai agar tetap untung setelah terjadi inflasi.

Saat ini, menurut keterangan dari Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira, diperkirakan bahwa inflasi di Indonesia dapat mencapai 7-7,5% hingga akhir tahun.

Padahal, rata-rata kenaikan upah minimum hanya 1% di tahun ini. Jadi, jika penghasilan yang dimiliki masyarakat tidak sejalan dengan inflasi, daya beli rumah tangga rentan minus hingga 6%.

Apabila hal ini terjadi secara berkelanjutan, maka perekonomian juga bisa terpuruk. Alhasil, taraf hidup akan turun karena kebutuhan terlalu mahal untuk dibeli oleh masyarakat umum.

Baca juga: Inflasi Indonesia naik ke 1.87%, apakah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi?

Dampak Daya Beli Masyarakat Menurun

Perekonomian di suatu negara dapat dikatakan stabil apabila terdapat keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Lantas, apa yang terjadi jika daya beli masyarakat menurun?

Saat daya beli masyarakat menurun, pertumbuhan ekonomi sebuah negara dapat melambat.

Akan banyak usaha yang bangkrut atau mengalami kerugian karena masyarakat tidak melakukan pembelian terhadap produk mereka.

Dengan kata lain, perlambatan ekonomi ini juga dapat membuat pendapatan masyarakat cenderung stagnan bahkan menurun.

Jadi, jika dilihat secara keseluruhan, penurunan daya beli masyarakat memiliki dampak fatal terhadap pertumbuhan ekonomi dan menurunkan taraf kesejahteraan masyarakat.

Cara Mengatasi Daya Beli Masyarakat Menurun

Lantas, bagaimana cara mengatasi daya beli masyarakat yang menurun?

Selain pemerintah, pemilik bisnis juga dapat berkontribusi dalam mengatasi masalah penurunan daya beli masyarakat.

Bagi pelaku usaha, berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menahan laju penurunan penjualan, meminimalisir penurunan perolehan laba, dan mengamankan keuangan usaha.

1. Optimasi Penjualan

Apa yang bisa dilakukan pelaku bisnis untuk mengoptimalkan penjualan agar terus beroperasi?

Dalam hal ini, pelaku bisnis dapat melakukan promosi dan optimalisasi sumber daya yang tersedia.

Saat daya beli masyarakat menurun, kemampuan konsumen dalam membelanjakan uangnya juga terbatas.

Oleh karena itu, kompetisi perebutan konsumen akan sangat ketat. Inilah mengapa, pemilihan bentuk promosi perlu dilakukan secara hati-hati.

Sebab, jika tidak efektif, hal ini justru akan membebani biaya perusahaan atau bahkan menggerus perolehan laba usaha.

Sedangkan dalam hal optimasi penjualan, pemilik usaha dapat melakukan beberapa hal, misalnya sebagai berikut:

  • Melihat tingkat agresivitas bisnis dalam meraih target penjualan, baik dalam hal pelayanan maupun kualitas produk.
  • Menjual aset dan peralatan yang tidak terpakai agar tidak membebani biaya usaha.
  • Memperhatikan kenyamanan konsumen saat datang ke toko, misalnya dalam hal pencahayaan, kebersihan atau kemudahan saat transaksi.
  • Gunakan media penjualan online sebagai pertimbangan untuk menambah keuntungan.

Baca juga: 10 Tips Menghadapi Inflasi Agar Keuangan Tetap Terlindungi

2. Pengurangan Biaya

Untuk menekan kenaikan harga, pemilik usaha juga dapat mengurangi biaya dalam proses produksi, adapun caranya adalah sebagai berikut:

  • Lakukan efisiensi pada biaya overhead pabrik.
  • Hindari jumlah tenaga berlebihan dan gunakan untuk hal-hal yang lebih produktif.
  • Cari cara untuk menurunkan biaya bahan baku tanpa menurunkan kualitas

3. Inovasi

Cara selanjutnya adalah dengan menciptakan inovasi. Berpikir secara out of the box juga dapat menjadi solusi bagi perusahaan untuk keluar dari situasi sulit dan memberikan dampak positif bagi bisnis di jangka panjang.

Apalagi, inovasi bisa saja berupa hal sederhana dan tidak membutuhkan pembiayaan yang beresiko tinggi.

Itulah pembahasan seputar dampak, penyebab, dan hal-hal yang dapat dilakukan saat daya beli masyarakat menurun.

Agar Sobat OCBC NISP bisa mengambil keputusan keuangan yang tepat, yuk tetap update tentang segala informasi dan insight seputar finansial di blog OCBC NISP!

Baca juga: Inflasi Indonesia tembus 2%, overheating? 

Tertarik dengan artikel kami?

Bagikan Artikel Ini?

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Segala Kemudahan Ada
di Satu Genggaman

Nikmati berbagai layanan kartu OCBC sesuai kebutuhan Anda

Artikel Terbaru

OCBC: The Best Private Bank Indonesia 2026
  • Individu

OCBC: The Best Private Bank Indonesia 2026

17 Jul 2026
  • OCBC Indonesia dinobatkan sebagai Best Private Bank Indonesia 2026 oleh Global Banking & Finance Review Awards berkat layanan wealth management yang berhasil mencapai pertumbuhan AUM tangguh, client service excellence, serta inovasi high tech high touch.
  • OCBC menghadirkan layanan wealth management terpersonalisasi yang spesifik untuk nasabah Private Banking, didampingi oleh Dedicated Private Bankers guna membantu nasabah lebih percaya diri dalam mengambil keputusan finansial untuk mengembangkan, mengamankan, dan meneruskan kekayaannya.
  • Layanan wealth management OCBC tidak hanya berfokus pada pengembangan aset, tapi juga perlindungan (wealth protection) dan suksesi lintas generasi (legacy planning) yang didukung jaringan global OCBC Group.
Tabungan Anak Terbaik OCBC Young Nyala Jadi Consumer Finance Product of the Year
  • Individu

Tabungan Anak Terbaik OCBC Young Nyala Jadi Consumer Finance Product of the Year

17 Jul 2026
  • OCBC dinobatkan sebagai Consumer Finance Product of the Year dalam ajang ABF Retail Banking of the Year 2026.
  • Young Nyala adalah solusi perbankan digital untuk anak di bawah 17 tahun yang memfasilitasi literasi keuangan anak yang terintegrasi dengan lifestyle dan dilengkapi parental control.
  • Bisnis Young Nyala mencatatkan pertumbuhan akuisisi sebesar 114% secara year-on-year pada Januari 2026.
The CHIP-EP framework for AI: Investing through the verses and choruses of the AI supertrack
  • Individu

The CHIP-EP framework for AI: Investing through the verses and choruses of the AI supertrack

14 Jul 2026
We believe the artificial intelligence (AI) supertrend unfolds in distinct phases and a structured framework could help investors identify the next wave of value creation while avoid overpaying for yesterday’s winners.
Di Balik Satu Prompt AI: Memahami Value Chain dan Peluang Investasinya
  • Individu

Di Balik Satu Prompt AI: Memahami Value Chain dan Peluang Investasinya

14 Jul 2026

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangannya tidak hanya didorong oleh tren, tetapi juga oleh kebutuhan nyata, relevansi global, dan upaya berbagai negara untuk membangun masyarakat yang siap menggunakan AI secara produktif dan bertanggung jawab.

Kemudahan Transaksi Perbankan di Ujung Jari

Download OCBC mobile sekarang!