Redenominasi: Pengertian, Manfaat, Tujuan, Risiko dan Dampak

15 Mar 2023

Redenominasi adalah kebijakan untuk menyederhanakan nilai mata uang.

Sempat menjadi wacana pemerintah dan ramai diperbincangkan, redenominasi adalah kebijakan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi negara.

Pasalnya, keputusan ini akan membuat nilai suatu mata uang menjadi lebih sederhana dari sebelumnya.

Akan tetapi, nilai tukarnya dengan mata uang lain tidak berpengaruh sehingga tetap sama.

Sebenarnya, apa manfaat redenominasi dan bagaimana contoh penerapannya? Yuk, cari tahu jawabannya di artikel ini!

Apa Itu Redenominasi?

Redenominasi adalah sebuah kebijakan untuk menyederhanakan nilai mata uang suatu negara sehingga jadi tampak lebih kecil dari sebelumnya, namun tidak mengurangi nilai tukarnya.

Maksudnya, kebijakan redenominasi adalah dengan membuat jumlah angka pada suatu mata uang menjadi berkurang, akan tetapi nilainya tidak berubah sama sekali.

Contoh redenominasi adalah mata uang rupiah akan mendapatkan pengurangan sebanyak tiga angka nol di belakang sehingga uang Rp1.000 akan berubah menjadi Rp1.

Secara angka, uang Rp1.000 yang menjadi Rp1 memang berkurang drastis. Akan tetapi, Anda tetap bisa membeli snack yang sama dengan harga sebelum dilakukan redenominasi.

Baca juga: Pengertian Kebijakan Diskonto, Tujuan, & Contoh Penerapannya

Dampak Redenominasi

Semua kebijakan yang dilakukan pemerintah pastinya bertujuan untuk memberikan dampak positif, meskipun pada kenyataannya akan ada juga hal negatif yang muncul.

Nah, beberapa hal positif dan negatif yang bisa saja muncul sebagai dampak redenominasi adalah sebagai berikut:

1. Perhitungan Uang Lebih Mudah

Pertama, dampak redenominasi adalah perhitungan keuangan jadi lebih mudah dan sederhana karena jumlah angkanya tidak sebanyak sebelumnya.

Dengan demikian, Anda akan lebih mudah menyebut atau menuliskan uang sejumlah Rp145.000 menjadi Rp145 saja.

Tentu hal ini juga akan memudahkan Anda dalam melakukan penghitungan uang dalam jumlah besar seperti jutaan atau miliaran.

Misalnya saja penghitungan uang sejumlah jutaan rupiah seperti Rp35.700.000 + Rp5.800.000 + Rp10.500.000.

Jumlah tersebut akan terlihat lebih simpel dan pendek setelah dilakukan redenominasi sehingga menjadi Rp35.700 + Rp5.800 + Rp10.500 saja.

2. Berpotensi Menimbulkan Inflasi

Inflasi menjadi salah satu dampak negatif yang bisa saja muncul akibat penerapan kebijakan redenominasi yang kurang baik.

Pasalnya, masyarakat bisa saja kaget dan tidak terbiasa dengan jumlah uang terbaru sehingga nilai tukar mata uang justru ikut merosot dan harga barang atau jasa jadi melambung tinggi.

Walaupun redenominasi tidak memotong nilai tukar mata uang, hal ini mungkin saja terjadi.

Adapun penyebab lainnya adalah karena adanya pembulatan nilai rupiah.

Sebagai contoh, mie instan yang awalnya dijual dengan harga Rp2.800 akan dibulatkan harganya oleh penjual menjadi Rp9 setelah redenominasi diterapkan.

Pembulatan yang dilakukan seperti ini adalah salah satu hal yang memicu kenaikan harga pada berbagai barang sehingga terjadilah inflasi.

Untuk itu, pemerintah harus melakukan persiapan kebijakan redenominasi secara matang sebelum benar-benar diterapkan.

3. Daya Beli Masyarakat Berkurang

Hal negatif lainnya yang bisa menjadi dampak redenominasi adalah penurunan daya beli masyarakat. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Masih berhubungan dengan sebelumnya, kenaikan harga akibat pembluatan angka setelah kebijakan redenominasi membuat daya beli masyarakat menurun.

Memang, redenominasi adalah kebijakan dengan kompleksitas tinggi karena pengaruhnya yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat.

Hal ini membuat pemerintah harus benar-benar merencanakannya dengan matang sehingga negara dapat terhindar dari dampak buruk yang ditimbulkan.

Baca juga: Ekonomi Makro: Pengertian, Tujuan, Kebijakan & Ruang Lingkup

Tujuan dan Manfaat Redenominasi

Ada beberapa tujuan redenominasi bagi perekonomian negara. Utamanya adalah mengurangi jumlah digit pada uang yang menjadi efek dari krisis ekonomi serta inflasi di masa lalu.

Semakin banyak jumlah digit suatu mata uang, maka kebijakan redenominasi juga makin dibutuhkan.

Lantas, apa saja manfaat redenominasi bagi perekonomian? Selengkapnya, Anda bisa melihat penjelasan di bawah ini:

1. Kredibilitas dan Kesetaraan Mata Uang Lebih Baik

Jika dibandingkan dengan sejumlah mata uang negara lain seperti US Dollar dan Malaysia Ringgit, Rupiah Indonesia memiliki jumlah angka yang jauh lebih banyak.

Misalnya saja, $1 sama dengan Rp15.000 dan RM1 adalah Rp3.500.

Adanya redenomisasi akan membuat nilai tukar rupiah terkesan sama dengan mata uang negara lainnya.

Hal ini tentu sangatlah berdampak positif dalam aspek perdagangan dan juga psikologi pasar.

Contoh redenominasi yang sukses adalah pada Negara Turki di mana pada awalnya $1 sama dengan 1,5 juta Lira.

Setelah dilakukan redenomisasi, $1 sama dengan 1,8 Lira. Dengan demikian, mata uang Lira terkesan lebih sejajar dengan mata uang USD.

Mata uang Lira juga memiliki kredibilitas dan daya saing yang lebih tinggi di perdagangan internasional. Hal ini terjadi berkat kebijakan redenominasi mereka.

2. Pencatatan Akuntansi Lebih Sederhana

Selanjutnya, manfaat redenominasi adalah memudahkan proses pencatatan akuntansi serta penghitungan uang di kehidupan sehari-hari.

Banyak orang merasa bahwa tiga digit angka nol yang berada pada mata uang rupiah tidak begitu dibutuhkan.

Bahkan, sejumlah restoran menggunakan “k” sebagai pengganti tiga digit angka nol pada harga di menunya supaya pendek dan terkesan lebih murah.

Dengan dihilangkannya tiga digit angka nol tersebut, tugas pencatatan keuangan pasti akan terasa lebih mudah dan sederhana. Kesalahan penulisan pun dapat diminimalisasi.

Demikian penjelasan mengenai kebijakan penyederhanaan nilai mata uang ini. Pada intinya, redenominasi adalah hal yang sangat berdampak bagi perekonomian.

Dampak tersebut bisa dirasakan masyarakat secara langsung ataupun tidak. Misalnya saja seperti perhitungan uang yang lebih mudah hingga terjadinya inflasi.

Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Sobat OCBC NISP seputar keuangan dan perekonomian.

Yuk, kunjungi halaman Produk Simpanan Individu dari OCBC NISP demi penuhi kebutuhan dan kemudahan bertransaksi.

Baca juga: Devaluasi: Pengertian, Jenis, Faktor Penyebab dan Contoh

Story for your Inspiration

Baca

Edukasi - 18 Apr 2024

Manfaat, Jenis, dan Biaya Asuransi KPR yang Perlu Kamu Ketahui

Baca
OCBC NISP 80 Tahun | Promo KPR

Edukasi - 18 Apr 2024

Anti Ditolak, Berikut Tips agar Pengajuan KPR Disetujui Bank

See All

Produk Terkait

Individu

Individu

Solusi perbankan OCBC siap bantu kamu penuhi semua aspirasi dalam hidup #TAYTB

Download OCBC mobile