Diskonto SKBDN adalah penjualan wesel berjangka sebelum jatuh tempo.
Diskonto SKBDN adalah potongan dana ketika wesel berjangka dicairkan sebelum masa jatuh tempo.
Hal ini biasanya dilakukan apabila pemegang wesel membutuhkan dana, sehingga mereka bisa mendiskontokan atau menjualnya.
Pengertian SKBDN sendiri merupakan letter of credit lokal yang bisa dipergunakan untuk transaksi jual beli dalam negeri.
Lantas, bagaimana ketentuan dan perhitungan diskonto SKBDN? Yuk, simak selengkapnya pada ulasan berikut!
Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) adalah janji tertulis oleh seorang pemohon kepada bank pembuka. SKBDN ini biasa digunakan dalam transaksi jual beli atau surat dagang.
Sesuai namanya, sistem pembayaran pencairan dana SKBDN melalui kredit. Nah, dana SKBDN ini nantinya dapat dicairkan saat jatuh tempo.
Meski demikian, wesel berjangka pada SKBDN tidak harus dicairkan saat batas waktu tiba. Ada masa ketika pemegang wesel membutuhkan dana dan harus mencairkannya.
Saat mencairkan dana sebelum jatuh tempo, pasti ada potongan yang harus dibayarkan. Nah, potongan inilah yang disebut dengan diskonto SKBDN.
Diskonto SKBDN adalah potongan atau bunga yang harus dibayarkan oleh pihak penjual ketika dana diuangkan sebelum jatuh tempo.
Pada umumnya, suatu wesel memiliki jangka waktu tertentu untuk mencairkan uang.
Namun, saat pihak penjual atau pihak penerima ini membutuhkan uang sebelum masa jatuh tempo. Dana boleh dicairkan lebih dulu dengan catatan ada uang yang harus dibayar.
Diskonto SKBDN adalah uang yang dimaksud sebagai syarat pencairan dana sebelum jatuh tempo ini. Pembayarannya sendiri langsung dipotong dari uang yang akan dicairkan tersebut.
Baca juga: 5 Cara Mengelola Uang Pesangon dengan Bijak Usai Terkena PHK
Diskonto SKBDN adalah suatu dana yang dipotong ketika pihak penerima membutuhkannya sebelum masa pencairan.
Pihak penerima dana dari SKBDN dapat dialihkan kepada pihak lain dengan beberapa syarat tertentu.
Ketentuan untuk mengalihkan SKBDN yang diatur dalam Kodifikasi Peraturan Bank Indonesia: Aset Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri Bab IV Pasal 21 5/6/PBI/2003.
Ketentuan pengalihan SKBDN itu adalah sebagai berikut.
Selain ketentuan pengalihan SKBDN, ada pula syarat yang harus dipenuhi untuk mendiskontokan wesel atau surat dagang.
Pada dasarnya, pengurusan diskonto SKBDN adalah hal mudah selama Anda memenuhi syarat yang diminta bank.
Adapun syarat tersebut adalah seorang penerima harus mengajukan permintaan diskonto SKBDN pada bank pembuka. Permintaan diskonto ini harus diakseptasi oleh bank pembuka.
Setelah itu, pihak penerima bisa memproses diskonto dan pencairan dananya.
Meskipun dana dicairkan sebelum jatuh tempo, pihak bank harus tetap mencatat kredit dan debit dalam jurnal amortisasi.
Lalu, bagaimana pencatatannya ketika dana sudah dicairkan?
Hal yang dicatat dalam jurnal amortisasi dapat berupa "pendapatan bunga diterima di muka" untuk debit dan "pendapatan bunga wesel" untuk kredit.
Nominal yang dicatat setiap bulannya akan sama, sesuai dengan bunga dari masing-masing bank.
Pencatatan ini akan berlangsung hingga masa jatuh tempo datang.
Baca juga: Pengertian Dividen Interim dan Cara Pembagian Hasilnya
Kebutuhan uang memang tidak bisa diperhitungkan. Ada masa ketika seseorang tiba-tiba membutuhkan uang, sehingga perlu menjual wesel yang dimiliki sebelum jatuh tempo.
Ketika mencairkan dana wesel sebelum masanya, ada penalti yang harus dibayar. Biaya penalti inilah yang disebut dengan diskonto SKBDN.
Diskonto SKBDN adalah risiko yang perlu ditanggung penerima dana demi mencairkan uang sebelum masa jatuh tempo.
Meskipun menjadi risiko, di sisi lain, diskonto SKBDN adalah kemudahan bagi seseorang yang membutuhkan uang di saat genting.
Diskonto SKBDN memiliki sistem perhitungan dengan memotong dana SKBDN itu sendiri. Jadi pihak penerima tidak perlu membayarkan uang.
Sejak pembukaan SKBDN, bank akan mengeluarkan bunga setiap bulan. Bunga inilah yang digunakan untuk menutupi kekurangan diskonto.
Pemotongan terhitung sejak dari hari pengambilan diskonto hingga masa jatuh tempo. Ketentuan jumlah pemotongan pada setiap bank pembayar juga bisa berbeda, tergantung kebijakan masing-masing bank.
SKBDN ini nantinya juga dapat digunakan untuk membuka SKB Luar Negeri, karena telah mendapatkan akseptasi.
Demikian informasi tentang pengertian diskonto SKBDN beserta ketentuan pengalihan dan perhitungannya.
Diskonto SKBDN adalah potongan dana atau bunga yang perlu dibayar oleh pemegang wesel untuk melakukan pencairan dana sebelum jatuh tempo.
Dengan melakukan cara tersebut, nasabah akan mendapatkan uang sesuai dengan perhitungan yang telah ditentukan oleh pihak bank.
Nah, bagi Sobat OCBC NISP yang ingin mempercayakan pembiayaan bisnis secara mudah melalui Bank OCBC NISP.
Anda bisa mendapatkan pembiayaan untuk modal, supply chain, hingga proses ekspor dan impor.
Yuk, kembangkan bisnis bersama Bank OCBC NISP!
Baca juga: Pengertian Kredit Pasif dan Perbedaannya dengan Kredit Aktif